• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, Oktober 5, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Satu Per Satu Orang Dekat Trump Menjauh

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
8 November 2020
Donald Trump dalam Tekanan Pilpres

Donald Trump.

105
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Satu per satu orang terdekat Trump mulai menjauh, di tengah Donald Trump dalam tekanan Pilpres AS. Sumber dari dalam Gedung Putih membenarkan beberapa pejabat senior dan tim kampanye Trump, diam-diam mulai berpaling.

Mengutip CNN, situasi itu semakin terasa setelah perhitungan suara di Pennsylvania dan Georgia, di mana hasil sementara menunjukkan bahwa Presiden Trump ada di posisi tertinggal sehingga nyaris menutup pintu bagi Trump untuk kembali jadi presiden AS.

“Sudah berakhir,” kata salah satu penasehat utama pemerintah tentang Pilres AS. Penasihat tersebut melanjutkan ada kekhawatiran tentang apa yang akan dilakukan Trump, di luar pertanyaan apakah dia akan menyerah.

“Ya Tuhan. Siapa tahu,” kata penasihat itu ketika ditanya apa yang mungkin dilakukan Trump selanjutnya.

Namun ia mengakui ada banyak pejabat dalam tim kampanye maupun di Gedung Putih yang menggelengkan kepala setelah pernyataan palsu Trump soal kemenangannya pada Kamis malam di ruang rapat Gedung Putih.

Beberapa orang dalam tim kampanye, kata penasihat itu, mempertanyakan keputusan Trump untuk mengirim orang-orang seperti Rudy Giuliani dan putra Trump untuk membuat tuduhan penipuan pemilih yang tidak berdasar.

Penasihat itu mengatakan bahwa Trump berhak untuk menentang hasil pemilihan, tetapi dia melakukannya dengan cara yang salah. Seorang penasihat yang lain menggambarkan Trump semakin terisolasi dalam klaimnya tentang pemilihan yang dicurangi. 

Meski demikian masih ada beberapa pembantu dan sekutu di sekitar presiden yang memberi tahu dia apa yang ingin dia dengar. “Hal itu akan membuat drama tetap berjalan,” kata sang sumber. (bpc2)

Tags: Donald trumppiplpres
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Trump Sempat Tawarkan Senjata ke China, Gedung Putih yang “Cuci Piring”
Internasional

Trump Sempat Tawarkan Senjata ke China, Gedung Putih yang “Cuci Piring”

...

Read moreDetails
Penembakan Donald Trump

Penembakan Donald Trump: Rusia Tuduh Pemerintah Joe Biden Biang Keroknya

Penembakan Donald Trump

Setelah Penembakan Donald Trump, Joe Biden: Selesaikan Perbedaan di Kotak Suara, Bukan dengan Peluru

Mantan presiden as Donald trump

Penembakan 19 Siswa di Texas, Trump ‘Murka’: Joe Biden Terlalu Sibuk Urus Ukraina

Trump

Mantan Presiden AS Ini Angkat Bicara Soal Perang Rusia-Ukraina, Apa Katanya?

twitter donald trump

Donald Trump Minta Twitter Kembalikan Akunnya

Next Post
Umat muslim

Umat Muslim Itu Harus Kuat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.