3 Cara Islam Mengatasi Masalah Kemiskinan, Negara Harusnya Bisa Contoh Cara Ini

Rabu, 13 Januari 2021 06:30
3 Cara Islam Mengatasi Masalah Kemiskinan, Negara Harusnya Bisa Contoh Cara Ini
Ilustrasi zakat

BERTUAHPOS.COM Zakat dianggap instrumen paling utama dalam mengatasi masalah kemiskinan. Begitulah cara Islam mengatasi kemiskinan.

Kemiskinan menjadi masalah sosial yang tidak bisa diselesaikan pada satu aspek kebijakan saja.

Advertisement

Masalah kemiskinan tidak hanya terjadi saat ini, di masa pemerintahan Islam terdahulu, masalah ini juga mengemuka. 

“Ini bukan soal siapa yang bertugas mengatasi masalah kemiskinan, sebab penyelesaiannya adalah tanggung jawab bersama,” kata pengurus DPP IAEI Irfan Syauqi Beik.

Baca: Lambang Toleransi Agama Disematkan Pada Tentara Serbia

Pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz kedudukan lembaga sosial diperkuat. Alhasil, kemiskinan berhasil ditekan sekaligus menghadirkan kesejahteraan di tengah masyarakat Muslim. 

“Beliau memilih zakat sebagai instrumen utama. Bagaimana instrumen tersebut dapat mengentaskan kemiskinan,” katanya. 

“Misalnya kebijakan setiap pegawai mengeluarkan zakat, setiap manusia yang menerima manfaat dari Baitul Maal mengeluarkan zakat,” ucap Irfan.

Ada tiga hal utama yang bisa dijadikan contoh kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz bagi pemerintah pada masa depan. 

Pertama, keteladan. Strategi ini bisa dimulai dari diri sendiri, tidak ada pencitraan. 

Berangkat dari kesadaran, kalau ingin berhasil memberikan contoh kepada masyarakat, memberikan pondasi yang sangat kokoh. 

“Contohnya ketika Umar bin Abdul Aziz menghadapi krisis di Madinah berupa krisis pangan, diserang wabah, kemudian membuat tekanan ekonomi,” ucapnya.

Kedua, kebijakan. Hal ini menjadi peranan penting yang berorientasi kelompok terlemah. 

Saat itu Umar bin Abdul Aziz mengeluarkan kebijakan fiskal yang difokuskan kelompok terlemah, sehingga mampu mereduksi kemiskinan. 

Kelompok terlemah harus dilayani. Konteks kebijakan fiskal bukan hanya sekedar meningkatkan pendapatan masyarakat tetapi transformasi masyarakat. 

“Yang dientaskan bukan hanya kemiskinan komersial tetapi spiritual, mentalitas miskin tidak ada.

Ketiga kemampuan eksekusi. Bagaimana konteks eksekusi bisa meningkatkan efisiensi pemerintah. 

Saat pemerintah Umar bin Abdul Aziz ada upaya perampingan sistem pemerintah dan peningkatan efektivitas sehingga dapat memastikan program betul-betul bisa dilaksanakan dengan baik.

Di banyak negara di belahan dunia, persoalan kemiskinan masih menjadi masalah sosal terbesar. Kondisi itu semakin diperburuk dengan adanya wabah covid-19, termasuklah di Indonesia.

Mungkinkah cara Islam mengatasi kemiskinan sangat mungkin diterapkan negara ini?

(bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 28 Januari 2021 17:34

Riau Catat 682 Orang Meninggal Akibat Corona, Kasus Didominasi Komorbid

#Covid-19 #Kesehatan #KasusKematian

Kamis, 28 Januari 2021 16:34

DPRD Riau Telusuri Kelayakan Penunjukan Direksi di 2 BUMD, Minta Pengumuman Ditunda

#BUMD #DireksiBUMD #DRPDRiau

Kamis, 28 Januari 2021 16:32

Gerindra Luruskan Postingan Sandiaga Uno Soal Lari Pagi

#SandiagaUno #PandaNababan #LariPagi

Kamis, 28 Januari 2021 15:30

Target Pendapatan Negara Bukan Pajak dari Batubara Riau Menurun Drastis

#Batubara #Riau #PNBP

Kamis, 28 Januari 2021 15:08

Mayat Terbakar di Pekanbaru, Ini Kata Teman Sekelas Korban Waktu Kuliah di UIN Suska Riau

#Peristiwa #hukum #MayatTerbakar

Kamis, 28 Januari 2021 12:00

Putra Nababan Kritik Postingan Sandiaga Uno Soal Ajakan Lari Pagi

#KabarViral #SandiagaUno #PutraNababan