Ternyata Luhut Pernah Ancam Bekukan Organisasi Pemuda Pancasila

Sabtu, 27 November 2021 15:12
Ternyata Luhut Pernah Ancam Bekukan Organisasi Pemuda Pancasila
Luhut Binsar Panjaitan.

BERTUAHPOS.COM — Pada tahun 2016 lalu, Luhut Binsar Pandjaitan pernah mengeluarkan ancaman untuk membekukan organisasi Pemuda Pancasila (PP). Ancaman yang dilayangkan Luhut terkait aksi demontrasi yang dilakukan oleh PP di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim).

Saat itu, PP menggeruduk Kejati Jatim untuk memprotes penahanan La Nyalla Mahmud Mattalitti yang menjadi tersangka korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur.

Mereka beralasan, penahanan La Nyalla saat itu menyalahi prosedur hukum. Karena kesal dengan demo PP, Luhut Panjaitan pun memberi ultimatum.

“Pemuda Pancasila jangan macam macam. Kau demo boleh, tapi jangan di tempat-tempat yang tidak disediakan‎. Kalau macam-macam lagi, saya bekukan, saya akan tangkap kamu,” kata Luhut pada Jumat, 18 Maret 2016, seperti dikutip dari KompasTV, Sabtu, 27 November 2021. 

Baca: Kasus Fee Asuransi Bank Riau Kepri, Fitra Riau Sebut Manajemen Lebih Utamakan Keuntungan Pribadi Ketimbang Dividen

Kata Luhut, PP memang memiliki hak menyampaikan pendapat. Namun, dia menyoroti kepatuhan hukum saat demo dan tindakan PP yang menggunakan kekerasan saat unjuk rasa.

“PP mau demo silakan saja, nggak ada masalah. Tapi demo itu jangan rusuh. Demo merusak kantor itu nggak boleh,” sebutnya.

Mendengar ancaman itu, PP malah balik menantang Luhut. Mereka juga menggelar kembali demo di depan Kejati Jatim.

Kini, Pemuda Pancasila kembali menjadi pembicaraan masyarakat. Bermula dari bentrokan PP dengan Forum Betawi Rempug (FBR), anggota DPR Junimart Girsang meminta pembubaran ormas itu.

Pemuda Pancasila membalas ucapan Junimart dengan melakukan unjuk rasa menuntut permintaan maaf dari Junimart. Dalam demo itu, sekelompok anggota PP mengeroyok Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali.

Belakangan, Junimart meminta maaf pada PP. Sementara, 15 anggota ormas itu menjadi tersangka akibat membawa senjata tajam saat demo dan 1 anggota lain ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan polisi. (bpc2)

Berita Terkini

Selasa, 25 Januari 2022 12:14

Cek di Sini, Kalau Mau Tahu Harga Karet di Riau Sepekan ke Depan

Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengeluarkan data harga bahan olahan karet rakyat atau Bokar. Harga ini berlaku untuk sepekan ke depan.

Selasa, 25 Januari 2022 12:03

Ha? Akun IG Giring Ganesha Hilang, PSI Gelabakan

Akun IG Giring Gaseha (@giring) hilang. Kejadian ini cukup mengagetkan bagi PSI. Sebab, belum parnah terjadi hal seperti itu.

Selasa, 25 Januari 2022 11:35

Obati Bisul dengan Barang-barng Dapur Ini

Yang pernah mengalami bisul, pasti merasakan berapa nyerinya. Bisul timbul karena darah kotor.

Selasa, 25 Januari 2022 11:20

Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi, Usia 10-20 Tahun Rp3.456

Harga TBS sawit di Riau naik lagi. Kenaikan tertinggi terjadi untuk buah kelapa sawit umur 10-20 tahun. Kenaikan disebabkan oleh beberapa faktor.

Selasa, 25 Januari 2022 11:03

Mendagri Malaysia Bahas Ilegal Fishing di Selat Malaka, Apa yang Mereka Sepakati?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Datok Sri Hamzah Bin Zainudin menyatakan negaranya konsen untuk memberantas ilegal fishing

Selasa, 25 Januari 2022 09:37

500 Hektare Kebun Kelapa di Inhil Akan Direplanting Tahun Ini

Sebanyak 500 hektare kebun kelapa petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau akan direplanting tahun ini.

Senin, 24 Januari 2022 20:12

Angka Kematian Omicron Rendah, ‘Tak Perlu Panik & Khawatir’

Angka kematian akibat Covid Omicron tergolong rendah. Masyarakat diminta tak panik.

Senin, 24 Januari 2022 19:04

Logam Tanah di Lumpur Lapindo Dikaji, Benarkah Jadi ‘Harta Karun’? 

Potensi logam tanah di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur mencuri perhatian banyak pihak.