• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Memburu Westerling

Romi J. by Romi J.
23 Januari 2020
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Westerling tahu, gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) gagal menguasai Kota Bandung pada 23 Januari 1950, Westerling kemudian melarikan diri ke Jakarta. Sedangkan sisa pasukannya juga diburu dan dihancurkan APRIS.

Ditemani orang kepercayaannya, Pim Colsom dan dua orang polisi pembelot, Westerling kemudian melarikan diri ke Jakarta. Mereka mengendarai tiga mobil jeep, dan Westerling secara berkala berganti-ganti mobil.

Di Jakarta, Westerling hidup berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Bahkan, dia disebutkan pernah bertemu dengan Sultan Hamid II di suatu tempat di Jalan Veteran, Jakarta.

Awal Februari 1950, salah satu perwira KNIL kepercayaan Westerling, Letnan Kolonel Rappard tewas oleh APRIS (TNI saat itu). Tewasnya Rappard membuat Westerling gundah, karena tak ada lagi pendukung kuatnya.

Westerling kemudian merencanakan akan pergi ke Belanda. Namun, rencana ini tercium intelijen APRIS. Maka, dibentuk tim untuk memburu Westerling. Tim ini dikomandoi oleh Mayor Brenthel Soesilo, dan salah satu anggota timnya adalah Letnan Princen, mantan serdadu Belanda yang membelot ke Indonesia.

23 Februari 1950, intelijen tim mencium Westerling ada di Pelabuhan Tanjung Priok dengan kawalan beberapa orang. Tim pemburu kemudian mengirimkan dua anggota tim untuk menjebak Westerling, namun gagal.

Akhirnya, terjadi kontak tembak antara pengawal Westerling dengan tim pemburu, termasuk Mayor Soesilo dan Letnan Princen. Ditengah kontak tembak tersebut, secara ajain Westerling lolos dan melarikan diri ke Singapura.

Karena tanpa dokumen, otoritas Singapura kemudian mendeportasi Westerlig ke Belanda. Dia hidup hingga akhir hayatnya di Belanda, tanpa pernah diadili atas kejahatan kemanusian yang pernah dilakukannya di Singapura. (bpc2)

Tags: APRASenyum WesterlingWesterling
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Westerling Tersenyum
Berita

Kekejaman Tangan Kanan Westerling di Riau

...

Read moreDetails

Kalau Hanya Senyum, Westerling pun Tersenyum: Kisah Kekejaman Hitler Belanda di Indonesia

Catatan 31 Agustus: Kelahiran Westerling, Hitlernya Belanda

Catatan Sejarah 26 Januari: Serangan APRA di Bandung Gagal, 300 Tentaranya Menyerahkan Diri

Westerling Tersenyum

Gerakannya di Bandung Gagal, APRIS Mulai Buru Westerling

Catatan Sejarah 23 Januari: Penyerangan Westerling di Bandung

Next Post

Kepala BKD Riau: Pemangkasan Tenaga Honorer Perlu Koordinasi dengan Masing-masing OPD

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.