• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mahkota Emas Siak ‘Persembahan Agung’ untuk Indonesia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 Agustus 2020
Mahkota Emas

Mahkota Emas Kerajaan Siak - Foto: Cagar Budaya Kemendikbud

294
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Sebuah Mahkota Emas melambangkan kejayaan Kerajaan Siak Sri Indrapura di masanya. Makota ini terbuat dari emas, memiliki lebar 33 cm, tinggi 27 cm, dan berat 1,803,3 gram.

Soal mahkota ini sempat hangat diperbincangkan saat Gubernur Riau Syamsuar dapat kesempatan menyaksikan langsung keindahan mahkota itu di Museum Nasional, Jakarta. Makhkota ini terdaftar di situs cagar budaya Kemendikbud, dengan Nomor Registrasi RNCB.20131227.01.000003 — ditetapkan melalui SK No. 248/M/2013, dan ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional — di kelola oleh Museum Nasional.

Mahkota Sultan Siak Inderapura merupakan mahkota yang dikenakan oleh raja yang bertahta dari Kesultanan Siak Sri Inderapura berada di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya, Direktorat Cagar Budaya dan Permuseuman (2016) menyatakan bahwa Mahkota Sultan Siak ini terbuat dari emas dengan bertahtakan berlian dan rubi.

Gubernur Riau saat nenyaksikan secara langsung Mahkota Emas Kerajaan Siak – Foto: Istimewa

Baluran Permata Bernilai Tinggi

Mahkota emas ini berhiaskan uliran berbentu bunga teratai dengan taburan batu merah delima dan intan. Mahkota ini berhiaskan motif suluran dan bunga yang begitu raya. Di bagian kening mahkota terdapat inskripsi dengan bahasa arab yang berarti ‘mahkota emas’. Inskripsi tersebut dibuat dengan emas tipis yang menyerupai kawat.

Mahkota emas Kerajaan Siak ternyata pernah menjadi agunan untuk modal pendirian Bank Indonesia (BI). Dalam tulisan yang diterbitkan bertuahpos.com, pada 20 Juli 2020. “Mahkota inilah yang pernah dijadikan sebagai angunan (jaminan) pendirian Bank Indonesia (BI),” kata Sekretaris LAM Siak periode 2013-2018 Zulfahri dalam suatu wawancara dengan bertuahpos.com.

Mahkota ini adalah bagian dari harta Sultan Syarif Kasim II yang diserahkan ke Pemerintah Indonesia. Selain mahkota ini, sultan juga menyerahkan 13 juta gulden Belanda, atau setara dengan Rp1,074 triliun. Uang yang sangat banyak di waktu itu, dan mampu menyokong perjuangan Indonesia yang baru merdeka.

Mahkota ini menjadi salah satu ‘persembahan angung’ oleh Sultan Siak —  yang ketika itu bertahta — untuk Republik Indonesia. Dalam beberapa literatur, Kerajaan Siak sangat setia pada bangsa ini. Selain mengakui NKRI, Sang Sultan juga tidak ragu mempersembahkan sebagain hartanya untuk negara.

Mahkota Emas Kerajaan Siak – Foto: Istimewa.

Melawan Benda dengan Cara Elegan

Perlawanan dan sikap ‘kebencian’ Sultan Siak kepada penjahah ketika itu, memang sudah terpatri di dalam benaknya. Tirto.id — dalam laporannya yang diterbitkan pada 23 April 2020 — Sultan Syarif Kasim II  yang merupakan Raja Siak ketika itu — dengan cuma-cuma menyumbangkan uang sebesar 13 juta gulden.

Tentu saja itu bukan jumlah yang kecil. Kalau disamakan nilainya dengan saat ini, jumlah itu setara dengan 69 juta euro atau lebih dari 1 triliun rupiah. Segepok uang itulah yang diberikan secara cuma-cuma oleh Sultan Syarif Kasim II kepada Presiden Sukarno.

Sapardi Djoko Damono & Marco Kusumawijaya dalam Siak Sri Indrapura (2005: 71), Sultan Said Ismail (1827-1864), kakek buyut Syarif Kasim II, terpaksa menandatangani Traktat Siak yang isinya sangat menguntungkan Belanda.

Sedari era pemerintahan kolonial Hindia Belanda, Syarif Kasim II sudah menempatkan diri sebagai penentang kaum penjajah. Lahir di Siak Sri Inderapura, Riau, pada 1 Desember 1893, sang sultan memperlihatkan perlawanannya terhadap Belanda melalui cara-cara yang elegan.

Sultan Syarif Kasim II sadar melawan Belanda lewat fisik atau menentang dengan frontal sama saja bunuh diri. Apalagi, Kesultanan Siak Sri Inderapura masih terikat perjanjian yang diteken pendahulunya di masa lampau. (bpc2)

Tags: insightkejayaan siakkerajaan siakMahkota istana siak
Share7Tweet5Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru
Insight

Arsitek Respon soal Atap Seng Picu Kanker Paru-Paru

...

Read moreDetails
Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Rumah Bambu Tahan Gempa yang Dirakit Seperti Lego

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Penelitian Ini Ungkap Penyebab Turunnya Permukaan Air di Danau Toba

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Ikan Zebra Jadi Model Riset Tuberkulosis dan Kanker

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Pisang Liar Sumber Keragaman Genetik demi Ketahanan Pangan

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Survei Ini Ungkap Kopi dan Teh Kuasai Pasar Minuman Berasa

Next Post

36 Pasien Positif Covid-19 Asal Siak Dinyatakan Sembuh

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.