• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dari Penyedia Alkes Banting Stir Jadi Eksportir, Ini Cerita Syafii

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
10 Agustus 2020
167
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Ingin merubah nasib, itulah motivasi kuat Syafii banting setir dari penyedia alkes, menjadi eksportir. Walaupun pemula, Syafii sudah mengirim produk perdananya berupa kelapa ke Karachi Pakistan, di tahun 2019.

Penuh lika-liku? Pasti. Setamat SAA Pekanbaru (1990), Syafii bekerja di perusahaan farmasi selama 13 tahun di Jakarta Selatan. Setahun berikutnya dia menjadi agen Sari Roti dengan 6 gerobak dan bagi fee dengan pedagang gerobaknya. 

Lalu, dia menjadi chemical supplier di PLTU, hingga habis kontrak dan serah terima dengan PLN. 

Tahun 2018, Syafii pun mendirikan PT Faris Chemitech Nusantara, yang salah satu bidang usahanya eskpor-impor. September 2019,  baru mulai ekspor kelapa sebanyak 26 ton lebih. Dapat untung Rp8 juta.

Kenapa Dia Tertarik dengan Ekspor-Impor? 

Kata dia, banyak yang sukses karena memilih ekspor-impor dalam mengembangkan bisnis. Contohnya Singapura. Negara yang tidak punya komoditas, namun menjadi negara eksportir terbesar. 

“Tahun 2013 saya pernah ikut pelatihan ekspor-impor. Namun, baru tahaun 2018 terwujud (punya perusahaan sendiri), saya buka perusahaan berbadan hukum, PT Faris itu. Alasan kedua, karena potensi ekspor-impor, cepat mendatangkan income. Apalagi ekspor itu, quantiti-nya banyak. Satu kontainer saja, jumlahnya 25.000 kilo, atau 25 ton,” ungkapnya saat bercerita dengan bertuhapos.

Walaupun kuantitasnya terbilang kecil,  Syafii merasa puas, karena bisa menembus ekspor ke Pakistan. Tantangan terberat Syafii kini pengiriman CPO,  minyak goreng, dan gliserin.

Melihat Peluang

Negara peminat yakni Singapura, Vietnam, dan Qatar. Agar itu terwujud ada 2 hal yang paling penting, yakni trust dan funding. 

“Semuanya terwujud karena trust. Berawal dari Letter off inten (LOI), atau surat minat. Berapa kebutuhan negara buyer, kita menerbitkan full corporate over ( FCO) sebagai penawaran dari perusahaan kita.”

“Sebenarnya peluang itu yang harus kita tangkap, karena negara kita penghasil komoditas terbesar di dunia. Misalnya manggis ada permintaan dari Hongkong, sementara Hongkong ambil dari Malaysia, dan Malaysia ambil dari kita. Berarti Malaysia yang mendapat keuntungan,” ungkap Syafii.

Dia menambahkan, Indonesia punya banyak peluang ekspor. Apalagi kalau sudah tau siapa buyer dan supplier, tinggal funder yang perlu diyakinkan. 

“Harusnya pemerintah mencarikan  solusi perusahaan yang terbentur pembiayaan. Jadi kita tidak harus memiliki dana senediri. Asal perusahaan sudah punya, legal izin-izin sudah ada, pembeli sudah ada, supplier sudah ada, funder yang belum ada. Tinggal buar rekening bersama,” yakin pria bersahaja ini. (bpc5)

Tags: alkesbisniscara ekspor barangEkspor-Impor
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Proses produksi oleh-oleh khas Riau keripik kulit ikan patin Melayu Crackers (Malakers) | Foto: Bertuahpos / Melba.
Berita Pilihan

Kisah di Balik Kriuknya Melayu Crackers, Kulit Ikan Patin Berstranformasi Menjadi Oleh oleh Premium

...

Read moreDetails
Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Garuda Indonesia-Pelita Air Masih Bahas Rencana Konsolidasi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Danantara Gabung KSSK untuk Perkuat Investasi, Fokus ke Pertumbuhan Ekonomi

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Pemprov Riau Dorong ASN Kelola Usaha Budidaya Ayam Petelur Skala Kecil

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Laba Hutama Karya Lampaui Target, Kontrak Baru Naik 22 Persen

Proyek Mixed-Use Australia Senilai Rp25 Triliun Siap Digarap

Proyek Mixed-Use Australia Senilai Rp25 Triliun Siap Digarap

Next Post
Harga emas Antam

Investasi Emas Dimana? Antam, Pegadaian, Bank atau Ritel?

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.