Sindir Kasus Bahar Smith, Abu Janda Ungkit-ungkit ‘Kitab Suci Fiksi’ Rocky Gerung

Senin, 03 Januari 2022 15:27
Sindir Kasus Bahar Smith, Abu Janda Ungkit-ungkit ‘Kitab Suci Fiksi’ Rocky Gerung

BERTUAHPOS.COM — Permadi Arya alias Abu Jandakembali mengungkit pernyataan pengamat politik Rocky Gerung soal ‘kitab suci fiksi’. Pernyataan itu memang pernah dilontarkan Rocky Gerung saat mengisi acara di ILC.

Sindiran Abu Janda tentang ‘kitab suci fiksi’ Rocky Gerung ini berkaitan dengan kasus Bahar Smith dan pengikutnya yang mengkritik KSAD Jenderal Dudung Abdurachman karena menyebut ‘Tuhan bukan orang Arab.’

Menurut Abu Janda kritik bahkan tuduhan hina Islam dari pengikut Bahar Smith ini hanya bentuk persekusi bagi pihak-pihak yang dianggap berseberangan, atau lawan politik.

Dia kemudian membandingkan dengan pernyataan pengamat politik Rocky Gerung yang pernah menyebut ‘Kitab suci hanya fiksi’ semata alias khayalan.

Baca: Cerita Masyarakat Koto Tuo di Kuansing yang Sangat Ingin Punya Mesjid

Menurut pengikut Bahar, apa yang disampaikan Rocky Gerung tidak menghina Islam karena tidak spesifik menyebut Al-Qur’an. Padahal, sambung Abu Janda, pernyataan KSAD Dudung juga tidak spesifik menyebut Allah dalam pernyataan ‘Tuhan bukan orang Arab.’

“Jenderal Dudung mengatakan Tuhan kita bukan orang Arab tidak spesifik menyebut Allah lho! Tapi kenapa tiba-tiba ada yang ngamuk mengatakan Jenderal Dudung menghina Islam? Sekarang kita bandingkan, dulu Rocky Gerung pernah mengatakan kitab suci itu fiksi atau khayalan, lalu gerombolan yang nuduh Jenderal Dudung menghina Islam mati-matian ngebela Rocky Gerung dengan argumen Rocky Gerung kan hanya menyebut kitab suci tidak spesifik Al-Qur’an maka Rocky Gerung tidak menghina Islam” tegas Abu Janda lewat reels Instagram resminya, @permadiaktivis2 dikutip Senin, 3 Januari.

Perbandingan ini, menurutnya jelas bahwa perkara menghina Islam itu terserah penafsiran kelompok-kelompok seperti mereka. Kalau kawan seperti Rocky Gerung dinilai tidak menghina Islam, selanjutnya kalau lawan maka menghina Islam. “Jadi pasal penistaan agama mereka gunakan untuk mempersekusi lawan politik saja,” tegas Abu Janda. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 19 Januari 2022 20:39

Teller Bank BRI Leluasa Bobol Rekening Nasabah, Pekan Depan Diadili

Teller Bank BRI ini sebelumnya leluasa membobol rekening 8 nasabah dengan nilai Rp1,2 miliar.

Rabu, 19 Januari 2022 20:33

Terjadi Panic Buying Beli Minyak Goreng, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Sidak Ritel Guna Cegah Penimbunan

Bahkan viral di media sosial emak-emak rela antre untuk membeli minyak goreng satu harga yang mulai diterapkan hari ini.

Rabu, 19 Januari 2022 17:06

Pemprov Riau Diminta Batalkan Penyertaan Modal Ke Jamkrida dan BRK

Aksi unjuk rasa ini digelar di depan Kantor Gubernur Riau pada, Rabu, 19 Januari 2022 di Pekanbaru. 

Rabu, 19 Januari 2022 17:03

Akhir Pekan Ini Mendagri Tito Karnavian ke Riau, Salah Satu Agendanya Tinjau Vaksinasi Massal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian diagendakan akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau.

Rabu, 19 Januari 2022 16:09

Riau Sudah Berangkatkan 221 Jemaah Umrah dalam Tiga Kali Keberangkatan

Keberangkatan dilakukan pada tanggal 8, 10 dan 12 Januari 2022.

Rabu, 19 Januari 2022 14:54

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Sebagai Orang Sunda, Saya Terusik dengan Ucapan Arteria Dahlan

Ridwan Kamil mengaku sangat risih dengan pernyataan yang dilontarkan oleh politisi PDIP Artieria Dahlan.

Rabu, 19 Januari 2022 14:38

Syamsuar Sebut Rata-rata 20 Perkara Hukum Dihadapi dalam Setahun

Jumlah perkara hukum yang relatif banyak, SDM kurang.

Rabu, 19 Januari 2022 13:25

Rocky Gerung Sebut IKN Nusantara Berpotensi Jadi ‘Kota Hantu’

Rocky mengutip kegelisahaan Sri Mulyani bahwa anggaran untuk membangun IKN Nusantara sebagian besar dari utang.

Rabu, 19 Januari 2022 13:11

Edy Natar Khawatirnya Potensi Kepanikan Sosial, Daerah Jangan Pernah Sepelekan Covid Omicron

“Kalau kepanikan sosial ini terjadi nanti, akan mempengaruhi psikologis masyarakat kita.”

Rabu, 19 Januari 2022 12:52

Antisipasi Penyebaran Covid Omicron, Syamsuar Sebut PNS Tak Diizinkan ke Luar Daerah

Langkah ini dalam rangka upaya Pemprov Riau mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.