• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menanti Pancasila Jadi ‘Isme’ yang Mengguncang Dunia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 September 2020
104
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — William Ebenstein, seorang profesor ilmu politik Princestone University Santa Barbara Amerika Serikat, puluhan tahun lalu menulis buku Isme-isme yang Mengguncang Dunia (2006-2014 dicetak Penerbit Narasi Yogyakarta).

Dia menuangkan bagaimana cara hidup memakai ideologi komunis dan fasis berhaluan totaliterisme, serta ideology kapitalis dan sosialis yang berhaluan demokrasi. Dalam kutipannya ia sebut Industrialisasi jadi kunci sumber utama kedua kekuatan komunis. Dan Militer jadi sumber kekuatan paling berbahaya. 

Pecahnya perang dunia kedua, September 1939, Uni Sovyet mendapatkan daerah- daerah Polandia, jazirah Balkan, Jerman, dan Jepang. Namun, kelemahan pokok komunis karena perbedaan antara cita-cita dan kenyataan. 

Pemimpinnya menghendaki pembaruan umat manusia, dengan cara-cara di luar peri kemanusiaan. Sementara Fasisme mengatur  pemerintahan dan masyarakat totaliter oleh kediktatoran partai tunggal yang sangat nasionalis, rasialis. dan imperialis. Seperti pada Italia tahun 1922, Jerman 1933, dan Spanyol 1939. 

Terkait demokrasi, Ebenstein memandang demokrasi adalah cara hidup, seperti halnya demokrasi kapitalis, yang memberi perhatian pada kesejahteraan kelas berkedudukan rendah dalam masyarakat, dan mendanai masyarakat yang justru merubah system sosial yang ada.

Sedang demokrasi sosialis merupakan gerakan-gerakan sosialis hanya tumbah di negara yang memiliki tradisi demokrasi kuat. Kelemahan sosialis karena kegagalan mereka memahami peranan kekuasaan. Sayang Pancasila luput dalam tulisan ini. Ebenstein belum mengaggapnya ideologi yang mengguncang dunia. 

Lalu, apakah ada demokrasi Pancasila? “Jawabannya, ada. Tercermin dalam sila ke 4,” kata Idjang Tjarsono mantan dosen filsafat Universitas Riau yang kini memilih tinggal di kaki Gunung Slamet, pasca pensiunnya (2019). 

Kata Idjang, voting dalam demokrasi Pancasila tidak dilarang tapi setelah proses musyawarah mufakat tidak berhasil. “Kata kebijaksanaan (wisdom), dalam setiap proses pengambilan keputusan (voting ataupun musyawarah) harus dilandasi sikap bijak, sehingga tidak ada money politic, dan saling menjatuhkan lawan,” tambahnya. 

“Di Indonesia kini bukan saja tidak mencerminkan Demokrasi Pancasila, bahkan beberapa pendapat mengatakan lebih liberal dari demokrasi liberal di Amerika. Kesimpulannya, demokrasi Pancasila normanya (ukurannya) ada, tapi implementasinya masih dipertanyakan,” jelas Idjang. (bpc5)

Tags: Pancasila
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Paskibraka lepas hijab
Nasional

Mengapa Paskibraka Lepas Hijab? Ini Kata Kepala BPIP

...

Read moreDetails
reuni pa 212

Kapitra Ampera Minta Reuni 212 Tak Diadakan, Novel Bukimin: Bubarkan PDI!

Lambang negara indonesia

Sindir Jokowi Soal Pancasila, Ferdinand Hutahaean Ajukan Pertanyaan Menohok ke Din Syamsuddin

Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober Trending

megawati sindir kaum milenial

Megawati Heran Ada yang Tak Suka Pancasila

Pertanyaan Pilih Al-Quran atau Pancasila, BKN: Hanya untuk Melihat Respon Peserta

Next Post

Di China Ada Tembok China KW

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.