Catatan Sejarah 29 Februari: Ali Terbunuh, Sistem Pemerintahan Khulafaur Rasyidin Berakhir

Sabtu, 29 Februari 2020 08:57

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Setelah wafatnya Rasulullah SAW pada 2 Rabiul Awal 11 Hijriah, kaum muslim sempat terpecah untuk menentukan siapa pemimpin kaum muslim selanjutnya.

Naiknya Abu Bakar kemudian mampu menenangkan kaum muslimin. Abu Bakar dianggap sangat mumpuni, karena telah menjadi sahabat Rasulullah sejak awal.

Setelah Abu Bakar, terpilihlah Umar Bin Khattab sebagai khalifah. Abu Bakar sendiri yang merekomendasinya. Umar dikenal sebagai Singa Allah, yang dengan gagah berani membela Rasulullah saat kaum muslimin masih lemah.

10 tahun Umar memimpin, seorang budak Persia bernama Abu Luluah menikamnya dari belakang saat salat subuh. Umar wafat karena luka tersebut, dan terpilihlan Ustman Bin Affan sebagai penggantinya.

Baca: 3 Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi

Sahabat nabi Ustman Bin Affan ini sangat terkenal akan kedermawanannya. Bahkan, Ustman pernah bersedekah sumur yang harganya miliran untuk umat muslim.

Zaman Khalifah Ustman Bin Affan inilah Al-Quran mulai dikumpulkan dan disusun. Hal ini dilakukan agar tak ada perbedaan serius dalam pembacaan Al-Quran.

Khalifah Ustman kemudian wafat karena dibunuh sekelompok orang. Saat itu, khalifah tengah membaca Al-Quran.

Pengganti selanjutnya adalah Ali Bin Abi Thalib. Ali dikenal dengan kecerdasannya. Bahkan, suatu riwayat menyebutkan jika Rasulullah adalah gudang ilmu, maka Ali adalah pintunya.

Ali memerintah pada tahun 36-40 Hijriah. Kemudian 20 Ramadhan 40 H (29 Januari 661 M), Ali terbunuh. Terbunuhnya Ali menjadi akhir dari sistem pemerintahan Khulafaur Rasyidin. (bpc2)