Pierre dan Rukmini, Kisah Cinta Sang Letnan yang Pupus Akibat Keganasan PKI

Kamis, 24 September 2020 05:32
Pierre dan Rukmini, Kisah Cinta Sang Letnan yang Pupus Akibat Keganasan PKI

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pierre dan Rukmini menyimpan kisah cinta mengharukan, karena rencana membangun bahtera rumah tangga, harus pupus akibat keganasan PKI.

Salah seorang dari tujuh Pahlawan Revolusi, tercatat satu nama perwira muda. Dia adalah Letnan Satu Pierre Tendean. 

Advertisement

Dia menjadi tameng hidup Jenderal Nasution dalam peristiwa kudeta PKI September tahun 1965. Hingga ikut dikubur dalam sumur sempit desa Lubang Buaya Jakarta Timur, bersama enam  jenazah pahlawan revolusi lainnya. 

Pembelaan dirinya terhadap Nasution diabadikan dalam film G30/SPKI garapan Arifin C Noor — produksi film Indonesia tahun 1984 — menyiratkan Pierre adalah sosok teguh pendirian, serta setia pada sumpah dan janji prajurit.

Baca: Polres Inhil Turunkan Seluruh Personilnya Untuk Jaga Lalin HUT RI ke 70

Perawakannya tergolong tampan, jadi pujaan banyak wanita kala itu. Namun, sabagai prajurit yang menimba ilmu militer, Pierre dikenal sebagai taruna taat belajar. Sehingga kelak Jenderal Nasution pun meminta Pierre menjadi ajudannya. 

Namun, satu kali, hatinya luluh di hadapan Rukimini — dara berdarah Medan turunan Yogyakarta bermata belok berambut ikal. Entah kenapa, setelah kenal Rukmini, pembawaan Piere yang cuek pada wanita jadi kalem.

Hubungan cinta jarak jauh terjalin antar keduanya. Namun itu tak membuat pasangan kekasih ini luruh. Anak sulung Jenderal Nasution sering mengintip Pierre saat menerima dan membaca surat kiriman Rukmini — jadi bagian yang tak terlewatkan dalam film G30/S/PKI. 

Saat menjabat sebagai ajudan Pak Nas, Pierre melamar Rukmini. Pada 31 Juli 1965 Pierre berkesempatan bertemu Rukmini dan keluarganya, persis saat dia mendampingi Jenderal AH Nsution bertugas di Medan. Pada November 1965 mereka merencanakan sebuah pernikahan dan ingin menjadikan Rukmini sebagai istri.

Sayang, rencana pria kelahiran Batavia 21 Febuari 1939 itu tak kesampaian. Om Pierre tak pernah jadi mempersunting Rukmini gadis Medan pujaannya.

Saat tubuh pria turunan Manado itu diterjang peluru ganas gerombolan pemberontak PKI. Memang tak sebaik roman Tenggelamnya Kapal van Der Wich, namun kisah cinta ini lebih epic dan dramatis dari kisah Titanic. (bpc5)