Harga Kedelai Diperkirakan Masih Tinggi Hingga Mei 2021

Senin, 11 Januari 2021 15:31
Harga Kedelai Diperkirakan Masih Tinggi Hingga Mei 2021

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Harga kacang kedelai diperkirakan masih akan tinggi hingga Mei 2021 mendatang. Menurut Kementerian Perdagangan RI, perkiraan ini merujuk pada prediksi harga kedelai global masih bertahan di level tinggi sampai Mei 2021 akibat ketatnya pasokan dari negara produsen dan naiknya permintaan.

Harga diproyeksi mulai turun pada Juni seiring membaiknya produksi di negara-negara Amerika Selatan. “Kami baru melihat hasil pertanian 2021 ini dinyatakan baik dan Brasil akan kembali produksi mungkin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 11 Januari 2021.

Advertisement

Dijelaskan, cuaca basah yang menyebabkan fenomena La Nina di Amerika Selatan telah mengakibatkan produksi di Brasil dan Argentina terganggu pada akhir tahun. Selain itu, aksi mogok pekerja di Argentina turut menyebabkan gangguan logistik pada pengapalan.

Di samping itu, Amerika Serikat selaku produsen utama lainnya justru menerima lonjakan permintaan kedelai dari China seiring membaiknya peternakan babi di Negeri Panda usai sempat terganggu akibat fenomena demam babi Afrika (ASF). 

Baca: Akhir 2019 Ini Satu Pintu Tol Pekanbaru-Dumai Dibuka

Permintaan kedelai China yang biasanya di kisaran 15 juta ton kini mencapai 28 juta ton dalam setahun. Meski pasokan dan permintaan kedelai masih akan ketat sampai 4 bulan ke depan, Lutfi memastikan pasokan kedelai ke Tanah Air tetap akan aman meski harga tinggi tidak bisa dihindari.

Dia menyebutkan selama harga kedelai saat tiba di Tanah Air berada di atas Rp8.000 per kilogram (landed cost), Kementerian Perdagangan akan menjadi penengah dari sisi importir sampai ke pasar demi memastikan harga jual berada di level wajar.

“Kementerian Perdagangan akan membantu mereka untuk memberikan estimasi harga wajar tahu dan tempe. Misal pada hari ini, harga wajar adalah Rp15.000 per kilogram. Jika pada kemudian hari harga akan naik kami akan mengumumkan pada pasar berapa harga yang wajar untuk tahu dan tempe,” papar Lutfi.

Harga kedelai di gudang importir untuk saat ini berkisar di level Rp8.500 per kilogram yang diikuti dengan harga di perajin di level Rp8.800 sampai Rp8.900 per kilogram. Sementara itu, harga tempe diketahui mencapai Rp15.000 per kilogram menyesuaikan naiknya biaya produksi.

Lutfi mengatakan kenaikan harga di konsumen idealnya mengikuti pergerakan harga di tingkat perajin. Tetapi, jika harga kedelai impor telah bergerak di bawah Rp8.000 per kilogram, dia mengharapkan mekanisme pasar dapat membentuk keseimbangan harga baru mengingat tata niaga komoditas ini tidak diatur oleh Kementerian Perdagangan. (bpc2)

Berita Terkini

Jumat, 22 Januari 2021 11:31

Pentumbuhan Penduduk Tertinggi di Riau Masih Terpusat di Pekanbaru

#SensusPenduduk #BPS #JumlahPenduduk #Riau

Jumat, 22 Januari 2021 11:28

Prospek Daya Beli Mobil Bekas di Riau 2021 Diprediksi Top Cer

#Bisnis #Otomotif #MobilBekas #Riau

Jumat, 22 Januari 2021 10:43

Viral, Penumpang Angkot Hanya Ingin Bayar Rp200 Perak

#RP200

Jumat, 22 Januari 2021 10:34

Trump Siapkan Pengacara Baru Hadapi Sidang Pemakzulan

#Trump #SidangPemakzulan #AS

Jumat, 22 Januari 2021 10:10

BPS Catat Jumlah Penduduk Riau Bertambah 855,72 Ribu Jiwa dalam 1 Dekade

#SensusPenduduk #BPS #HasilSensus

Jumat, 22 Januari 2021 09:54

Optimis Tol Pekanbaru-Bangkinang Rampung Sesuai Terget

#tol #pekanbarubangkinang #riau

Jumat, 22 Januari 2021 09:41

Klopp Tak Percaya: Liverpool Tak Mungkin Kalah dalam Pertandingan

#Liverpool #JurgenKlopp #Olahraga