Meluruskan Asal Muasal Kain Bendera Pusaka RI: Bukan Sprei dan Tenda Warung Soto

Selasa, 17 Agustus 2021 07:05
Meluruskan Asal Muasal Kain Bendera Pusaka RI: Bukan Sprei dan Tenda Warung Soto

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada tahun 1978, Presiden Soeharto mengundang seorang Jepang, Hitoshi Shimizu ke Jakarta untuk diberikan penghargaan. Shimizu dianggap berjasa atas kemerdekaan Indonesia, salah satunya adalah dengan menyediakan bahan kain untuk bendera pusaka Merah Putih.

Shimizu adalah Kepala Sendenbu (Departemen Propaganda) Jepang di Indonesia pada tahun 1944.

Dikutip dari historia.id, Shimizu menugaskan seorang perwira Jepang, Chairul Basri (kemungkinan perwira dari PETA ataupun Heiho) untuk memberikan kain bahan bendera pusaka kepada Fatmawati.

Menurut Chairul Basri, Shimizu memerintahkannya mengambil kain tersebut di sebuah gudang Jepang di daerah Pintu Air, Jakarta Pusat, depan bekas bioskop Capitol.

Baca: FKUB Riau Ingatkan Selalu Protkes Saat Libur Nataru 2021

“Saya diminta oleh Shimizu untuk mengambil kain itu dan mengantarkannya kepada ibu Fatma (Fatmawati),” kenang Chairul.

Fatmawati sendiri menyebutkan dalam bukunya ‘Catatan Kecil Bersama Bung Karno’, bahwa pada suatu hari pada bulan Oktober 1944, datang seorang perwira Jepang (yang kemungkinan Chairul Basri) dan memberikan dua blok kain. Satu blok merah, dan satu blok putih.

Kain tersebutlah yang kemudian dijahit Fatmawati menjadi bendera pusaka Merah Putih.

Selain memberikan bahan kain bendera pusaka, ketika kembali dari pengasingan di Bengkulu, Bung Karno juga diberi rumah, berikut kendaraan sedan buick dan supirnya oleh Shimizu. Rumah tersebut yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta, yang kemudian menjadi tempat proklamasi.

Adapun versi kain bendera pusaka berasal dari cerita seorang tentara bernama Lukas Kustaryo. Dia mengatakan mendapatkan kain putih dari sprei, dan kain merah dari warung soto.

Lukas juga mengatakan telah mengkonfirmasi kepada Fatmawati bahwa kain darinya yang dijahit menjadi bendera pusaka. (bpc4)

Berita Terkini

Selasa, 25 Januari 2022 11:20

Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi, Usia 10-20 Tahun Rp3.456

Harga TBS sawit di Riau naik lagi. Kenaikan tertinggi terjadi untuk buah kelapa sawit umur 10-20 tahun. Kenaikan disebabkan oleh beberapa faktor.

Selasa, 25 Januari 2022 11:03

Mendagri Malaysia Bahas Ilegal Fishing di Selat Malaka, Apa yang Mereka Sepakati?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Datok Sri Hamzah Bin Zainudin menyatakan negaranya konsen untuk memberantas ilegal fishing

Selasa, 25 Januari 2022 09:37

500 Hektare Kebun Kelapa di Inhil Akan Direplanting Tahun Ini

Sebanyak 500 hektare kebun kelapa petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau akan direplanting tahun ini.

Senin, 24 Januari 2022 20:12

Angka Kematian Omicron Rendah, ‘Tak Perlu Panik & Khawatir’

Angka kematian akibat Covid Omicron tergolong rendah. Masyarakat diminta tak panik.

Senin, 24 Januari 2022 19:04

Logam Tanah di Lumpur Lapindo Dikaji, Benarkah Jadi ‘Harta Karun’? 

Potensi logam tanah di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur mencuri perhatian banyak pihak.

Senin, 24 Januari 2022 17:22

Polisi Selidiki Soal Besi Jembatan Siak IV yang Hilang

Polisi tengah melakukan penyelidikan terkait banyaknya besi di Jembatan Siak IV banyak yang hilang.

Senin, 24 Januari 2022 17:04

Erick Thohir Sebut Jadi Capres Bukan untuk Cari ‘Untung-untungan’

Erick Thohir menyatakan dirinya tak ingin mencari peruntungan dengan mencapres di 2024 mendatang.

Senin, 24 Januari 2022 16:47

OJK dan Polda Riau Perkuat Koordinasi Berantas Investasi Ilegal

OJK dan Polda Riau melakukan pertemuan, untuk membahas investasi dan pinjaman online ilegal.

Senin, 24 Januari 2022 16:26

Kelapa Bulat di Riau Stagnan, Kopra Turun, Cek Harganya di Sini

Harga kelapa butiran, atau kelapa bulat di sejumlah daerah di Riau terpantau stagnan, atau tidak mengalami kenaikan dan penurunan pada pekan ini.