Indonesia Pulangkan Warga Negara dari Myanmar

Senin, 15 Februari 2021 21:32
Indonesia Pulangkan Warga Negara dari Myanmar
Protes warga Myanmar. (Kompas.com)

BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Indonesia memalui Duta Besar Indonesia untuk Myanmar memfasilitasi pemulangan warga negara Indonesia ke Tanah Air, menyusul situasi yang semakin tak terkendali akibat kudeta militer yang terjadi di negara itu.

Dampak dari kudeta militer terhadap pemerintah Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint ditangkap dalam kudeta militer Tatmadaw yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing. Tatmadaw berdalih kudeta dilakukan untuk menjaga amanat Undang-Undang Dasar 2008 dan sengketa hasil pemilihan umum.

Advertisement

Kudeta militer dan aksi protes yang meluas di Myanmar memicu kekhawatiran warga Indonesia (WNI) yang berada di sana. Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Iza Fadri mengatakan pihaknya akan memfasilitas WNI yang berencana pulang di tengah kondisi yang kian memanas.

BACA JUGA:  Bagaimana Indonesia Bersikap Terhadap Ketegangan di Laut China Selatan?

Iza mengatakan pihak kedutaan akan mengupayakan fasilitas pesawat bagi WNI yang berencana pulang ke Indonesia. “Kita juga mengimbau kepada mereka untuk mencermati situasi dan kalau memang ingin kembali [pulang], pesawat masih ada. Jadi kita mengupayakan bagi mereka yang ingin kembali,” kata Iza ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Senin, 15 Februari 2021.

Baca: Gaun Tersingkap Tak Pakai CD, Eh ‘Itu’ Blanca Nongol

Iza tak menampik jika aksi demo yang kian meluas di Myanmar bisa menjadi ancaman bagi WNI di sana. Untuk itu, ia menyarankan agar WNI yang terdampak kudeta untuk mengevakuasi diri kembali ke Indonesia.

“Kalau mereka (WNI) tidak bekerja lagi atau perusahaannya tidak ada aktivitas, dan kita ngga tahu bagaimana ekonominya dan mereka mengevaluasi dirinya untuk pulang ke Indonesia, kalau itu terjadi ke mereka,” tambahnya.

BACA JUGA:  Biadab, Nenek 86 Tahun Diperkosa

Iza mengimbau WNI di Myanmar untuk tetap tenang, tidak terlibat dalam aksi protes, mematuhi aturan yang berlaku, dan mencermati situasi serta berkomunikasi dengan pihak KBRI.

“Saya meminta mereka melakukan kluster-kluster yang terkomunikasi secara paralel ke KBRI dan itu sudah dilakukan dan contoh saat ini kita sudah mendata seluruh WNI dengan klaster-klasternya,” katanya.

Kendati demikian, Iza mengatakan jika saat ini aksi protes anti-kudeta sudah mulai mereda. Akses internet yang sempat diblokir pun berangsur-ungsur mulai pulih, kendati masih ada gangguan.

Kudeta militer terhadap pemerintah sipil telah terjadi sejak 1 Februari lalu. Pemblokiran akses internet terjadi setelah aksi protes yang diikuti berbagai lapisan masyarakat menentang kudeta terjadi di sejumlah kota di Myanmar. (bpc2)

BACA JUGA:  Penembak Enam Laskar FPI Bisa Terseret ke Mahkamah Pidana Internasional, Den Haag

Berita Terkini

Rabu, 03 Maret 2021 13:01

Muhammadiyah Minta Pemerintah Lebih Sensitif Nilai Agama dalam Mengambil Kebijakan

Muhammadiyah meminta pemerintah lebih sensitif dengan masalah ahklak, norma sosial, dan nilai-nilai agama

Rabu, 03 Maret 2021 12:30

Gelagat Golkar dan NasDem Berkoalisi, Ini Komentar PDIP

Gelagat koalisi sudah ditunjukkan oleh Partai Golkar dan NasDem sebagai langkah persiapan untuk menghadapi kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Rabu, 03 Maret 2021 12:01

Perhatikan Lagi, Ini Lima Level Kekhusu’an Shalat Menurut Ustadz Khalid Basalamah

Dari takbir hingga salam, hanya mengkhayal, jadi tak ada pahala di shalatnya

Rabu, 03 Maret 2021 11:39

Penggunaan QRIS di Riau Tembus 118 Ribu Marchent

QRIS yang diinisiasi oleh Bank Indonesia sejauh ini sudah berjalan di semua perbankan.

Rabu, 03 Maret 2021 11:01

Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Tak Alergi Kritik

Selama kritikan tersebut rasional

Rabu, 03 Maret 2021 10:47

Harga CPO Topang Kenaikan TBS Sawit di Riau Pekan Ini

Harga minyak dunia ikut menopang harga CPO hingga berimbas pada kenaikan harga TBS sawit di Riau.

Rabu, 03 Maret 2021 10:35

Muhammadiyah Apresiasi Pencabutan Lampiran Perpres Miras oleh Presiden Jokowi

Pencabutan ini adalah bukti bahwa pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat

Rabu, 03 Maret 2021 10:27

Butut Dugaan Pelecehan Selebgram, Karyawan Kopi Kenangan Dirumahkan

Kasus dugaan pelecehan karyawan Kopi Kenangan Terhadap seorang selebgram.

Rabu, 03 Maret 2021 09:55

Apa Maksud Mahfud tak Ada Masalah dengan UU ITE?

“Saya sendiri melihat kalau undang-undangnya sih tidak bermasalah sih.”

Rabu, 03 Maret 2021 09:52

Man City 15 Poin Diatas MU, Pep: Kami Harus Tetap Tenang

Man City belum juara. Mahkota juara masih dipegang Liverpool