Bisnis Tambak Udang, BLJ Akan Jadikan Bengkalis Pusat Ekspor Udang

Sabtu, 29 Juni 2013 09:12
Bisnis Tambak Udang, BLJ Akan Jadikan Bengkalis Pusat Ekspor Udang
BERTUAHPOS, BENGKALIS – Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) serius membangun dan mengembangkan bisnis usahanya.
Â
Bukan cuma sektor usaha energi dan minyak dan gas (migas) berskala besar saja yang diincar, tapi bisnis yang sangat potensial seperti budidaya tambak udang juga akan segera diwujudkan.
Â
Direktur Utama PT BLJ Group, Yusrizal Andayani mengungkapkan, BLJ berniat membuka usaha budidaya tambak udang dengan pola kemitraan bersama masyarakat tempatan. Caranya dengan membuat areal tambak udang di beberapa daerah potensial di Kabupaten Bengkalis. Di antaranya di Desa Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara dan Desa Cinggam, Pantai Lohong, Kecamatan Rupat.
Â
“Tahun ini kami berniat untuk membuka lahan tambak udang sekitar 12 hektare di Desa Tanjung Lapin, Kecamatan Rupat Utara. Sementara Lahan untuk tambak udang di Desa Cingam Pantai Lohong Kecamatan Rupat ada 60 hektare yang akan digarap,” terang Yusrizal.
Â
Lebih jauh menurut Yusrizal, pihaknya sudah koordinasikan juga dengan aparatur pemerintahan setempat karena usaha tambak udang ini akan dikelola dengan pola kemitraan bersama masyarakat sekitar. “Sebagai harapan, masyarakat setempat ikut terberdayakan dalam program ini agar kesejahteraan masyarakat terbantu,” harap Yusrizal.
Â
Berdasarkan studi kelayakannya, manajemen BLJ memprediksi, jika program ini berjalan lancar, kedua usaha tambak udang ini mampu memproduksi udang hingga 800 ton per tahun. Tentunya program ini tidak main-main, selain memiliki kapasitas produksi yang tinggi juga bercita-cita menjadikan Bengkalis sebagai pusat ekspor udang di Indonesia.
Â
Niat BLJ membuat usaha usaha tambak udang juga ditopang dengan prospek bisnisnya yang cerah karena tingginya permintaan udang. Makanya, produksi tambak udang ini bukan cuma untuk memenuhi konsumsi lokal tapi juga untuk diekspor ke beberapa negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.Â
Â
“Ini untuk diekspor, permintaannya sudah ada seperti dari dan Batam, Malaysia, dan Singapura. Supaya rencana bisnis ini berjalan maksimal, kami libatkan juga konsultan berpengalaman dari ITB dan IPB yang sukses melakukan tambak udang di Bali dan Banyuwangi,” katanya.
Â
Menurut Yusrizal, tambak udang ini rencananya akan beroperasi Mei 2013 dan ditargetkan Desember 2013 produksinya sudah bisa diekspor. “Kita sudah mendapat dukungan dari Pemkab Bengkalis yang akan membangun infrastruktur pendukungnya, mulai dari akses jalan sampai jaringan listrik pada usaha tambak udang ini,” terangnya lagi.
Â
Menurut Bupati Kabupaten Bengkalis,  Ir H Herliyan Saleh MSc, selain kondisi geografis Bengkalis sangat cocok dibuat budidaya udang dan ikan, juga berpotensi besar sangat mudah dipasarkan, karena tingkat permintaan dan konsumsi akan udang serta kakap sangat tinggi.
Â
“Apalagi Kabupaten Bengkalis sangat dekat dengan Malaysia dan Singapura. Ketika rencana ini berhasil dilakukan di Bengkalis, maka akan sangat mudah diekspor ke kedua negara tersebut,” kata Herliyan.
Â
Pandangan optimis Herliyan ke depannya, ia bercita-cita Kabupaten Bengkalis mampu menjadi pilot project tambak udang di Riau. Tidak tertutup kemungkinan, Bengkalis bisa menjadi pusat ekspor udang dan kakap di Indonesia.
Â
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Riau, Prof Irwan Effendi menyambut positif rencana bisnis yang dilakukan BLJ untuk membuat usaha tambak udang. Menurutnya, sektor budidaya perairan seperti usaha tambak udang punya prospek cerah di Riau.
Â
Ditambah lagi, kata Irwan, Kabupaten Bengkalis memang memiliki nilai plus dikarenakan beberapa daerahnya potensial untuk budidaya perikanan. Kabupaten Bengkalis juga dekat dengan Singapura dan Malaysia, dua negara yang punya tingkat konsumsi tinggi atas udang.
Â
Bagi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis, Ahmad Ramli, pihaknya akan mensosialisasikan program ini ke tengah masyarakat di dua daerah di Pulau Rupat yang akan dijadikan kawasan budidaya udang tersebut.
Â
“Kita akan yakinkan kepada masyarakat tentang menariknya bisnis tambak udang yang akan diselenggarakan BLJ nantinya. Selain dapat meningkatkan perekonomian petani, peluang bisnis ini juga membuka lapangan pekerjaan,” ujar Ahmad. Â
Â
Direktur Eksekutif PT BLJ, Dudi Setiadi Hendrawan berpandangan, akses transportasi serta sarana dan prasarana pendukung lainnya harus diperhatikan dalam mendukung program penempatan budidaya udang di Pulau Rupat.
Â
Sarana transportasi seperti jalan yang mulus merupakan faktor penentu untuk kegiatan operasional, terutama dalam pengadaan benih, pengadaan pakan, dan pengangkutan hasil panen. Sebagai langah awal, dalam menjalankan program ini BLJ akan memanfaatkan transportasi air untuk mengatasi masalah akses ini. Â
Â
“Kedepannya kita harapkan kepada Pemkab Bengkalis untuk memperhatikan akses transportasi ke Pulau Rupat demi mendukung keberhasilan usaha budidaya ini. Supaya nantinya BLJ dalam mengelola budidaya udang ini tidak menyebabkan biaya produksi tinggi,” pinta Dudi.
Â
Selain itu, Dudi meyakinkan, sudah saatnya petani di Bengkalis, terutama di Pulau Rupat, menggeluti peluang usaha ini. Soal kemampuan petani, BLJ berjanji akan membina dan membentuk SDM yang paham akan budidaya udang dan ikan yang berkualitas. Sebagai tahap awal, BLJ akan kembangkan budidaya tambak udang.
Â
“Sebagai penggerak utama dalam menjalankan budidaya udang dan ikan ini, petani merupakan salah satu pelaku yang harus menjadi perhatian kita. Kita akan bentuk petani yang bisa belajar membudidaya sekalian berbisnis,” harap Dudi. (riaubisnis.com)