Dampak Covid-19, Ketua TP PKK Siak Ajak Kader Berdayakan Masyarakat Tingkatkan Ekonomi

Jumat, 03 Juli 2020 13:48
Dampak Covid-19, Ketua TP PKK Siak Ajak Kader Berdayakan Masyarakat Tingkatkan Ekonomi

BERTUAHPOS.COM, SIAK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Siak, Hj Rasidah Alfedri meminta kadernya di seluruh kecamatan berperan lebih aktif turut menekan berbagai dampak Covid-19 khususnya di bidang ekonomi.

“Semua kader di setiap pokja lebih siaga. Semuanya harus berperan sesuai fungsinya dalam penanganan dampak Covid-19 di wilayahnya,” kata Rasidah di Siak, Jumat 3 Juli 2020.

Advertisement

Rasidah meminta seluruh kelompok kerja dalam PKK untuk dapat memberdayakan masyarakat misalnya di bidang ekonomi. Ibu-ibu yang memiliki keterampilan menjahit, khususnya untuk membuat masker seperti yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Ibu-ibu yang punya keterampilan menjahit juga bisa terus diberdayakan untuk memproduksi masker. Kita tidak tahu sampai kapan pandemi akan berakhir, jadi kebutuhan masker masih sangat panjang. Dengan membuat masker, Ibu-ibu bisa mendapat penghasilan untuk mencukupi kebutuhannya,” katanya.

Baca: HM Wardan Puas dengan Kehadiran PNS di Hari Pertama Kerja

Selain itu, untuk bidang ketahanan pangan para kader PKK harus bisa memberi contoh memaksimalkan pekarangan rumahnya untuk ditanami berbagai jenis sayuran maupun rempah.

“Ketahanan pangan harus mulai disosialisasikan untuk mengantisipasi krisis pangan akibat pandemi. Terkait ini, bisa mulai mengajak ibu-ibu memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk bercocok tanam. Misalnya, menanam cabai dan sayuran dengan cara hidroponik sehingga kebutuhan pangan bisa dipetik sendiri dari rumah, minimal ini dapat menekan biaya pengeluaran kebutuhan rumah tangganya,” katanya.

Rasidah juga mengajak agar pokja agar memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan memberi terapi psikologis kepada Ibu-ibu.

Rasidah mengatakan tingkat stres masyarakat tentu bertambah saat pandemi seperti ini. Bisa karena keluarganya terjangkit virus corona, suaminya di PHK, usahanya bangkrut, atau karena alasan lainnya.

“Maka, sangat penting untuk menjaga kondisi kejiwaan masyarakat. Kader PKK bisa memberikan pelayanan konsultasi psikologis kepada Ibu-ibu, baik yang keluarganya terdampak maupun tidak,” kata Rasidah.

Ia berharap, kader PKK melakukan jemput bola demi melayani kesehatan warga di wilayahnya. Seperti mengunjungi balita, ibu hamil dan menyusui secara berkala untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Dengan cara ini harapannya balita, ibu hamil dan ibu menyusui tetap terjamin kesehatannya. Hal ini sangat penting untuk mencetak generasi penerus yang unggul dan berdaya saing tinggi,” tutupnya. (adv)