DJP Riau: Sektor Perkebunan Masih Primadona dalam Penerimaan Pajak

Kamis, 15 Oktober 2020 11:30
DJP Riau: Sektor Perkebunan Masih Primadona dalam Penerimaan Pajak
Perkebunan sawit. (net)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau mengemukakan sejauh ini sektor perkebunan masih primadona dalam penerimaan pajak di Riau. 

Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kantor Wilayah DJP Riau M Agus Budisantoso menjelaskan, hingga kini sektor perkebunan di Riau masih menjadi penentu dalam mendongkrak realisasi penerimaan pajak Riau.

Advertisement

“Sekarang sektor ini masih menjadi sektor penentu dalam realisasi penerimaan pajak. Selain jumlahnya besar, perputaran ekonomi pada sektor ini juga tergolong sangat tinggi,” katanya, Kamis, 15 Oktober 2020 di Pekanbaru.

Dia menambahkan, sektor perkebunan masih primadona dalam penerimaan pajak yakni masih didominasi oleh kelapa sawit terutama dari sisi industri dan pengumpul. Untuk PBB sektor ini saja sudah menyumbang setidaknya Rp270 miliar.

Baca: Hari Ini, Nilai Tukar Rupiah Kembali Melemah

Dijelaskan, pihak DJP Riau juga sudah menjadikan hasil temuan Pansus Lahan DPRD Provinsi Riau sebagai acuan untuk menambahkan penerimaan pajak.

“Kami juga sudah MoU dengan Pemda bagaimana penerimaan pajak bisa terus ditingkatkan dengan melihat potensi-potensi yang ada dari hasil temuan Pansus. Sebagai pilot project, kami sudah MoU dengan Pemda Siak. Semua ini kami lakukan untuk menintensifkan penerimaan pajak di sektor ini,” sebutnya.

Untuk diketahui, DJP Provinsi Riau mencatat hingga triwulan III/2020, angka realisasi pajak Rp9,94 triliun atau 69,13% dari target Rp14,38 triliun.

Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kantor Wilayah DJP Riau M Agus Budisantoso menjelaskan, realisasi pajak untuk Riau masih di atas rata-rata nasional.

“Kalau kita lihat untuk pertumbuhan pajak nasional masih -17,33%. Dan Riau masih berada pada rankin kelima secara nasional,” katanya, Rabu, 14 Oktober 2020 di Pekanbaru.

Dia menambahkan, jika dilihat dari kinerja penerimaan pajak per bulan pada 2020 menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan adanya wabah corona.

Pada Januari-April 2020, rata-rata angka realisasi pajak per bulan berada pada 24-25%. Sedang memasuki bulan Maret rata-rata pertumbuhan hanya 19% per bulannya. 

“Naik lagi saat pemerintah menerapkan kehidupan normal baru dan kembali melandai,” jelasnya.

Dia menambahkan, secara komoditi penerimaan pajak di Riau masih didominasi perkebunan sawit.

Sedang untuk angka realisasi kepatuhan wajib pajak dalam menyampaikan SPT tahunan, tercatat sebesar 75,04% atau 280.032 dari target 347.054 wajib pajak yang seharusnya menyampaikan SPT. (bpc2)