• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Siti Nurbaya Dikritik Greenpeace Soal Sawit

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
12 April 2021
UU Cipta Kerja

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar. (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar dituding langgar aturan dalam pelepasan izin kawasan hutan untuk konsesi sawit di wilayah Papua dan Papua Barat.

Temuan itu diungkap dalam laporan bertajuk: Stop Baku Tipu Sisi Gelap Perizinan Tanah Papua yang diluncurkan Greenpeace Indonesia, pada 6 April 2021.

Dalam laporan itu, Siti disebut melakukan penyimpangan yang sama seperti yang dilakukan menteri sebelumnya dalam pelepasan hutan di Bumi Cendrawasih.

“Sama-sama melanggar peraturan pemerintah tentang prosedur pelepasan kawasan hutan dan perlindungan lahan gambut,” tulis laporan tersebut.

Laporan tersebut mencatat, Siti telah melepas 164.315 hektare kawasan hutan kepada delapan perusahaan dari lima grup di Papua.

Kemudian melepas 104.046 hektare kawasan hutan kepada enam perusahaan dari empat grup di Papua Barat.

Dalam aturan pelepasan kawasan hutan 2016, pelepasan untuk satu grup perusahaan maksimal hanya 60 ribu hektare yang dilakukan secara bertahap.

Pada tahap pertama, pelepasan dilakukan terhadap 20 ribu hektare lahan dan sisanya dilepas lewat proses evaluasi.

Proses evaluasi ini mensyaratkan minimal 50 persen kawasan yang dilepas sudah dikelola dan memiliki Hak Guna Usaha (HGU), 20 persen pengalokasian untuk masyarakat, dan sesuai dengan pola ruang.

Namun pada Juli dan Oktober 2017, Greenpeace mendapati tiga perusahaan, milik sebuah grup, mengajukan pemanfaatan lahan di Kabupaten Mappi, Papua untuk penanaman karet.

KLHK melepas 75.879 hektare kawasan hutan kepada sejumlah perusahaan di grup tersebut. Artinya melebihi batas maksimum pelepasan kawasan hutan ke satu grup perusahaan di satu provinsi.

Greenpeace menyatakan prosedur pelepasan izin tersebut dapat dikategorikan sebagai pengecualian karena salah satu konsesi yang dilepas untuk kegiatan pertanian, bukan perkebunan. 

Sementara aturan izin berlaku untuk tanaman perkebunan.

Meski begitu, Greenpeace mendapati hingga saat ini tidak ada pembangunan yang terjadi di ketiga konsesi dan lahan tersebut belum memiliki HGU. (bpc2)

Tags: greenpeaceMenteri LHK
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Kapal tangker Pertamina
Berita

Pertamina Akui Kepemilikan Kapal Tanker yang Diblokir Greenpeace, Statusnya Tengah Disewakan

...

Read moreDetails

Menteri Siti Klaim Karhutla Turun Hingga 82%

Next Post

Cek di Sini, 6 Nama Calon Sekdaprov Riau yang Lulus ADM

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.