Pemerintah Akui Target Replanting Sawit Rakyat Belum Tercapai

Rabu, 22 Desember 2021 15:29
Pemerintah Akui Target Replanting Sawit Rakyat Belum Tercapai
Panen buah sawit – Foto: Ilustrasi, Net

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemerintah mengakui bahwa target replanting sawit rakyat hingga kini belum tercapai.

Sub koordinator Pengembangan Tanaman Kelapa Sawit Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian Mula Putra mengungkapkan kalau belum tercapainya target tersebut disebabkan berbagai kendala.

“Sekali lagi kami dari kementerian membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk bisa mengajak para pekebun agar memanfaatkan program PSR karena bisa membantu memperbaiki produksi dan produktivitas kebun,” sebutnya dalam sebuah webinar tentang sawit, Rabu, 22 Desember 2021.

Dia menambahkan, pemerintah melalui BPDPKS melakukan replanting kebun kelapa sawit rakyat untuk tujuan meningkatkan produktivitas kelapa sawit petani. Namun, upaya untuk mencapai tujuan itu masih dibutuhkan kerja keras, mengingat capaian replanting sawit belum sesuai harapan.

Baca: Soal COVID-19, NGO: Tutup Pabrik IKPP 

Mula Putra merincikan hingga saat ini ada sekitar 6,9 juta hektar kebun sawit yang dikelola oleh petani. Sekitar 2,8 juta hektar dari luasan itu sudah tidak produktif dan layak untuk di-replanting.

“Ini yang harus menjadi perhatian, yang kita sasar adalah kebun-kebun yang usianya sudah lebih 25 tahun dan itu tersebar di proyek-proyek pemerintah sebelumnya,” tuturnya.

Dia menambahkan, pemerintah memberikan target PSR seluas 180 ribu hektar setiap tahun untuk memperbaiki produktivitas kebun sawit melalui penggantian tanaman yang sudah tua atau hasil panennya sedikit. 

“Sejak tahun 2017 hingga 2021, total kebun rakyat yang sudah dan tengah di-replanting melalui program PSR mencapai 249 ribu hektar lebih. BPDPKS telah menyalurkan dana sebesar Rp 6,4 triliun untuk meremajakan kebun sawit rakyat itu,” ungkapnya. (bpc2)

Berita Terkini

Rabu, 19 Januari 2022 20:39

Teller Bank BRI Leluasa Bobol Rekening Nasabah, Pekan Depan Diadili

Teller Bank BRI ini sebelumnya leluasa membobol rekening 8 nasabah dengan nilai Rp1,2 miliar.

Rabu, 19 Januari 2022 20:33

Terjadi Panic Buying Beli Minyak Goreng, Dewan Minta Pemko Pekanbaru Sidak Ritel Guna Cegah Penimbunan

Bahkan viral di media sosial emak-emak rela antre untuk membeli minyak goreng satu harga yang mulai diterapkan hari ini.

Rabu, 19 Januari 2022 17:06

Pemprov Riau Diminta Batalkan Penyertaan Modal Ke Jamkrida dan BRK

Aksi unjuk rasa ini digelar di depan Kantor Gubernur Riau pada, Rabu, 19 Januari 2022 di Pekanbaru. 

Rabu, 19 Januari 2022 17:03

Akhir Pekan Ini Mendagri Tito Karnavian ke Riau, Salah Satu Agendanya Tinjau Vaksinasi Massal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian diagendakan akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau.

Rabu, 19 Januari 2022 16:09

Riau Sudah Berangkatkan 221 Jemaah Umrah dalam Tiga Kali Keberangkatan

Keberangkatan dilakukan pada tanggal 8, 10 dan 12 Januari 2022.

Rabu, 19 Januari 2022 14:54

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Sebagai Orang Sunda, Saya Terusik dengan Ucapan Arteria Dahlan

Ridwan Kamil mengaku sangat risih dengan pernyataan yang dilontarkan oleh politisi PDIP Artieria Dahlan.

Rabu, 19 Januari 2022 14:38

Syamsuar Sebut Rata-rata 20 Perkara Hukum Dihadapi dalam Setahun

Jumlah perkara hukum yang relatif banyak, SDM kurang.

Rabu, 19 Januari 2022 13:25

Rocky Gerung Sebut IKN Nusantara Berpotensi Jadi ‘Kota Hantu’

Rocky mengutip kegelisahaan Sri Mulyani bahwa anggaran untuk membangun IKN Nusantara sebagian besar dari utang.

Rabu, 19 Januari 2022 13:11

Edy Natar Khawatirnya Potensi Kepanikan Sosial, Daerah Jangan Pernah Sepelekan Covid Omicron

“Kalau kepanikan sosial ini terjadi nanti, akan mempengaruhi psikologis masyarakat kita.”

Rabu, 19 Januari 2022 12:52

Antisipasi Penyebaran Covid Omicron, Syamsuar Sebut PNS Tak Diizinkan ke Luar Daerah

Langkah ini dalam rangka upaya Pemprov Riau mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.