• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 4, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Reaksi Sultan Siak Saat Mendengar Proklamasi Indonesia

Romi J. by Romi J.
17 Agustus 2021
148
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Berita proklamasi menyebar ke seluruh Indonesia, hingga sampai ke Sultan Siak di Istana Siak. Waktu itu, Kerajaan Siak Sri Indrapura masih utuh, dengan kekuasaan penuh di tangan Sultan Syarif Kasim II.

Sang sultan kemudian mendukung kemerdekaan Indonesia. Bulan Okober 1945, dikutip dari tirto.id, Sultan membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Barisan Pemuda Republik di Siak Sri Inderapura.

Di depan Istana Siak, diadakan upacara menaikkkan bendera merah putih. Sumpah setia kepada Republik Indonesia juga diucapkan.

Tanggal 24 November 1945, Sultan Syarif Kasim II mengirimkan kawat ke Soekarno. Isinya adalah Siak Sri Indrapura adalah bagian dari Republik Indonesia.

Sultan Syarif Kasim juga turun dari tahta, dan menyerahkan mahkotanya menyerahkan kekayaan sebanyak 13 juta gulden. Jika dalam rupiah, kekayaan yang diserahkan Sultan Syarif Kasim setara dengan Rp1 triliun lebih. Uang yang sangat banyak di waktu itu, dan mampu menyokong perjuangan Indonesia.

Sultan Syarif Kasim juga berperan aktif membujuk raja-raja yang ada di Sumatera bagian timur untuk bergabung dengan NKRI.

Setelah masa damai, sultan sempat tinggal di Jakarta, namun kemudian menghabiskan masa tuanya di Siak. Pada 23 April 1968, Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir Kerajaan Siak Sri Indrapura, wafat.

Namanya kemudian dijadikan nama Bandara di Pekanbaru. 6 November 1998, Pemerintah RI memberikannya gelar Pahlawan Nasional. (bpc4)

Tags: kemerdekaanProklamasiRISultan Siak
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Unik, Indonesia Baru Punya Presiden Sehari Setelah Proklamasi

...

Read moreDetails

Catatan Sejarah 17 Agustus: Proklamasi Kemerdekaan RI

Catatan Sejarah 17 Mei: Proklamasi Kalimantan, Sumpah Setia ke NKRI

Catatan Sejarah 23 April: Sultan Syarif Kasim II Wafat

Catatan Sejarah 3 Januari: Pemindahan Ibukota RI ke Yogyakarta

Fadli Zon: Tak Ikut Proklamasi, PKI Merasa Kecolongan dan Ketinggalan Kereta

Next Post
Kualifikasi piala dunia

Shin Tae-yong Kembali ke Indonesia Besok

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.