• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sekarang Tampak Imut-Imut, Simak Kekejaman Jepang Zaman Dulu

Romi J. by Romi J.
22 Agustus 2020
113
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Saat ini, orang Jepang dianggap sebagai masyarakat dengan tingkah laku sopan. Di beberapa kasus, terutama anak muda, orang Jepang malah tampak imut-imut.

“Ya, imut-imut dan cantik, orang Jepang. Sopan juga. Itu menurut saya sih,” ujar salah satu warga Gobah, Pekanbaru, Ferri.

Warga lainnya, Muji, yang berdomisili di Lima Puluh, juga menganggap masyarakat Jepang saat ini bisa menjadi panutan.

“Mereka disiplin, dan juga terkenal karena kesopanannya,” kata Mujianto.

Namun, pujian tersebut mungkin tak akan diberikan warga saat mengetahui kejamnya Jepang di Riau saat penjajahan dulu.

Saat Perang Dunia II, Jepang sangat membutuhkan batu bara demi keberhasilan Perang Asia Pasifik Raya. Namun, daerah penghasil batu bara berada di pedalaman Sumatera Barat, yaitu Sawahlunto.

Karena sangat membutuhkan batu bara, Jepang kemudian membangun rel kereta api, mulai dari Sawahlunto menuju Pekanbaru, yang nantinya akan diangkut ke Singapura melalui Sungai Siak.

“Nah, dalam proses pembuatan rel kereta api Sawahlunto – Pekanbaru ini, Jepang mengerahkan ribuan rakyat Indonesia untuk mempercepat penyelesaiannya. Jalurnya adalah Sawahlunto-Lubuk Ambacang-Logas-Lipat Kain-Pekanbaru,” jelas sejarawan Riau, Suwardi MS kepada bertuahpos.com.

Tidak sampai satu tahun, yaitu sejak dimulai pada tahun 1942, pembangunan rel kereta api ini sudah sampai di Lipat Kain. Rel kereta api ini menembus gunung dan bukit untuk bisa sampai ke Pekanbaru.

“Proses pembuatan rel kereta api inilah yang memakan sangat banyak korban. Tenaga kerja paksa ini, yang disebut romusha, dipaksa Jepang untuk terus keras untuk mencapai target penyelesaian,” lanjut Suwardi.

Logas kemudian menjadi saksi bisu kekejaman Jepang kepada para romusha ini. Tanah Logas yang berbatu dan berbukit sangat menyulitkan untuk membuat rel kereta api. Jepang, yang ingin proyeknya cepat selesai, terus memaksa para romusha bekerja tanpa henti.

“Puluhan ribu romusha yang meninggal di Logas. Mereka terus disuruh bekerja tanpa henti. Sampai ada cerita yang berkembang di penduduk sana, bahwa sering melihat mayat berjalan di rel kereta api itu,” paparnya.

Untuk mengenang puluhan ribu orang yang meninggal akibat kerja paksa itu, pemerintah kemudian membangunkan tugu peringatan. Para romusha ini juga diberi gelar pahlawan kerja.

“Itulah yang bisa kita lihat di Tugu Pahlawan Kerja, yang ada di Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru,” tutup Suwardi. (bpc4)

Tags: JepangKekejamanriau
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

BYD Racoo Mulai Ekspansi, Siap Masuk ke Pasar Macau dan Sri Lanka, Intip Spesifikasi dan Harganya!
Otomotif

BYD Racoo Mulai Ekspansi, Siap Masuk ke Pasar Macau dan Sri Lanka, Intip Spesifikasi dan Harganya!

...

Read moreDetails
Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Data Luasan Lahan Terbakar di Pekanbaru 2026

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Kronologi Kematian Gajah Sumatra Diego di PLG Minas

Next Post
Amsi

Kongres Kedua AMSI: Brand yang Sehat Harus Tampil di Konten yang Sehat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.