Terkait Dugaan korupsi RSUD, ‘Orang Dekat’ Bupati Kampar Dua Kali Mangkir dari Panggilan Kejati Riau

Senin, 22 Februari 2021 15:30
Terkait Dugaan korupsi RSUD, ‘Orang Dekat’ Bupati Kampar Dua Kali Mangkir dari Panggilan Kejati Riau
Kantor Kejati Riau. (dok.Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Surya Darmawan, Ketua KONI Kabupaten Kampar, yang disebut-sebut orang dekat Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto, dua kali mangkir dari panggilan penyidik Kejati Riau, terkait dugaan korupsi ruang rawat inap RSUD Bangkinang.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Hilman Azasi SH MH dan Kasi Penkum dan Hunas Kejati Riau, Muspidauan SH, Senin, 22 Februari 2021 membenarkan mangkirnya Surya dari panggilan Kejati Riau.

Advertisement

“Surya dipanggil sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pembangunan ruang rawat inap tahap III di RSUD Bangkinang. Namun tak datang, tanpa pemberitahuan. Yang bersangkutan dipanggil karena dianggap mengetahui perkara ini,” ujarnya.

Muspidauan berharap Surya bersikap kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik, agar permasalahan tersebut terang benderang.

Baca: Pemprov Riau Klaim Sejumlah Destinasi Wisata di Riau Mulai Aktif Dikunjungi

BACA JUGA:  Besok, Sidang Pendahuluan Sengketa Pilkada Dua Kabupaten di Riau Dimulai

Untuk diketahui Pasca peningkatan status penanganan perkara ini, penyidik telah memeriksa dua Direktur Utama RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar. 

Keduanya yakni, Dr Andri Justian, Direktur Utama RSUD Bangkinang periode tahun 2017 hingga Juni 2019. Kemudian dr. Asmara Fitrah Abadi, Direktur Utama RSUD Bangkinang periode Juni 2019 hingga sekarang.

RSUD Kampar diketahui melakukan lelang dan melaksanakan kegiatan pelelangan Pembangunan Gedung Rawat Inap Kelas III (Tahap III) dan penandatangan kontrak pada bulan Mei 2019, dari Nilai HPS Paket Rp46.645.811.080,00. 

Kegiatan ini dimenangkan PT Gemilang Utama Alen,  dengan nilai kontrak Rp46.492.675.000,00, mengalahkan PT Razasa Karya dengan penawaran Rp39.745.062.802,42.

Namun dalam pelaksanaannya, meski tahun anggaran telah berakhir sejak 31 Desember 2019 lalu, proyek tetap dikerjakan. (bpc17)

Berita Terkini

Selasa, 02 Maret 2021 11:51

Siang Ini 10 Juta Dosis Vaksin Sinovac Mendarat di Soetta

Sejauh ini belum ada informasi resmi dari KPCPEN mengenai berapa jumlah dosis vaksin.

Selasa, 02 Maret 2021 11:30

Unggah Foto Jokowi Bersama Cucu, Ibu Korban Semanggi I Teringat Kebahagian Bersama Sang Anak

Anaknya ditembak aparat di halaman kampus Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Selasa, 02 Maret 2021 11:21

Fokus Pemadaman Karhutla Diarahkan ke Rohil dan Bengkalis

Intensitas titik api di kedua daerah itu sangat tinggi.

Selasa, 02 Maret 2021 10:56

Kenapa Harga BRIS Cenderung Melandai Setelah Dimerger?

Harga BRIS diperkirakan akan menanjak naik setelah kepemilikan saham publik ditambah.

Selasa, 02 Maret 2021 10:36

MUI Minta Perpres Miras Dicabut, Bertentangan dengan Fatwa

MUI secara tejas menolak Perpres investasi miras.

Selasa, 02 Maret 2021 10:17

KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Bintan, Sejumlah Dokumen Diangkut

KPK boyong dokumen pendukung yang berkaitan dengan dugaan korupsi cukai.

Selasa, 02 Maret 2021 09:49

Pemerintah Butuh 1,3 Juta ASN di 2021, Sejuta Diantaranya Guru

Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah membutuhkan 1,3 Aparatur Sipil Negara (ASN) di tahun 2021 ini

Selasa, 02 Maret 2021 08:45

MUI Riau: Investasi Miras akan Jadi Dosa Jariyah

“Dan ini adalah dosa jariyah bagi pemimpin yang melegalkannya, walaupun nanti pemimpin itu sudah tiada”

Selasa, 02 Maret 2021 07:32

Gempa 5,1 Magnitudo Guncang Bengkulu Pagi Ini

Gempa dengan skala 5,1 magnitudo mengguncang Bengkulu pagi ini

Selasa, 02 Maret 2021 06:01

Pesan Zainuddin MZ Soal Mabok-Mabokan: yang Mampus Bukan Elo Doang, Monyong!

Tapi judi, mabok, zina.. maksiat mas
Kalau ini negeri kebanyakan maksiatnya
Allah marah…