Disperindag: Tak Masalah Harga Ayam Berbeda

Jumat, 07 Maret 2014 19:22
Disperindag: Tak Masalah Harga Ayam Berbeda
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Harga jual ayam potong di pasar tradisional dan dekat pemukiman berbeda. Tak jarang pedagang yang menjual di pasar tradisional mengeluhkan perbedaan harga yang menyebabkan penjualan mereka menurun.

Namun menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), El Syabrina kepada bertuahpos.com, Jumat (07/02/2014) selisih harga bisa dari ongkos dari pengadaan ayam potong.

Â
 “Itu mungkin karena cost yang dikeluarkan masing-masing penjual yang berbeda,” ujarnya. Bila lokasi pedagang lebih dekat dengan kandang  pemasok ayam potong tentu harga jual lebih murah daripada
yang ada di pasar.

Saat ditanya apakah Disperindag ada tindakan terkait perbedaan harga, El Syabrina menuturkan pihaknya hanya ikut campur bila ada komplain dari masyarakat. Pihaknya tidak bisa menyalahkan penjual ayam
menjual lebih murah.Â

Â
“Kalau masyarakat tidak komplain, berarti tidak ada masalah dengan hal tersebut,” tuturnya.

Selain itu pangsa pasar tiap pedagang berbeda. “Kalau yang di dekat pemukiman tentu lebih banyak dari warga sekitar, begitu juga yang di pasar tentu punya segmen tersendiri,” tuturnya.

Baca: Sebelum Harga Tiket Pesawat Rute Pekanbaru Turun, ASITA Riau Masih Pada Sikap Semula

Wahab, pedagang ayam potong di tepi Jalan Suka Karya menyebutkan perbedaan harga di tempatnya dengan di pasar pada upah potong. “Kalau kami paling Rp 1000 sampai Rp 2000, mungkin di Pasar sekitar Rp 3000,”
ujarnya. Selain itu menurut Wahab, harga dari pemasok ayam bisa saja berbeda beda menjadi salah satu faktor perbedaan. (riki)

Â