Usut Dugaan Korupsi RSUD Kampar, Kejati Periksa Kepala BPKAD Kampar

Rabu, 09 Desember 2020 12:06
Usut Dugaan Korupsi RSUD Kampar, Kejati Periksa Kepala BPKAD Kampar

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tim Kejaksaan Tinggi Riau, Selasa 8 Desember 2020, memeriksa Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Derah Kabuoaten Kampar, Edwar SE. Pemeriksaan terkait dugaan korupsi pembangunan ruang rawat inap RSUD Kampar tahun anggaran 2019 sebesar Rp43 miliar.

Selain Edward, tim juga memeriksa Kepala Unit Layanan Pengadaan, Dicky Rahmady, serta Ketua Pokja Lelang Pembangunan Duang Rawat Inap RSUD Kampar, Musdar.

Advertisement

Pantauan di lapangan, pemeriksaan terhadap ketiga orang ini berlangsung dari sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB. Musdar, Ketua Pokja, sehari sebelumnya juga terlihat menjalani pemeriksaan di Kejati Riau.

Ketua Pokja, Musdar, ketika ditemui bertuahpos.com membenarkan dirinya diperiksa terkait proyek pembangunan ruang rawat inap RSUD Kampar. Ketika ditanya apakah ada intervensi ketika dirinya melakukan lelang proyek tersebut, Musdar terlihat diam, demikian juga ketika ditanya apakah proyek ini melibatkan orang dekat Bupati, seperti informasi yang berkembang saat ini, Musdar juga terlihat diam.

Baca: Miris! Anak Gajah di Inhu Terjerat Kakinya Selama 3 Hari

Musdar baru menjawab pertanyaan, ketika ditanya, apakah dirinya tahu bahwa proyek ini di subkontrakkan atau pinjam perusahaan. Musdar mengaku ketika pihaknya melakukan klarifikasi sebelum menetapkan pemenang, yang hadir semua yang ada dalam perusahaan. “Yang hadir waktu itu yang disebutkan dalam perusahaan,” ujarnya.

Untuk diketahui RSUD Kampar melakukan lelang dan melaksanakan kegiatan pelelangan Pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III (Tahap III) dan penandatangan kontrak pada bulan Mei 2019, dari Nilai HPS Paket Rp 46.645.811.080,00. Kegiatan ini dimenangkan PT Gemilang Utama Alen,  dengan nilai kontrak Rp 46.492.675.000,00, mengalahkan PT Razasa Karya dengan penawaran Rp 39.745.062.802,42.

Namun dalam pelaksanaannya, meski tahun anggaran telah berakhir sejak 31 Desember 2019 lalu, proyek tetap dikerjakan. (bpc17)

Berita Terkini

Sabtu, 16 Januari 2021 20:11

Abu Bakar, Orang Indonesia Pianis Pribadi Adolf Hitler

#PIANIS #ADOLF HITLER

Sabtu, 16 Januari 2021 16:32

Joe Taslim Bakal Beraksi di Mortal Kombat 2021

#MortalKombat #hiburan #JoeTaslim

Sabtu, 16 Januari 2021 16:16

Khitan Massal at Home Kedepankan Protokol Kesehatan

#sosial #khitan

Sabtu, 16 Januari 2021 16:03

Air Gambut Riau Hitam dan Kotor? Sekarang, Dulu Lain

#GAMBUT

Sabtu, 16 Januari 2021 15:32

Kepulauan Meranti Difokuskan Jadi Sentra Budidaya Ikan Kakap dan Bawal

#bisnis #budidayaikan #meranti

Sabtu, 16 Januari 2021 14:34

ESDM Catat Target Lifting Migas Riau 2020 Lampaui Target

#migas #lifting #bisnis

Sabtu, 16 Januari 2021 14:30

Gempa Majene: 43 Tewas Akibat Tertimpa Bangunan

#SULBAR

Sabtu, 16 Januari 2021 13:30

Hentikan Vaksinasi Jika Ada Efek Samping Serius

#EfekSamping #vaksin #sinovac #kesehatan

Sabtu, 16 Januari 2021 12:57

23 Orang di Norwegia Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin

#vaksinasi #kesehatan #internasional