Fakta di Balik Penyakit yang Membunuh Pimpinan Dunia Franklin D Roosevelt dan Joseph Stalin

Selasa, 01 September 2020 07:33
Fakta di Balik Penyakit yang Membunuh Pimpinan Dunia Franklin D Roosevelt dan Joseph Stalin
Ilustrasi

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Tahukah Anda beberapa tokoh dunia yang berpengaruh di masanya kena penyakit stroke? Satu di antaranya pasti Anda pernah dengar nama Franklin D Roosevelt, Presiden AS ke 32.

Tokoh yang berasal dari partai Demokrat yang punya basic kerjaan sebagai pengacara ini, punya masa jabatan terlama di antara presiden AS lainnya. Mulai diangkat 4 Maret 1933  hingga 12 April 1945. 

Advertisement

Tahun 1921 saat dia berusia 39 tahun ternyata Franklin pernah terserang penyakit yang dianggap polio. Tahun 1924 dia kembali ke kancah politik yang kemudian mengantarkannya meraih kursi presiden. 

Hingga 12 April dia mengeluh sakit kepalanya yang hebat. Dokter Howard Bruenn — yang ketika itu ditunjuk sebagai dokter kepresidenan ahli kardiologis — mendiagnosa Frank mengidap stroke massif, Roosevelt pun meninggal dunia usia 63 tahun.

Baca: Dilantik, AMSI Riau Gelar Seminar Bertema Bisnis Era Digital

Di era yang sama Roosevelt ada Joseph Stalin — sebagai pimpinan tertinggi Uni Soviet setelah era Lenin — tumbuh sebagai anak penggemar karya Karl Marx, kemudian masuk partai buruh yang memilih faksi Bolshefik pimpinan Vladimir Lenin, kelak  menjadi partai komunis Rusia. 

Tahun 1941, saat dia memasuki kancah politik, berhasil mempertahankan Soviet dari Jerman. Bahkan sebagai pemipin tertinggi dia berhasil merebut Berlin. Lima hari sejak 28 Febuary 1953, dia tak keluar dari kamarnya. Stalin didiagnosa terkena serangan stroke. Hari-hari berikutnya muncul fakta ia diracuni. Betapapun kroniknya sejarah tadi, stroke memang penyakit yang tidak bisa dianggap enteng.

 “Stroke penyebab kecacatan nomor satu. Jadi, orang yang gagah perkasa, punya kuasa, tiba-tiba tidak bisa ngapa-ngapain karena stroke. Tapi stroke bukan penyebab kematian nomor satu. Jantung peringkat pertama. Jadi betul kalau banyak pemimpin dunia pernah kena stroke, Franklin D Rosevelt, Stalin pun kena stroke,” kata dr Kobal Sangaji, SpKFR kepada Bertuahpos ruang prakteknya RS Awal Bros Soedirman belum lama ini. Lalu bagaiman mengobati orang yang terkena stroke?

Salah saru upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini, yakni dengan rehab medic. Rehab medic adalah cabang kedolteran yajg memperbaiki fungsi tubuh seseorang ke fungsi sebelumnya. 

“Contoh yang nggak bisa jalan, karena kecelakaan, kita rehabilitasi, kita kembalikan funsgsinya. Contoh lain anak-anak dengan kebutuhan khusus, kita latih bicara. Dan ini ada timnya, yaitu dokter pesialisnya, fisioterapis untuk terapi gerak, kemudian ada juga terapis wicara”, terang dokter asal Surabaya itu. 

Makanya kematian akibat stroke jarang tertangani baik, karena lambatnya proses rehabilitasi medic kata Kobal lagi. (bpc5)