Pernah Remehkan Covid-19, Dosen NTU Singapura Tuntut Mahfud MD Minta Maaf

Kamis, 17 Juni 2021 09:11
Pernah Remehkan Covid-19, Dosen NTU Singapura Tuntut Mahfud MD Minta Maaf
Mahfud MD

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Dosen Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Prof Sulfikar Amir menuntut Menkopolhukam Mahfud MD minta maaf.

Hal itu dikarenakan pada tahun 2020 lalu, Mahfud pernah remehkan dan menjadikan Covid-19 sebagai candaan.

“dear mr minister @mohmahfudmd…
please sincerely apologize to the whole country for downplaying covid you did last year before warning people about covid. and admit your mistake before asking people to take your word seriously.

Pak menteri @mohmahfudmd, minta maaflah kepada seluruh rakyat Indonesia karena meremehkan Covid tahun lalu, sebelum memperingatkan orang tentang bahaya Covid. Dan akui kesalahanmu sebelum meminta orang menganggap serius perkataanmu,” tulis Sulfikar di akun twitternya, @sociotalker.

BACA JUGA:  Mahfud MD: Sebenarnya Pilkada Sudah Ditunda!

Baca: Kapolda Riau: Kedepan Vaksin Center Bisa Penuhi Kebutuhan Faskes Masyarakat 

Sebelumnya, Mahfud MD meminta semua pihak untuk tidak menganggap Covid-19 sebagai hal yang main-main. Dia ingin semua pihak sadar akan bahaya Covid-19.

“Jangan kita masih anggap Covid-19 itu main-main. Lihat contoh kasus yang terjadi peningkatan dalam 24 jam di India. Indonesia juga saat ini sudah peringkat 18 dunia dan sampai saat ini sudah mencapai 1,9 juta kasus,” kata Mahfud. (bpc4)