Sambut Tahun 2022, Kementerian LHK Tingkatkan Antisipasi Karhutla

Jumat, 31 Desember 2021 11:21
Sambut Tahun 2022, Kementerian LHK Tingkatkan Antisipasi Karhutla

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Berbagai upaya terus dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tanah air. Sepanjang tahun 2021, upaya yang dilakukan telah menuai hasil yang menggembirakan, di mana tingkat karhutla bisa ditekan sehingga bencana kabut asap bisa dihindari.

Namun demikian, upaya pencegahan harus terus ditingkatkan, mengingat bencana karhutla dinilai masih berpotensi terjadi. Banyak hal yang mempengaruhi hal ini. Di antaranya karena faktor alam, di mana potensi hujan pada tahun 2022 diprediksi lebih rendah dibanding tahun 2021.

Demikian salah satu arahan yang disampaikan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK RI, Laksmi Dhewanthi dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Evaluasi Pengendalian Karhutla Tahun 2021 dan Antisipasi Karhutla Tahun 2022, yang digelar secara hybrid, Kamis 30 Desember 2021.

Rakor dipandu Direktur Pengendalian Karhutla Kementerian LHK, Basar Manullang dan diikuti segenap jajaran di lingkungan KLHK dan instansi terkait, di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Polhukam, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN). Ikut serta dalam rakor ini sejumlah Kepala

Baca: Politisi PKB Sebut Pemilu 2024 Diliputi Ketidakpastian, Fadli Zon: Jangan Mengakali Konstitusi

Pelaksana BPBD dan Kepala Dinas LHK sejumlah provinsi di tanah air. Rakor ini juga menghadirkan pakar karhutla, Bambang Hero Saharjo dari IPB.

Dikatakan Laksmi, dalam upaya pengendalian Karhutla, seluruh jajaran pemerintah berpijak kepada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Di mana di dalamnya mengatur penugasan untuk setiap Kementerian dan Lembaga serta Kepala Daerah agar aktif melakukan upaya Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan sesuai dengan mandat serta tugas dan fungsi masing-masing.

“Presiden selalu menekankan pentingnya peningkatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui konsolidasi dalam penanganan karhutla secara menyeluruh oleh seluruh pihak mulai dari pusat ke daerah,” terangnya.

Dari hasil monitoring hotspot hingga 29 Desember 2021, ditemukan 1.385 titik. Angka ini turun 52,5 persen bila dibandingkan tahun 2020, di mana ketika itu ditemukan ada sebanyak 2.919 titik panas.

Karhutla terluas berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat, Kalimanan Barat, Papua dan Riau. Namun khusus untuk Papua dan Riau, telah terjadi tren penurunan yang signifikan. “Alhamdulillah, sejak tahun 2020 hingga 2021 tidak ada lagi bencana kabut asap yang selama ini kerap mencoreng nama baik Indonesia di mata negara lain,” tambahnya.

Sementara untuk menghadapi tahun 2022, sesuai hasil monitoring BMKG, kondisi ENSO La-Nina cenderung menunjukkan terjadinya pelemahan hingga moderat. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung hingga Mei-Juni-Juli 2022.

Pada saat itu, sebanyak 93,27 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim hujan. Wilayah yang sedang mengalami musim hujan meliputi Aceh,  Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Pulau Bangka, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, sebagian besar Jawa Timur, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, sebagian Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan bagian selatan – utara, Sulawesi Tenggara bagian selatan – barat, Maluku Utara, dan Maluku.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian khusus bagi kita, dalam rangka mengantisipasi terjadinya karhutla,” ingatnya. (rls/bpc17)

Berita Terkini

Selasa, 25 Januari 2022 11:03

Mendagri Malaysia Bahas Ilegal Fishing di Selat Malaka, Apa yang Mereka Sepakati?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Datok Sri Hamzah Bin Zainudin menyatakan negaranya konsen untuk memberantas ilegal fishing

Selasa, 25 Januari 2022 09:37

500 Hektare Kebun Kelapa di Inhil Akan Direplanting Tahun Ini

Sebanyak 500 hektare kebun kelapa petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau akan direplanting tahun ini.

Senin, 24 Januari 2022 20:12

Angka Kematian Omicron Rendah, ‘Tak Perlu Panik & Khawatir’

Angka kematian akibat Covid Omicron tergolong rendah. Masyarakat diminta tak panik.

Senin, 24 Januari 2022 19:04

Logam Tanah di Lumpur Lapindo Dikaji, Benarkah Jadi ‘Harta Karun’? 

Potensi logam tanah di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur mencuri perhatian banyak pihak.

Senin, 24 Januari 2022 17:22

Polisi Selidiki Soal Besi Jembatan Siak IV yang Hilang

Polisi tengah melakukan penyelidikan terkait banyaknya besi di Jembatan Siak IV banyak yang hilang.

Senin, 24 Januari 2022 17:04

Erick Thohir Sebut Jadi Capres Bukan untuk Cari ‘Untung-untungan’

Erick Thohir menyatakan dirinya tak ingin mencari peruntungan dengan mencapres di 2024 mendatang.

Senin, 24 Januari 2022 16:47

OJK dan Polda Riau Perkuat Koordinasi Berantas Investasi Ilegal

OJK dan Polda Riau melakukan pertemuan, untuk membahas investasi dan pinjaman online ilegal.

Senin, 24 Januari 2022 16:26

Kelapa Bulat di Riau Stagnan, Kopra Turun, Cek Harganya di Sini

Harga kelapa butiran, atau kelapa bulat di sejumlah daerah di Riau terpantau stagnan, atau tidak mengalami kenaikan dan penurunan pada pekan ini. 

Senin, 24 Januari 2022 15:55

Bank BJB Optimis Tatap Tahun 2022 Lebih Cerah

Bank BJB