Catatan Sejarah 9 Januari: Mengenang Gombloh, Sang Balada Sejati

Kamis, 09 Januari 2020 08:11
Catatan Sejarah 9 Januari: Mengenang Gombloh, Sang Balada Sejati

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sampai saat ini, Gombloh diakui sebagai seorang pencipta dan penyanyi lagu balada sejati.

Lagu Gombloh banyak bercerita tentang nasionalisma dan juga tentang kerusakan alam, seperti ‘Gugur Bunga’ dan ‘Berita Cuaca’.

Gombloh dilahirkan di Jombang, 14 Juli 1948 dengan nama Soedjarwoto Soemarsono. Sempat kuliah dengan jurusan Arsitektur di Institut Teknologi 10 November (ITS), namun tak diselesaikannya karena fokus di dunia seniman.

Salah satu lagu Gombloh yang sampai saat ini sudah dianggap sebagai salah satu kebangsaan adalah Kebyar Kebyar. Lagu ini juga menjadi simbol dalam pergerakan menuntut reformasi beberapa tahun silam.

Baca: Wawancara: Arti Penting Museum Perjuangan untuk Riau

Dalam menciptakan lirik lagu, Gombloh memang terkenal nyeleneh. Seperti di lirik lagu Lepen, “Kalau cinta sudah melekat, tahi kucing rasa coklat”.

Pada 9 Januari 1988, Gombloh meninggal dunia di Surabaya. Penyebabnya adalah penyakit paru-paru, karena kebiasaan Gombloh yang suka merokok. Beberapa temannya juga menyebutkan Gombloh sering begadang. (bpc2)