4 Tahapan Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW

Kamis, 24 September 2020 13:59
4 Tahapan Mendidik Anak Ala Rasulullah SAW
Ilustrasi anak belajar mengaji.

BERTUAHPOS.COMAnak merupakan titipan Allah SWT kepada kedua orang tuanya. Orang tua seharusnya mensyukuri nikmat itu karena dipercaya untuk membesarkan anak-anaknya. 

Orang tua harus merawat, mendidik dan menyayangi mereka mestinya. Dengan harapan anak bisa menikmati perjalanan hidupnya sebagai anak yang sholeh atau sholehah dan mencapai kemandirian, yang akhirnya menjadi kebanggaan orang tua, agama, bangsa dan umat manusia. 

Advertisement

Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepada kita sebagai Muslim, bagaimana cara mendidik anak dengan benar, sesuai ketentuan syariat. Namun, ada banyak sekali orang tua yang kufur terhadap nikmat anak yang telah diberikan kepadanya.

Mendidik anak memang tidak mudah. Dalam perjalanannya, ada banyak rintangan dan ujian yang diberikan kepada orang tua, tapi sekali lagi, anak adalah amanah Allah, mendidik anak dengan benar merupakan kewajiban orang tua. Berikut beberapa tahapan mendidik anak ala Rasulullah SAW:

Baca: Manfaat Tidak Tidur Setelah Salat Subuh, Murah Rezeki dan Berkah

Tahap pertama – pada umur 0-7 Tahun. Rasulullah SAW memerintahkan untuk memanjakan, mengasihi, menyayangi dengan kasih sayang tiada batas tanpa adanya perbedaan sikap. Hendaknya tidak mendidik dengan cara pukulan jika mereka melakukan sebuah kesalahan, tapi cukup dengan menegur dan memberi tahu mana yang benar dan mana yang salah.

Tahap kedua, umur 7-14 Tahun. Tanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab, seperti: Perhatikan urusan akhirat anak, baru urusan dunia. Mengajarkan disiplin untuk melaksanakan shalat tepat waktunya.

Ajarkan kepadanya tentang tanggung jawab, ketika mereka berbuat sesuatu yang melanggar maka harus siap untuk tanggung jawab. Seperti ketika mereka meninggalkan shalat 5 waktu, hendaknya orang tua memukul walaupun pukulan itu ada syarat-syaratnya. Serta mengajarkan anak laki-laki dan perempuan untuk tidur terpisah.

Tahap ketiga – umur 15-21 Tahun. Orang tua sebaiknya melakukan pendekatan yang bersifat perkawanan, diskusi dan membicarakan tentang sesuatu yang bersifat dapat merugikan dan sesuatu yang bermanfaat.

Tahap keempat – umur 21 Tahun lebih. Orang tua memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada anak-anak dengan memberikan kebebasan sehingga dapat menimbulkan percaya dalam dirinya dan mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. (mg7)

Berita Terkini

Rabu, 28 Oktober 2020 18:10

STISIP Persada Bunda Jalani Asesmen Lapangan oleh BAN PT Secara Daring

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan asesmen lapangan (AL) secara daring terhadap Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisip)…

Rabu, 28 Oktober 2020 14:46

Menghentikan Ancaman Hidrometeorologi, Cabut Izin Korporasi Perusak Hutan

#hutan #Hidrometeorologi

Rabu, 28 Oktober 2020 14:22

UMP Riau Sudah Ditetapkan

#ump #upah

Rabu, 28 Oktober 2020 14:13

Sri Mulyani: Pemda Akan Disuntik Insentif

#srimulyani #keuangan

Rabu, 28 Oktober 2020 14:01

Hati-hati Munafik Beribadah Kepada Allah

ISLAMPEDIA