Terbelit Kasus Hukum, Masyarakat Harus Melek Informasi

Minggu, 05 Juli 2020 14:25
Terbelit Kasus Hukum, Masyarakat Harus Melek Informasi
Kapolsek Kota Bengkalis AKP Maitertika, SH MH (kiri). (Foto: Oong / Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, BENGKALIS — Untuk Bengkalis dalam 3 tahun terakhir, tingkat kejahatan narkoba lebih mendominasi dibanding kejahatan lainnya.

“Dibanding miras, kejahatan narkoba paling banyak,” kata Kapolsek Kota Bengkalis AKP Maitertika, SH MH memulai pembicaraannya di ruang Kapolsek akhir pekan 4 Juli 2020 lalu.

Advertisement

Sehingga, saat menghadapi tindak kejahatan, polisi memang harus tegas di lapangan. Namun demikian, konsep polisi humanis memang lebih dikedepankan.

“Menjadi Polisi sekarang memang tak mudah. Tidak seperti dulu, selalu identik dengan keras dan tegas. Tapi memang menghadapi penjahat, tetap dengan keras namun tegas. Kalau tidak seperti itu hukum tidak bisa ditegakkan dengan mutlak,” kata pria kelahiran Tarempa Pulau Tujuh Kabupaten Kepulauan Riau 49 tahun lalu ini.

Baca: Tanzanite yang Bikin Para Penambang Biasa Kaya Mendadak

Polisi humanis maksudnya selalu menegakkan hukum dengan ramah kepada masyarakat yang baik, tapi juga tegas dan keras pada masyarakat yang jahat.

”Kalau menghadapi orang jahat, bagaimana kita berbahasa lembut, para penjahat tentu tidak makin jera melakukan tindak kejahatan, dan bagaimana pula hukum ditegakkan?” tanya pria yang juga mengajar di berbagai kampus di Pekanbaru dan Bengkalis ini.

Nah, agar masyarakat umum melek kriminologi, mereka harus meminimalisir tindak kejahatan, atau jangan panik saat terbelit kasus hukum.

Seperti pencurian dengan kekerasan (curas), perampokan, perampokan bersenjata, pencurian dengan senjata tajam, dan yang paling penting masyarakat harus melek segala hal yang memancing tindak kajahatan.

Termasuk mencari informasi melalui fasilitas teknologi informasi dan komunikasi.

”Masyarakat jangan berpenampilan mencolok, misalnya dalam memakai perhiasan, atau memakai pakaian yang tidak wajar. Begitu juga fasilitas yang digunakan. Semua dilakukan secara normal. Apalagi yang namanya perampokan, penjahat selalu mengintai. Sehingga, hal kedua yang dilakukan masyarakat awam tentu meningkatkan kewaspadaan, entah saat meninggalkan rumah, saat memarkirkan kendaraan, dan sebagainya,” ujar pria yang karib disapa Pak Otong ini.

Selain dua hal tadi, yang paling penting tentu meningkatkan doa dalam setiap aktivitas rutin, bekerja, berdagang, atau aktivitas lainnya. “Kita sebagai penegak keamanan juga harus selalu berdoa dalam setiap operasi, apalagi masyarakat secara umum. Karena perlindungan Allah SWT paling penting dari semuanya,” tegasnya. (bpc5)