• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 5 Februari: Mengenang Fatmawati, Sang Penjahit Bendera Pusaka Merah Putih

Romi J. by Romi J.
5 Februari 2021
154
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tanggal 5 Februari 1923, di Bengkulu lahir seorang anak perempuan yang diberi nama Fatimah. Sejarah kemudian mencatat Fatimah (kemudian Fatmawati) sebagai tokoh penting yang menjahit bendera pusaka merah putih bagi bangsa Indonesia.

Ketika kembali dari pengasingan di Bengkulu, Bung Karno diberi rumah, berikut kendaraan sedan buick dan supirnya untuk Soekarno. Kepala propaganda Jepang, Shimizu, adalah orang dibalik pemberian rumah tersebut, yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.

Walau bagian dari propaganda, Shimizu meminta Fatmawati untuk menjahit bendera untuk kemerdekaan Indonesia.

Masalahnya, pada saat itu tekstil sangat langka. Fatmawati kesulitan mendapatkan bahan kain untuk dijahitkan menjadi bendera merah putih.

Shimizu kemudian memerintahkan perwiranya untuk mendapatkan kain yang dibutuhkan Fatmawati. Tugas tersebut berhasil ditunaikan sang perwira, dengan menemukan dua kain merah putih dari bahan katun yang halus.

Ditengah hamil tua jelang kelahiran Guntur, Fatmawati memaksakan diri menjahit bendera merah putih tersebut. Dengan mesin jahit, Fatmawati berlahan-lahan menjahit bendera ukuran 2×3 meter tersebut.

Dikarenakan hamil tua, dokter melarang Fatmawati menjahit menggunakan kakinya. Maka, proses penjahitan hanya menggunakan tangan, dan memakan waktu hingga dua hari.

Bendera inilah yang kemudian dikibarkan saat proklamasi tanggal 17 Agustus 1945, yang kemudian menjadi bendera pusaka Indonesia. (bpc4)

Tags: Bendera PusakaFatmawatipenjahit bendera pusaka
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita

Meluruskan Asal Muasal Kain Bendera Pusaka RI: Bukan Sprei dan Tenda Warung Soto

...

Read moreDetails

Meluruskan Asal Muasal Kain Bendera Pusaka: Bukan Sprei dan Tenda Warung Soto

Catatan Sejarah 5 Februari: Kelahiran Fatmawati, Sang Penjahit Bendera Pusaka Merah Putih

Next Post

Meluruskan Asal Muasal Kain Bendera Pusaka: Bukan Sprei dan Tenda Warung Soto

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.