Penerbangan Internasional Belum Dibuka, Riau Andalkan Wisatawan Lokal

Jumat, 08 Oktober 2021 11:08
Penerbangan Internasional Belum Dibuka, Riau Andalkan Wisatawan Lokal
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Roni Rakhmat (Foto: Disparekraf Riau)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemprov Riau sejauh ini masih mengandalkan wisatawan lokal untuk mengangkat kembali industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Seperti diketahui bahwa angka kasus penyebaran Covid-19 di Riau hingga kini turun drastis dan melandai jika dibandingkan Juli dan Agustus 2021 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau Roni Rakhmat mengatakan hal tersebut saat dihubungi bertuahpos.com, Jumat, 8 Oktober 2021 di Pekanbaru. “Sejauh ini kita masih mengandalkan wisatawan lokal,” tuturnya.

Dia menambahkan, potensi wisatawan lokal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat mungkin bisa dimaksimalkan oleh pihak pengelola, terutama dalam situasi seperti saat ini, setelah sekian lama orang-orang berdiam diri di rumah karena pembatasan mobilitas masyarakat dengan PPKM leveling.

Dengan turunnya status PPKM dari Level 4 ke Level 2 khususnya di Pekanbaru, kata Roni, para wisatawan lokal juga sudah menunjukkan minat yang cukup tinggi untuk menyambangi tempat-tempat wisata. Sehingga, juga akan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat di sekitar objek wisata.

Baca: Pulau Jemur Ditawarkan ke Pihak Ketiga, Ada yang Minat?

Oleh sebab itu, dia mendorong kepada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Riau agar dapat memanfaatkan situasi saat ini untuk mendorong pertumbuhan dan tingkat kunjungan wisatawan di daerah-daerah. 

“Apalagi seperti yang kita ketahui sekarang untuk pintu penerbangan internasional belum bisa dibuka. Jadi satu-satunya yang diharapkan ya wisatawan lokal. Kami mendorong kepala daerah agar lebih giat lagi untuk promosi dengan memanfaatkan seluruh potensi sosial media yang mereka punya,” tutur Roni.

Meski demikian, Roni Rakhmat juga terus mengingatkan kepada pelaku industri pariwisata di daerah untuk selalu mematuhi protokol kesehatan pengunjung, terutama terkait pengecekan suhu tubuh, memastikan tersediannya tempat dan sabun cuci tangan, serta memperingatkan wisatawan yang lalai memakai masker.

“Protokol kesehatan itu tidak lain untuk kepentingan kita bersama. Saya rasa para pelaku industri pariwisata sudah sangat mengerti bagaimana jatuhnya tingkat kunjungan wisatawan saatb angka kasus Covid-19 menanjak naik. Tentu kita semua tak ini hal yang sama terjadi lagi. Oleh sebab itu, kami mendorong agar protokol kesehatan di tempat wisata dipastikan berjalan dengan baik,” sebutnya. (bpc2/melba)