Kegembiraan Beribadah #dirumahaja, MUI: Berpindah dari Satu Syariat ke Syariat Lain

Sabtu, 25 April 2020 15:09
Kegembiraan Beribadah #dirumahaja, MUI: Berpindah dari Satu Syariat ke Syariat Lain

BERTUAHPOS.COM, PEKAMBARU – Sudah dua malam Khairul menjalani salat sunat tarawih di ruang tamu rumahnya. Sudah kali kedua pula dia memimpin salat fardhu dan salah sunat itu untuk keluarganya. Mungkin itu akan dia lakukan sebulan penuh, selama Ramadhan tahun ini. “Saya jadi lebih paham bagaimana menjadi imam untuk salat tarawih. Kalau di mesjid mental saya belum tentu siap untuk menjadi imam,” katanya saat berbincang dengan Bertuahpos.com, Sabtu, 25 April 2020.

Pemerintah dan organisasi Islam besar di Indonesia telah mengeluarkan aturan serta anjuran kepada masyarakat agar beribadah di rumah saja, di tengah pandemi corona. Suasananya pasti sangat jauh berbeda. Tapi, hal ini diklaim sebagai bentuk kepasrahan diri kepada Allah SWT, sebab manusia sesungguhnya hamba yang lemah.

Advertisement

Warga yang berdomisili di Kecamatan Tangkerang, Pekanbaru ini, harus diakui olehnya, bahwa ada banyak pelajaran yang bisa dia ambil dari situasi saat ini. Terutama pelajaran bahwa sebegai seorang suami, benar-benar harus menjadi imam yang baik untuk keluarga. Kebahagiaan lainnya yang dirasakan Khairul, kekhusukan dalam tadarus bersama keluarga. Ada banyak waktu bagi dia dan istrinya untuk mengajarkan anak-anak mengaji. Selama ini, hal seperti itu sangat jarang dia lakukan karena sibuk bekerja.

“Saya pun kalau salat tarawih biasanya di mesjid, jadi pulang sudah malam, kadang-kadang anak-anak sudah tidur,” sebutnya. “Namun di sisi lain pasti ada kesedihan yang mendalam, karena Ramadhan tahun ini kami tidak bisa meramaikan dan memuliakan mesjid sebagaimana mestinya. Terlepas dari itu semua Allah Maha Tahu dan Maha Bijaksana.”

Baca: Coronavirus, Korea Selatan Tak Izinkan Salat Iduladha

Berdiam diri di rumah saja, bagi Khairul tentu ada banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk beribadah. Seperti membaca Al-Quran, membaca buku-buku agama, memperbanyak zikir, dan lebih banyak waktu untuk mendalami ilmu agam dengan memanfaatkan jaringan internet. “Kami hanya berharap ada berkah di balik semua ini. Dan semoga wabah ini segera berlalu,” harapnya.

Cerita Khairul pastinya hanya segelintir kisah dari banyak orang yang tidak bisa menjalankan ibadah di mesjid pada saat Ramadhan tahun ini. Ramadan merupakan ladang untuk menuai pahala yang besar yang disediakan oleh Allah SWT, dengan segala keutamaan ramadhan itu, dimana bulan diturunkan Alqur’an, didalamnya ada Lailatulqadar, pahala- pahala dilipat gandakan oleh Allah dan merupakan bulan penuh rahmat, bulan yang nantinya kita dibebaskannya dari azab neraka. 

“Jadi, jangan sampai umat Islam tidak menyambutnya dengan kegembiraan, meskipun kita saat ini tengah diberikan cobaan oleh Allah berupa wabah covid-19, tentunya semua harus kita sikapi, karena Allah juga memberikan agama-agama kita pedoman-pedoman dalam rangka kita menghadapi musibah, wabah atau penyakit semuanya ada pedoman,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau, Prof DR M Nazir Karim.

Tentu aktivitasnya akan lebih banyak dirumah. Dan ini lebih membantu mengurangi penyebaran Covid-19. Karena insya Allah kalau siang hari kita berpuasa dirumah, dan begitu juga pada malam hari biasa kita salat Isya berjamaah kemudian dilanjutkan dengan tarawih, dilanjutkan dengan tadarus di Masjid, maka tahun ini, MUI menghimbau untuk tidak melaksanakan salat Isya, tarawih berjamaah di Masjid.

“Maksudnya, memang tahun ini walapun orang mengatakan melengangkan Masjid, tetapi sesungguhnya maksudnya ialah, Allah memberikan kesempatan juga kepada kita, bahwa kita berpindah dari satu syariah Allah kepada syariahnya yang lain. Karena dalam Islam itu kan menghindari yang berbahaya untuk dari kita dan untuk orang banyak itu harus lebih didahulukan dari meraih kemaslahatan,”sebutnya.

 “Makanya diminta untuk jamaah kita umat islam, agar mereka dapat melaksanakan ibadah itu dirumah masing-masing, bersama keluarga. Kemudian juga  diperbanyak lah amal-amal sosial di bulan ramadhan ini. Dan juga kita bisa berimfak dan bersedekah, kalau bagi yang sudah mampu berzakat harus bayarkan zakat. Tentunya imfak sedakah kita mungkin akan lebih banyak pahala pada bulan ramadhan ini, khususnya pula di musim wabah covid-19 ini. Dan bisa dimamfaatkan untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan itu,”terangnya. (bpc3)

Berita Terkini

Senin, 25 Januari 2021 10:10

Mahfud MD Komentari Dugaan Rasis Natalus Pigai

#Rasisme #NataliusPigai #MahfudMD

Minggu, 24 Januari 2021 15:31

Baznas Riau Tergetkan Pengumpulan Zakat 2021 Hingga Rp17 Miliar 

#Zakat #Baznas #Riau

Minggu, 24 Januari 2021 15:01

Madinah Dinobatkan WHO Sebagai Kota Sehat Dunia

#MADINAH

Minggu, 24 Januari 2021 13:43

Rp5,56 Triliun Digelontorkan BPDPKS untuk Peremajaan Sawit 2021

#ReplantingSawit #BPDPKS #Sawit

Minggu, 24 Januari 2021 12:30

Hasil Sensus 2020, Jumlah Penduduk di Riau Lebih Banyak Laki-laki Dibandingkan Perempuan

#SensusPenduduk2020 #BPSRiau #PendudukRiau

Minggu, 24 Januari 2021 11:30

Cek Harga Terbaru Mobil Daihatsu Sigra 2021

#DaihatsuSigra #Otomotif