• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Scale Up: Kultur Perusahaan Sawit di Riau Masih Adopsi Budaya Belanda, Bertindak Sewenang – wenang

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
25 Juni 2021
konflik sumber daya alam di riau

Direktur Eksekutif Scale Up M Rawa El Amady

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Direktur Eksekutif Scale Up M Rawa El Amady mengungkapkan konflik sumber daya alam di Riau sudah terjadi sejak lama. Terbanyak, memang konflik antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan masyarakat yang lebih dulu mendiami sebuah kawasan tertentu.

“Memang ada beberapa hal yang melatar belakangi konflik sumber daya alam, khususnya di Riau. Salah satunya, ya memang kultur sebuah perusahaan kelapa sawit itu dibangun Belanda pada tahun 1900-an di Sumatera Utara, yang identik dengan bertindak sewenang – wenang,” tuturnya kepada Bertuahpos.com, Jumat, 25 Juni 2021.

Rawa menyebut, pada zaman penjajah Belanda kultur yang melanggar norma – norma etik, telah dilanggar bahkan cenderung mengabaikan prinsip – prinsip dasar kemanusian. “Nah kultur itu berpengaruh banyak terhadap kultur perusahaan sawit sekarang, termasuk BUMN,” ungkapnya.

Faktor penyebab lain yang membuat Riau selalu bermasalah terhadap konflik sumber daya alam, kata Rawa, yakni adanya pertentangan hukum negara dengan hukum adat. Bahkan sampai hari ini, masih banyak dijumpai sebidang tanah memiliki 2 dasar hukum.

“Kalau kita lihat hukum adat yang berlaku di masyarakat, rakyat selalu memakai itu sebagai dasar mereka memiliki sebuah kawasan. Sedangkan negara negara dan BUMN menggunakan hukum negara. Masalahnya, hukum adat juga diakui oleh negara. Dalam konteks ini negara yang melanggar jika terbukti itu hal adat,” terangnya.

Dia menambahkan, faktor lain yang juga menjadi pemicu munculnya konflik, yakni dalam tahapan penetapan lahan negara. “Jika dilihat dari kasus penyerobotan lahan yang dilakukan oleh PTPN V terhadap masyarakat di Pantai Raja, Kampar Kiri, PTPN V abai menerapkan prosesor FPIC sehingga hak-hak rakyat ‘terbakar’,” kata Rawa.

“Sebenarnya, hal – hal seperti ini tak lebih dari arogansi pemerintah dan BUMN Sawit yang sewenang-wenang mengambil tanah rakyat. Tahun lalu (2020) ada 2 kasus konflik sumber daya alam yang terjadi di Riau,” urainya. (bpc2)

Tags: konflikM Rawa El Amadyscale upsumber daya alam
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran
Berita Pilihan

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

...

Read moreDetails
Gelombang Protes di Irlandia Berubah Jadi Kerusuhan Massal Setelah Provokasi Online

Gelombang Protes di Irlandia Berubah Jadi Kerusuhan Massal Setelah Provokasi Online

Sengkarut Kawasan Hutan Hambat Investasi, Pemprov Bongkar Akar Konflik Agraria Riau

Sengkarut Kawasan Hutan Hambat Investasi, Pemprov Bongkar Akar Konflik Agraria Riau

Warga Suku Duanu Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Siput

Warga Suku Duanu Tewas Diterkam Buaya saat Cari Siput

Bagaimana Situasi Makkah di Tengah Konflik Timur Tengah? Ini Kesaksian Jemaah Umrah Pekanbaru

Bagaimana Situasi Makkah di Tengah Konflik Timur Tengah? Ini Kesaksian Jemaah Umrah Asal Pekanbaru

Guncangan Harga Minyak Dunia dan Meningkatnya Kecemasan Pasar Akibat Konflik Sipil di Iran

Guncangan Harga Minyak Dunia dan Meningkatnya Kecemasan Pasar Akibat Konflik Sipil di Iran

Next Post

Ingin Lolos Piala Asia 2023, Timnas Harus Menang Lawan Taiwan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.