Seberapa Aman Riau Dari Serangan Virus Corona?

Jumat, 24 Januari 2020 10:36
Petugas di Bandara memasang alat pendeteksi suhu tubuh – (Foto: Net)

Antisipasi penyebaran virus Corona, Imigrasi di Bandara SSK II pasang alat pendeteksi panas tubuh – (FOTO: Istimewa, Net)



BERTUAHPOS.COM – 
Sejumlah negara telah mengkonfirmasi bahwa sebaran virus Corona telah sampai dan menyerang orang-orang di negaranya. Terkini, Singapura yang menyatakan bahwa serangan virus mematikan itu sudah masuk ke negaranya.

Jalur masuk wisatawan dibatasi, terumata mereka yang melancong dari China. Sejumlah negara lainnya juga sudah terpapar virus ini, diantaranya, Amerika Serikat (AS), Jepang, Thailand, Australia, dan Korea Selatan. Riau merupakan salah satu daerah tujuan kunjungan para wisatawan asing, artinya juga berpotensi terpapar virus tersebut.

Berdasarkan angka statistik yang tercatat hingga November 2019 lalu jumlah wisatawan asal Tiongkok yang masuk ke Riau sebanyak 2.258 orang. Lalu dari Amerika Serikat sebanyak 2.876 orang, dari Australia 1.381 orang. Dengan jumlah ini rata-rata ada 542 orang per bulannya bertandang ke Riau, dari ketiga negata itu, termasuk diakhir tahun lalu.

Baca: Kabag Tapem Siak Harap RAPP Tarik Tuntutannya untuk Warga Lubuk Jering

Wisman yang masuk melalui pintu masuk utama Bandara SSK II sebanyak 39.547 orang, Pelabuhan Internasional Dumai 11.091 wisman, Pelabuhan Internasional Bengkalis 4.445 wisman. Kemudian, pelabuhan Internasional Selat Panjang sebanyak, 1.127 wisman dan pelabuhan lainya sebanyak 95.436 wisman, dalam kurun waktu Januari-November 2019.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengkonfirmasi sejauh ini belum ada laporan dari kabupaten dan kota ada masyarakat atau pendatang yang mengidap virus corona. Namun bukan berarti tidak ada antisipasi yang dilakukan, terutama pada pintu-pintu masuk wisman tersebut. “Sampai kini belum ada laporan yang masuk,” katanya, Jumat, 24 Januari 2020.

Virus Corona dapat menyebabkan gejala Pneumonia–infeksi atau peradangan akut pada jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru.

Data Riskesdas tahun 2018, prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan yaitu sekitar 2%, sedangkan pada tahun 2013 ada sekitar 1,8%. Dimana gejalanya, yakni demam, lemas, batuk kering dan sesak sekaligus sulit bernafas. Seperti yang terjadi di Singapura, seorang pria asal Wuhan mengeluh batuk kering dan sakit pada kerongkongan saat penerbangan ke Singapura. Keesokan harinya dia demam.

Data Kementerian Kesehatan 2014, jumlah penderita pneumonia di Indonesia pada tahun 2013 berkisar antara 23%-27%, dan kematian akibat pneumonia ada sekitar 1,19%. Dan pada tahun 2010 pneumonia di Indonesia termasuk dalam 10 besar penyakit rawat inap di banyak rumah sakit.

Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru memperketat pelayanan untuk mengantisipasi virus korona yang saat ini tengah menjadi perhatian publik.  Kordinator bandara, Albert Jenson mengatakan, pihaknya memasang Alat Pendeteksi Suhu Tubuh atau thermal scanner di area kedatangan penumpang internasional.

Selain itu bandara juga menyiagakan beberapa personel untuk mengantisipasi masuknya virus korona. Dia menyebut, meskipun bandara SSK II tidak ada melayani penerbangan, atau kedatangan langsung ke cina, namun pihaknya tetap mewaspadai kedatangan penumpang dari negara lainnya, baik dari Malaysia ataupun Singapura. “Virus ini kan menyebar, dan kita tidak mau kecolongan,” sebutnya. (bpc3)

Berita Terkini

Senin, 24 Februari 2020 18:15

Secuil Keluh Kesah untuk Setahun Syamsuar-Edy Memerintah

REFLEKSI SETAHUN KEPEMIMPINAN SYAMSUAR-EDY

Senin, 24 Februari 2020 15:26

Harga Mobil Hartop Bekas Tahun 1981

OTOMOTIF

Senin, 24 Februari 2020 13:14

Ahmad Syah: SK EHA 2020 Dikeluarkan Serentak Maret Nanti

ISLAMPEDIA

Senin, 24 Februari 2020 12:22

INSPIRASI STORY: Atlet Tenis Merajuk Pada Dosennya

INSPIRASI STORY

Senin, 24 Februari 2020 11:03

Catatan Sejarah 24 Februari: Gugurnya Arif Rahman Hakim

SEJARAH