Jangan Biarkan Sosial Media Runtuhkan Keutuhan Bangsa

Jumat, 03 Juli 2020 13:11
Jangan Biarkan Sosial Media Runtuhkan Keutuhan Bangsa
Foto: Ilustrasi, Net

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Perkembangan teknologi dewasa ini takkan mungkin bisa dibendung. Yang mungkin untuk dilakukan adalah, bagaimana teknologi dimanfaatkan dalam peran membangun bangsa dan kekokohan tegaknya agama.

“Apa yang tersaji di Sosial Media saat ini sangat mengkhawatirkan dan berpotensi akan membuat kehancuran. Oleh karena itu jangan kita biarkan Sosial Media meruntuhkan keutuhan bangsa dan agama,” kata Ustaz Miftahudin dalam khutbah jumatnya, 03 Juli 2020.

Advertisement

Kehadiran Sosial Media akan mengancam masa depan bangsa dan agama, saat ini sudah mulai tampak di depan mata. Segala bentuk pertikaian, fitnah, dan saling menjatuhkan terlihat satu sama lain.

Pertikaian-pertikaian itu kini menghiasi Sosial Madia dan akan mengubah pola pikir generasi muda yang belum siap untuk membentengi diri.

Baca: An-Nur Potong 9 Ekor Hewan Kurban di Hari Kedua Idul Adha

“Sudah dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi dengan bangsa dan agama ini, jika para generasi penerus bangsa dan agam tetap disuguhkan dengan hal-hal yang akan mengubah cara pandang mereka kedepan. Bangsa dan agama lah dalam ancaman,” jelasnya.

Perlu untuk ditanamkan dalam diri generasi muda saat ini bahwa keutuhan bangsa dan agama merupakan harga mati yang tak bisa ditawar lagi. Apapun alasan bahwa keutuhan bangsa harus tetap dipertahankan.

“Setelah berikhtiar, mari kita doakan bangsa dan agama kita berharap besar agar Allah menurunkan barokahnya sehingga agama dan bangsa kita selalu terjaga dari orang-orang yang menginginkan perpecahan, permusuhan antar sesama kita,” jelasnya.

Lalu bagi orang-orang tua, juga mempunyai tanggung jawab sebagai pihak yang menjaga, dan mengingatkan generasi muda agar tidak salah langkah dalam menjalani kehidupan.

Mengingatkan bahwa keutuhan agama dan bangsa merupakan hal yang paling utama, sehingga di masa depan, kelak mereka menjadi pemimpin, mereka bisa membangun keutuhan ini dengan kokoh.

“Tugas para generasi tua untuk menamakan keimanan kepada generasi mudah agar mereka tahu, betapa berharganya apa yang kita miliki saat ini,” sambungnya. (bpc2)