Tol Permai Beroperasi, HK Imbau Pengendara Tetap Patuh pada Protokol COVID-19

Selasa, 19 Mei 2020 14:02

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Sejak kemarin, Senin, 18 Mei 2020, tol Pekanbaru – Dumai (Permai) Seksi 1 sepanjang 9,2 KM dari Pekanbaru sampai Minas, resmi dibuka secara fungsional hingga 1 Juni 2020 mendatang.

Di ruas tol ini, Hutama Karya telah mempersiapkan (dua) titik pos check point yang terletak di Pintumasuk Gebang Tol (GT) Pekanbaru dan Minas. Di sepanjang ruas Japan Tol Trans Sumatera juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti 193 kendaraan siaga (Ambulance, Mobil Derek dan PJR), 62unit VMS dan 208 titik Gardu Tol Otomatis.

SEVP of Corporate Secretary PT. Hutama Karya Muhammad Fauzan mengatakan, pada prinsipnya tetap mengikuti regulasi dari pemerintah. Hingga saat ini pun Hutama Karya telah menghentikan sementara fasilitas top-up tunai, serta melakukan pembagian masker, hand sanitizer dan tongkat tol secara gratis di sejumlah ruas tol-nya.

“Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengendara untuk tetap mematuhi peraturan yang berlaku, membatasi diri untuk keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak, menggunakan masker apabila keluar rumah, serta untuk sementara tidak melakukan kegiatan mudik ke kampung halaman demi mencegah penyebaran COVID-19,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2020.

Baca: Mengintip Bisnis Tanaman Bonsai Sukirman

Sementara itu seminggu jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, PT Hutama Karya (Persero) memastikan kondisi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) kondusif di tengah larangan mudik lebaran yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Hingga hari ini, Selasa (19/5) Hutama Karya telah melakukan berbagai persiapan agar dapat memberikan pelayanan optimal bagi kendaraan yang masih diizinkan untuk melintas di seluruh ruas tol yang dikelolanya termasuk di JTTS.

“Per hari ini terpantau volume kendaraan yang melintas di JTTS mencapai 633.145 kendaraan. Meskipun begitu, belum terlihat adanya peningkatan volume kendaraan,” kata Executive Vice President Divisi Operasi dan Pemeliharaan Jalan Tol Hutama Karya, J. Aries Dewantoro.

Dalam keterangan tertulisnya, dia mengatakan bahwa persiapan yang telah dilakukan Hutama Karya tahun ini cukup berbeda dari tahun sebelumnya dimana persiapan kali ini lebih mengutamakan aspek protokol pencegahan Covid-19 yang ketat.

“Kami mendukung arahan pemerintah untuk tidak mudik pada lebaran kali ini. Meski begitu, kami tetap melakukan persiapan di ruas-ruas tol yang kami kelola seperti pembuatan posko lebaran dan check point, penyekatan di beberapa ruas tol, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat dengan mengedepankan physical distancing di Tempat Istirahat Sementara (TIS),” uangkapnya.

“Khusus untuk di TIS, kami tidak mengizinkan penjulan makanan atau minuman, namun untuk berbagai fasilitas seperti SPBU, Musholla, Toilet akan tetap dibuka seperti biasa,” ujar Aries.

Dia menambahkan, menyampaikan check point dan penyekatan masing-masing berada di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter), ruas tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), ruas tol Medan – Binjai (Mebi) Seksi 2 dan 3.

Selanjutnya check poin juga disediakan di ruas tol Palembang – Indralaya (Palindra), dan Pekanbaru – Dumai (Permai) Seksi 1. Di ruas tol Bakter.

Check point dan posko jalur lebaran tersebut tersebar di 6 titik yaitu di Rest Area KM 20B & 49A, Rest Area 87 A&B, dan KM 116 A&B, sementara di Ruas tol Terpeka terletak di Gerbang Tol (GT) Gunung Batin, GT Menggala, GT Lambu Kibang, GT Way Kenanga, GT Simpang Pematang, GT Kayu Agung, dan ada satu Posko tambahan di Rest Area 215.

“Hanya kendaraan yang memiki KTP dan plat kendaraan sesuai provinsi, menggunakan masker dan bersuhu tubuh normal yang boleh melintas dan kendaraan tersebut juga harus di periksa di setiap pos check point,” jelasnya.

Dia menambahkan, jika memenuhi kriteria yang ditetapkan melalui Permenhub No 25 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H, kendaraan tersebut diperbolehkan melintas.

“Apabila tidak, kendaraan tersebut akan kami putar balikkan dan tidak diizinkan melintas di ruas-ruas tol tersebut. Lalu untuk Bus yang tidak memiliki stiker Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai angkutan aman Covid-19 akan ditahan dan penumpangnya akan dikembalikan ke daerah asal” imbuhnya. (bpc3)