• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Meluruskan Asal Muasal Kain Bendera Pusaka RI: Bukan Sprei dan Tenda Warung Soto

Romi J. by Romi J.
17 Agustus 2021
136
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pada tahun 1978, Presiden Soeharto mengundang seorang Jepang, Hitoshi Shimizu ke Jakarta untuk diberikan penghargaan. Shimizu dianggap berjasa atas kemerdekaan Indonesia, salah satunya adalah dengan menyediakan bahan kain untuk bendera pusaka Merah Putih.

Shimizu adalah Kepala Sendenbu (Departemen Propaganda) Jepang di Indonesia pada tahun 1944.

Dikutip dari historia.id, Shimizu menugaskan seorang perwira Jepang, Chairul Basri (kemungkinan perwira dari PETA ataupun Heiho) untuk memberikan kain bahan bendera pusaka kepada Fatmawati.

Menurut Chairul Basri, Shimizu memerintahkannya mengambil kain tersebut di sebuah gudang Jepang di daerah Pintu Air, Jakarta Pusat, depan bekas bioskop Capitol.

“Saya diminta oleh Shimizu untuk mengambil kain itu dan mengantarkannya kepada ibu Fatma (Fatmawati),” kenang Chairul.

Fatmawati sendiri menyebutkan dalam bukunya ‘Catatan Kecil Bersama Bung Karno’, bahwa pada suatu hari pada bulan Oktober 1944, datang seorang perwira Jepang (yang kemungkinan Chairul Basri) dan memberikan dua blok kain. Satu blok merah, dan satu blok putih.

Kain tersebutlah yang kemudian dijahit Fatmawati menjadi bendera pusaka Merah Putih.

Selain memberikan bahan kain bendera pusaka, ketika kembali dari pengasingan di Bengkulu, Bung Karno juga diberi rumah, berikut kendaraan sedan buick dan supirnya oleh Shimizu. Rumah tersebut yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta, yang kemudian menjadi tempat proklamasi.

Adapun versi kain bendera pusaka berasal dari cerita seorang tentara bernama Lukas Kustaryo. Dia mengatakan mendapatkan kain putih dari sprei, dan kain merah dari warung soto.

Lukas juga mengatakan telah mengkonfirmasi kepada Fatmawati bahwa kain darinya yang dijahit menjadi bendera pusaka. (bpc4)

Tags: asal kain bendera pusakaBendera PusakaKain bendera
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Edukasi

Meluruskan Asal Muasal Kain Bendera Pusaka: Bukan Sprei dan Tenda Warung Soto

...

Read moreDetails

Catatan Sejarah 5 Februari: Mengenang Fatmawati, Sang Penjahit Bendera Pusaka Merah Putih

Catatan Sejarah 5 Februari: Kelahiran Fatmawati, Sang Penjahit Bendera Pusaka Merah Putih

Next Post

Perjuangan Tuanku Tambusai, Sang Harimau Rokan Melawan Penjajah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.