Sejarah Dunia Terpusat ke Eropa? Peta Ini Menjawabnya

Minggu, 28 Juni 2020 11:42
Sejarah Dunia Terpusat ke Eropa? Peta Ini Menjawabnya

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Apakah kamu penasaran, mengapa sejarah dunia selalu dikaitkan dengan Benua Biru Eropa?

Dimulai dari masa Yunani dan Romawi kuno, revolusi industri, revolusi sosial, hingga perang dunia selalu terfokus ke Eropa.

Nah, foto dari akun instagram @suprememaps ini bisa menjawab rasa penasaran kamu.

Akun @suprememaps mengunggah peta dunia yang terbagi dalam beberapa warna untuk menjunjukkan wilayah.

Baca: Catatan Sejarah 1 Juli: Kepolisian Republik Indonesia Resmi Didirikan

Warna ungu menunjukkan Eropa, hijau pekat untuk daerah yang dijajah atau dipengaruhi Eropa, warna hijau muda untuk wilayah yang terpengaruhi Eropa atau sebagian wilayahnya dikuasai Eropa.

Kemudian, ada warna kuning untuk menggambarkan wilayah yang ada pengaruh Eropa.

Terakhir, ada warna jingga untuk wilayah yang tak pernah dijajah Eropa.

Hasilnya mengejutkan. Hampir semua wilayah di bumi ternyata pernah dijajah oleh bangsa Eropa.

Mulai dari Asia, Afrika, hingga Amerika. Bahkan, penduduk Benua Amerika dan Australia (termasuk Selandia Baru) merupakan pendatang dari Eropa.

Hanya beberapa wilayah saja yang tak pernah dijajah oleh bangsa Eropa. Diantaranya Jepang, duo Korea, Thailand, dan Liberia di Afrika.

Negara seperti China sebagian wilayahnya pernah dikuasai bangsa Eropa, seperti Hong Kong dan Macau.

Sementara, Iran dan Mongolia tak pernah dijajah bangsa Eropa, namun dianggap banyak terpengaruh oleh Eropa.

Bagaimana dengan Indonesia?

Tak perlu dijelaskan, Indonesia sudah mulai didatangi bangsa Eropa sejak abad ke 16.

Bangsa Eropa pertama yang mendatangi Indonesia adalah Cornelis de Houtman pada 27 Juni 1596.

de Houtman mendarat di Banten, dan melakukan perdagangan rempah dengan penduduk lokal.

Karena sombong dan tak menghargai penduduk lokal, de Houtman kemudian diusir dari Banten.

de Houtman akhirnya tewas di tangan laksamana perempuan Aceh, Laksaman Malahayati.

Namun, jalur pelayaran de Houtman telah membuka jalan bagi Belanda dan bangsa Eropa lain untuk menguasai Indonesia.

Tujuan bangsa Eropa ke Indonesia saat itu adalah untuk mencari sumber rempah, kemudian melakukan monopoli.

Saat itu, Maluku merupakan daerah penghasil rempah, seperti cengkeh dan buah pala.

Sementara, wilayah Indonesia lain, seperti Sumatera, Banten, dan lainnya dikenal penghasil emas, ataupun daerah perdagangan rempah.

Indonesia kemudian terus dikuasai bangsa Eropa, hingga tahun 1942, saat Jepang datang.

Setelah melihat peta ini, bagaimana tanggapanmu?

(bpc2)