Proyeksi Nasib Harga CPO di Awal 2021, Adakah Kabar Gembira?

Jumat, 04 Desember 2020 11:15
Proyeksi Nasib Harga CPO di Awal 2021, Adakah Kabar Gembira?
Buah sawit panen masyarakat di Dumai, Riau. (Melba/Bertuahpos)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kampanye negatif dari UNI Eropa, hingga persoalan kondisi cuaca mewarnai sepak terjang sawit dan Crude Palm Oil atau CPO dalam negeri sepanjang tahun 2020. Lantas adakah kabar gembira mengenai pergerakan harga CPO pada 2021 mendatang?

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memperkirakan produksi minyak kelapa sawit pada 2021 naik tipis sekitar 3,5%, seiring dengan kabar bakal didistribusikannya vaksin Covid-19.

Advertisement

“Kenaikan kemungkinan akan ditopang dari meningkatnya produksi industri makanan pada tahun depan sebesar 2,5%. Sedangkan untuk ekspor sawit diperkirakan juga akan melonjak hingga 11,5% dengan asumsi pulihnya perekonomian global,” kata Wakil Ketua Umum III GAPKI Togar Sitanggang, seperti dikutip dari CNBCIndonesia.com, Jumat, 4 Desember 2020.

Prediksi kenaikan akan semakin besar jika pemerintah komit untuk mandatori B30 pada tahun depan, dengan perkiraan angka kenaikan hingga 12% untuk biodisel.

Baca: Dijamin Beda! Sensasi Rasa Curry Pada PopCorn yang Menggoyang Lidah

“Kenaikan konsumsi juga akan mendorong harga harga minyak sawit menjadi US$ 750-850 per metric ton,” katanya tambahnya.

Penting menjadi catatan pemerintah, bahwa jika mandatori untuk biodisel turun ke B20, maka perkirakaan angka penurunan juga cukup signifikan yakni sampai 25% yang membentuk harga sawit di kisaran US$ 600-700 per metric ton.

Sementara hingga akhir tahun ini, produksi CPO diperkirakan naik 0,43% menjadi 47,41 juta ton dari 47,18 juta ton pada 2019. Peningkatan produksi CPO ini menurutnya didorong dari penyerapan biodiesel. Penyerapan minyak sawit untuk biodiesel diperkirakan mencapai 7,2 juta ton sampai akhir tahun ini.

Konsumsi sawit dalam negeri juga sangat ditopang oleh industri oleochemical sehingga mencatat konsumsi domestik mencapai 1,57 juta ton atau naik 48,96% dari 2019.

Hal ini didorong permintaan pasar untuk bahan baku sabun serta pembersih lainnya yang meningkat selama pandemi Covid-19. (bpc2)

Berita Terkini

Sabtu, 16 Januari 2021 20:11

Abu Bakar, Orang Indonesia Pianis Pribadi Adolf Hitler

#PIANIS #ADOLF HITLER

Sabtu, 16 Januari 2021 16:32

Joe Taslim Bakal Beraksi di Mortal Kombat 2021

#MortalKombat #hiburan #JoeTaslim

Sabtu, 16 Januari 2021 16:16

Khitan Massal at Home Kedepankan Protokol Kesehatan

#sosial #khitan

Sabtu, 16 Januari 2021 16:03

Air Gambut Riau Hitam dan Kotor? Sekarang, Dulu Lain

#GAMBUT

Sabtu, 16 Januari 2021 15:32

Kepulauan Meranti Difokuskan Jadi Sentra Budidaya Ikan Kakap dan Bawal

#bisnis #budidayaikan #meranti

Sabtu, 16 Januari 2021 14:34

ESDM Catat Target Lifting Migas Riau 2020 Lampaui Target

#migas #lifting #bisnis

Sabtu, 16 Januari 2021 14:30

Gempa Majene: 43 Tewas Akibat Tertimpa Bangunan

#SULBAR

Sabtu, 16 Januari 2021 13:30

Hentikan Vaksinasi Jika Ada Efek Samping Serius

#EfekSamping #vaksin #sinovac #kesehatan

Sabtu, 16 Januari 2021 12:57

23 Orang di Norwegia Meninggal Dunia Setelah Disuntik Vaksin

#vaksinasi #kesehatan #internasional