Iran dan AS Saling Tingkatkan Kegiatan Militer di Teluk Persia, Hubungan Keduanya Kian Memanas

Sabtu, 02 Januari 2021 10:30
Iran dan AS Saling Tingkatkan Kegiatan Militer di Teluk Persia, Hubungan Keduanya Kian Memanas
Ilustrasi.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Militer Iran dan AS sama-sama saling meningkatkan kegiatan mereka di Teluk Persia. Hubungan kedua Iran dan AS diketahui kian memanas.

Dewan Keamanan PBB diminta untuk menghentikan AS melakukan apa yang mereka sebut peningkatan ‘petualangan militer di Teluk dan Laut Oman, termasuk pengiriman pembom bersenjata nuklir ke wilayah tersebut.

Advertisement

Iran menyatakan secara remi bahwa mereka tidak ingin ada konflik, tetapi Iran mengancam akan membela diri jika perlu.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN bahwa beberapa pasukan maritim Iran di Teluk telah meningkatkan tingkat kesiapan mereka dalam 48 jam terakhir. 

Baca: Menu Kentang Goreng McDonald Menghilang di Venezuela

Awal pekan ini, pejabat pertahanan mengatakan informasi intelijen baru menunjukkan Iran telah memindahkan rudal balistik jarak pendek ke Irak.

Aktivitas militer yang semakin cepat diimbangi dengan retorika. Kepala pasukan elit militer Quds Iran menyarankan bahwa pembalasan atas kejahatan AS mungkin datang dari dalam negeri AS sendiri. 

Presiden Donald Trump, yang dilaporkan meminta opsi militer untuk menangani Iran pada November, men-tweet minggu lalu bahwa dia akan meminta pertanggungjawaban Iran jika ada orang Amerika yang terbunuh [antara Iran dan AS]

Dan media Israel memperkuat laporan surat kabar Arab yang mengutip sumber-sumber AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan Israel dan Arab Saudi sedang melobi Trump untuk menyerang fasilitas nuklir Iran sebelum dia meninggalkan jabatannya.

“Iran merupakan ancaman nyata bagi keamanan nasional AS, terutama selama periode peningkatan risiko akibat peringatan pembunuhan Soleimani yang akan datang,” kata Sam Vinograd, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional.

“Saya pikir Iran akan mengkalibrasi setiap serangan yang terkait dengan peringatan ini karena mereka tidak ingin menutup diri sebelum Biden menjabat dan seolah-olah memulai kembali negosiasi nuklir yang akan mengarah pada pencabutan sanksi,” lanjutnya. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 21 Januari 2021 17:32

2 UU yang Paling Banyak Digugat ke MK

#uu #UUCiptaker #UUCorona #MK

Kamis, 21 Januari 2021 16:30

Fahri Hamzah Sebut 400 Ribu Warga AS Korban Covid-19 Dampak Terbelahnya Sosial dan Politik

#FahriHamzah #joebiden #corona

Kamis, 21 Januari 2021 15:32

Covid-19 Buat Negara Rugi Hingga Rp1.000 Triliun 

#covid-19 #pandemi #nasional #finance

Kamis, 21 Januari 2021 14:31

Jokowi Beri Sinyal Vaksin Mandiri Masyarakat

#kesehatan #VaksinMandiri #Jokowi

Kamis, 21 Januari 2021 12:30

Biden Ogah Ikut Campur Soal Pemakzulan Trump

#JoeBiden #DonaldTrump #pemakzulan

Kamis, 21 Januari 2021 11:50

Berkenalan dengan LQ45 Sebelum Turun Investasi ke Saham

#LQ45 #saham #investasi

Kamis, 21 Januari 2021 11:31

Penertiban Lahan Sawit Ilegal Berjalan Lambat, Visi Riau Hijau Syamsuar Dipertanyakan

#Sawit #LahanSawitIlegal #walhi