Rencana PT RAPP Kembangkan Areal Eksisting 2.232 Ha, Akan Berdampak Negatif Bagi Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2020 13:25
Rencana PT RAPP Kembangkan Areal Eksisting 2.232 Ha, Akan Berdampak Negatif Bagi Lingkungan
Koordinator Jikalahari, Made Ali, SH

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Rencana pengembangan areal eksisting PT RAPP seluas 2.232 hektare di Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur — Kecamatan Pangkalan Kerinci — serta Desa Lalang Kabung dan Desa Sering di Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau, diyakini akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan.

Baca: Soal Amdal PT RAPP, Jikalahari Nilai Kadis LHK Riau Langgar UU 32 Tahun 2009

Advertisement

Hal ini sesuai isi banner Pengumuman Studi Amdal PT RAPP tertanggal 10 Juni 2020 yang ditemukan Koordinator Jikalahari Made Ali SH, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau, baru-baru ini.

Dia menyebut potensi dampak yang mungkin timbul dari rencana kegiatan ini berupa perubahan ekosistem, penurunan kualitas udara, peningkatan kebisingan, penurunan kualitas air, terganggunya flora dan fauna, serta mengganggu proses-proses alamiah di sekitar lokasi. 

Baca: Belasan Kawanan Gajah di Riau Digiring Keluar Kampung

Sementara dampak positif berupa terbukanya kesempatan kerja dan berusaha, serta memacu perkembangan daerah.

Dampak negatif dan positif ini disebutkan akibat kegiatan pengembangan yang akan dilakukan PT RAPP pada areal lahan eksisting seluas 2.232 hektare, yang kegiatan tersebut yakni, penambahan kapasitas produksi pulp dan dissolving pulp, penambahan produksi board atau kertas karton, termasuk  penambahan power boiler dan penunjang.

Selain itu, penambahan kapasitas turbine, penambahan kapasitas WTP (Reactive Clarifier, Reservoir dan penunjang), penambahan kapasitas woodyard dan Chipe Pile Handling, penambahan kapasitas IPAL dan fasilitas penunjang lainnya.

Atas rencana pengembangan areal eksisting oleh PT RAPP ini, Koordinator Jikalahari, Made Ali SH, kepada Bertuahpos.com, Kamis 29 Oktober 2020, mengatakan dengan adanya pengembangan ini nantinya, limbahnya makin bau dan mencemarkan udara jika tak diselesaikan dalam sebelum beroperasi. 

“Termasuk limbah yang akan mereka buang ke sungai-sungai yang jadi tempat tumpuan warga desa,” ungkapnya. (bpc17)

Berita Terkini

Jumat, 04 Desember 2020 11:35

900 Tempat Tidur Masih Tersedia di Ruang Isolasi Pemerintah

#ruangisolasi #kapasitastempattidur #pasiencovid #corona

Jumat, 04 Desember 2020 11:15

Proyeksi Nasib Harga CPO di Awal 2021, Adakah Kabar Gembira?

#hargasawit hargacpo #cpo2021 #sawit2021

Jumat, 04 Desember 2020 10:30

Siapkan Kompetensi Anda, PT Riau Petroleum Segera Buka Pendaftaran Calon Direksi dan Komisaris

#direksi #riaupetroleum #bumd #komisaris

Jumat, 04 Desember 2020 10:17

Begini Nasib Anggota Polisi yang Ancam Penggal Kepala Habib Rizieq

#hbs #rizieq #habibrizieq #polisi #penggal

Jumat, 04 Desember 2020 09:30

Pemprov dan Pemda Riau Didesak Segera Daftarkan Aset dan Tanah ke BPN

#aset #tanah #pemprov #riau #bpn

Jumat, 04 Desember 2020 09:03

Kapolda Riau Tegaskan Jajarannya Harus Netral

#PILKADA

Jumat, 04 Desember 2020 08:01

Saat Konflik Aceh Berakhir, Korban 15 Ribu Jiwa

#ACEH