Scale Up: Kultur Perusahaan Sawit di Riau Masih Adopsi Budaya Belanda, Bertindak Sewenang – wenang

Jumat, 25 Juni 2021 07:30
Scale Up: Kultur Perusahaan Sawit di Riau Masih Adopsi Budaya Belanda, Bertindak Sewenang – wenang
Direktur Eksekutif Scale Up M Rawa El Amady

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Direktur Eksekutif Scale Up M Rawa El Amady mengungkapkan konflik sumber daya alam di Riau sudah terjadi sejak lama. Terbanyak, memang konflik antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan masyarakat yang lebih dulu mendiami sebuah kawasan tertentu.

“Memang ada beberapa hal yang melatar belakangi konflik sumber daya alam, khususnya di Riau. Salah satunya, ya memang kultur sebuah perusahaan kelapa sawit itu dibangun Belanda pada tahun 1900-an di Sumatera Utara, yang identik dengan bertindak sewenang – wenang,” tuturnya kepada Bertuahpos.com, Jumat, 25 Juni 2021.

Rawa menyebut, pada zaman penjajah Belanda kultur yang melanggar norma – norma etik, telah dilanggar bahkan cenderung mengabaikan prinsip – prinsip dasar kemanusian. “Nah kultur itu berpengaruh banyak terhadap kultur perusahaan sawit sekarang, termasuk BUMN,” ungkapnya.

Faktor penyebab lain yang membuat Riau selalu bermasalah terhadap konflik sumber daya alam, kata Rawa, yakni adanya pertentangan hukum negara dengan hukum adat. Bahkan sampai hari ini, masih banyak dijumpai sebidang tanah memiliki 2 dasar hukum.

Baca: Muncul Varian Botswana, Indonesia Tutup Penerbangan dari Afrika

“Kalau kita lihat hukum adat yang berlaku di masyarakat, rakyat selalu memakai itu sebagai dasar mereka memiliki sebuah kawasan. Sedangkan negara negara dan BUMN menggunakan hukum negara. Masalahnya, hukum adat juga diakui oleh negara. Dalam konteks ini negara yang melanggar jika terbukti itu hal adat,” terangnya.

Dia menambahkan, faktor lain yang juga menjadi pemicu munculnya konflik, yakni dalam tahapan penetapan lahan negara. “Jika dilihat dari kasus penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PTPN V terhadap masyarakat di Pantai Raja, Kampar Kiri, PTPN V abai menerapkan prosesor FPIC sehingga hak-hak rakyat ‘terbakar’,” kata Rawa.

“Sebenarnya, hal – hal seperti ini tak lebih dari arogansi pemerintah dan BUMN Sawit yang sewenang-wenang mengambil tanah rakyat. Tahun lalu (2020) ada 2 kasus konflik sumber daya alam yang terjadi di Riau,” urainya. (bpc2)

Berita Terkini

Selasa, 25 Januari 2022 11:20

Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi, Usia 10-20 Tahun Rp3.456

Harga TBS sawit di Riau naik lagi. Kenaikan tertinggi terjadi untuk buah kelapa sawit umur 10-20 tahun. Kenaikan disebabkan oleh beberapa faktor.

Selasa, 25 Januari 2022 11:03

Mendagri Malaysia Bahas Ilegal Fishing di Selat Malaka, Apa yang Mereka Sepakati?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Datok Sri Hamzah Bin Zainudin menyatakan negaranya konsen untuk memberantas ilegal fishing

Selasa, 25 Januari 2022 09:37

500 Hektare Kebun Kelapa di Inhil Akan Direplanting Tahun Ini

Sebanyak 500 hektare kebun kelapa petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau akan direplanting tahun ini.

Senin, 24 Januari 2022 20:12

Angka Kematian Omicron Rendah, ‘Tak Perlu Panik & Khawatir’

Angka kematian akibat Covid Omicron tergolong rendah. Masyarakat diminta tak panik.

Senin, 24 Januari 2022 19:04

Logam Tanah di Lumpur Lapindo Dikaji, Benarkah Jadi ‘Harta Karun’? 

Potensi logam tanah di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur mencuri perhatian banyak pihak.

Senin, 24 Januari 2022 17:22

Polisi Selidiki Soal Besi Jembatan Siak IV yang Hilang

Polisi tengah melakukan penyelidikan terkait banyaknya besi di Jembatan Siak IV banyak yang hilang.

Senin, 24 Januari 2022 17:04

Erick Thohir Sebut Jadi Capres Bukan untuk Cari ‘Untung-untungan’

Erick Thohir menyatakan dirinya tak ingin mencari peruntungan dengan mencapres di 2024 mendatang.

Senin, 24 Januari 2022 16:47

OJK dan Polda Riau Perkuat Koordinasi Berantas Investasi Ilegal

OJK dan Polda Riau melakukan pertemuan, untuk membahas investasi dan pinjaman online ilegal.

Senin, 24 Januari 2022 16:26

Kelapa Bulat di Riau Stagnan, Kopra Turun, Cek Harganya di Sini

Harga kelapa butiran, atau kelapa bulat di sejumlah daerah di Riau terpantau stagnan, atau tidak mengalami kenaikan dan penurunan pada pekan ini.