• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Wahsyi bin Harb, Budak Pembunuh Hamzah Sang Pahlawan Islam

Romi J. by Romi J.
9 November 2020
Hamzah

Ilustrasi Wahsyi. (Foto: net)

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat peperangan Uhud berkecamuk, Hamzah bin Abdul Muthalib berperang dengan gagah berani. Dengan pedangnya, tak ada musuh tak tumbang.

Bahkan, ketika berhadapan dengan kavaleri musuh yang menaiki kuda, Hamzah tak segan membabat kaki kuda tersebut dan menjatuhkan musuh yang diatasnya.

“Aku adalah singa Allah. Aku adalah putera Abdul Muthalib,” seru Hamzah sambil terus berperang.

Yang tak Hamzah sadari, ada seorang budak kulit hitam yang mengawasinya. Budak tersebut bernama Wahsyi bin Harb.

Tuannya, Jubair ibn Muth’aim telah berjanji, jika budaknya itu bisa membunuh Hamzah, maka dia merdeka, tak lagi menjadi budak.

Hanya dengan alasan itulah Wahsyi pergi ke medan perang, membunuh Hamzah dan menjadi merdeka. Wahsyi yakin bisa membunuh Hamzah, karena dirinya merupakan pelempar tombak yang handal.

Namun, di medan perang Uhud, Wahsyi menjadi ketakutan saat melihat Hamzah. Di persembunyiannya, dia menyaksikan kehebatan pahlawan Islam yang dihitung sudah menjatuhkan 30 pasukan kafir Quraisy.

Wahsyi yakin, jika dirinya keluar dan melempar tombaknya, maka pahlawan Islam itu bisa melihatnya, dan pasti dia akan terbunuh.

Tak lama, ada seorang kafir Quraisy bernama Siba’ ibn Abdil Uzza yang menyerang Hamzah. Namun, Siba’ segera tersungkur karena pedang Hamzah. 31 orang kafir Quraisy kini telah menjadi tumbang ditangan Hamzah.

Wahsyi semakin ketakutan. Namun, dia juga tak mau kembali ke Makkah sebagai budak. Rasa ingin merdeka dari budak menguatkannya untuk meneruskan niat membunuh Hamzah.

Di suatu ketika, Hamzah yang sedang bertarung terjatuh, dan punggungnya mengenai tanah. Saat itulah, baju besinya tersingkap ke atas, dan membuat bagian perutnya tak terlindungi.

Wahsyi segera memusatkan perhatiannya, dan saat yang tepat, dia melemparkan tombak ke perut Hamzah. Tombak tersebut tepat mengenai perut Hamzah.

Hamzah melihat sekelilingnya, dan melihat ada seorang budak kulit hitam mendekatinya. Hamzah berusaha mendekati budak tersebut dan berusaha menyerangnya, namun luka di perutnya membuatnya terjatuh.

Akhirnya, Hamzah gugur dan mendapatkan mati syahid. Gugurlah seorang pahlawan Islam, yang selalu membela Rasulullah SAW.

Saat Rasulullah SAW menaklukkan kota Mekkah, Wahsyi melarikan diri ke Thaif.

Kemudian, Wahsyi berangkat ke Madinah dan menyatakan masuk Islam di hadapan Rasulullah. Meskipun, saat mengetahui Wahsyi-lah yang membunuh Hamzah, Rasulullah memalingkan wajahnya.

Wahsyi tahu, meski dirinya telah bertaubat, namun tindakannya di masa lalu tetap menyisakan luka. Dia telah membunuh seorang pahlawan Islam dengan cara yang tidak jantan.

Setelah Rasulullah SAW wafat, khalifah Abu Bakar menghadapi Perang Riddah melawan nabi palsu, Musailamah Al-Kadzab. Abu Bakar mengirimkan pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid.

Wahsyi tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia segera bergabung dengan pasukan Khalid. Tujuan Wahsyi hanya satu, menembus dosanya dengan membunuh nabi palsu atau mati syahid.

Akhirnya, pasukan kaum muslim berhasil mendesak pasukan Musailamah Al-Kadzab. Wahsyi terus mendesak kedepan, dan saat melihat Musailamah, dia segera melemparkan tombaknya.

Tombak tersebut melesat dan tepat mengenai sasaran. Namun, pada saat yang sama, ada prajurit Anshar yang juga melompat dan menebas Musailamah.

Hanya Allah SWT yang tahu, siapa yang berhasil membunuh Musailamah. Jika Wahsyi yang membunuh Musailamah, maka dia berhasil menebus dosanya, dan mendapatkan ganjaran sebagai orang yang membunuh musuh islam. (bpc4)

Abdul Hamid Jaudah al-Sahhar, Perang Uhud, Kisah Pertempuran Sarat Pelajaran Hidup yang Tak Terlupakan, Terbitan Qalam, Jakarta.

Tags: BudakHamzahWahsyi
Share6Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kutang
Insight

Asal Usul Nama Kutang di Indonesia

...

Read moreDetails

Syahidnya Hamzah ibn Abdul Muthalib, Sang Singa Allah

Hamzah ibn Abduk Muthalib

Pahlawan Islam: Hamzah ibn Abdul Muthalib, Sang Singa Allah

Hamzah ibn Abduk Muthalib

Pahlawan Islam: Hamzah ibn Abdul Muthalib, Sang Singa Allah

Catatan Sejarah 13 Februari: Dibantai dan Dijadikan Budak, Australia Akhirnya Minta Maaf Kepada Suku Aborigin

Next Post
sosialisasi disiplin protokol kesehatan

Gubri Serukan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan dengan Mekanisme Gotong Royong

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.