Alur Cerita Pendakian Multazam di Gunung Piramid, Terpeleset Hingga Jatuh ke Jurang

Senin, 10 Agustus 2020 09:52
Alur Cerita Pendakian Multazam di Gunung Piramid, Terpeleset Hingga Jatuh ke Jurang

BERTUAHPOS.COM — Seorang pelajar kelas 3 SMA berusia 18 tahun, bernama Multazam alias Arik, pada Sabtu, 08 Agustus 2020 — bersama 4 orang temannya — melakukan pendakian ke Gungung Piramid, di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Mereka bermalam atau mendirikan tenda di belakang punggung Naga (kawasan Gunung Piramid). Cerita ini diungkapkan oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso Adi Sunaryadi saat diwawancarai kantor berita Antara, berdasarkan keterangan saksi yang tidak lain adalah kedua teman korban.

Advertisement

Mereka memulai pendakian pada Sabtu itu, sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Lalu menginap, untuk istirahat menjelang summit ke puncak.

Minggu, 09 Agustus 2020, mereka melanjutkan perjalanan sekitar pukul 06.00, Multazam dan kedua temannya, Adi dan Bayu, melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Piramid. Mereka melepas lelah dan menikmati pemandangan di atas puncak gunung sambil foto. Sedangkan 2 orang temannya lagi tidak mucak, dan memilih tingal di tenda.

Baca: Luhut: Presiden Jokowi Sehat-Sehat Saja Kok!

Setelah berfoto-foto bersama mereka turun dari puncak gunung dan sekitar pukul 08:00 WIB. Adi menyebut saat itulah korban terpeleset jatuh ke tebing di sisi utara. Jurang itu diperkirakan memiliki jedalaman sekitar 400 meter.

Setelah kedua saksi turun dan meminta pertolongan warga, pada pukul 10.00 WIB, Tim TRC BPBD langsung menuju lokasi kejadian dengan mengajak dua saksi untuk menunjukkan lokasi terjatuhnya Multazam.

Adi mengatakan tim SAR gabungan Basarnas dan Tim Reaksi Cepat BPBD beserta tim lainnya menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Tim SAR gabungan ini kemudian melakukan proses evakuasi terhadap jenazah korban.

SAR gabungan mengevakuasi jenazah Multazam melalui jalur anternatif atas dasar pertimbangan keselamatan tim, jika harus melakukan proses evakuasi melalui jalur pendakian di Puncak Gunung Piramid. Jalur alternatif itu hanya bisa ditembus dengan menyisiri sungai. (bpc2)