Komisi III DPRD Riau Segera Panggil Bank Riau Kepri Terkait Pengadaan Senilai Rp4,7 Miliar

Selasa, 11 Februari 2020 15:30
Komisi III DPRD Riau Segera Panggil Bank Riau Kepri Terkait Pengadaan Senilai Rp4,7 Miliar

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Anggota Komisi III DPRD Riau, Sugeng Pranoto menyebutkan pihaknya segera akan memanggil Bank Riau Kepri. Pemanggilan ini bertujuan untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengenai berbagai pengadaan, termasuk software senilai Rp4,7 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Sugeng kepada bertuahpos.com saat ditemui dikantornya, Senin 10 Februari 2020 kemarin.

Menurut Sugeng, pemanggilan ini menjadi penting, karena tidak saja terkait pengadaan software 4,7 miliar, tetapi pengadaan lainnya. “Komisi III sudah ada agenda memanggil dan menanyakan terkait pengadaan software itu, supaya masyarakat atau publik tidak bertanya-tanya,” jelas Sugeng.

BACA JUGA: Woow, Pengadaan Software Bank Riau Kepri Senilai 4,7 Miliar Diduga Bermasalah?

Baca: Waduh, Kredit Bank Riau Kepri untuk Konsumer pun Macet Hingga 150 Miyar Lebih

Dilanjutkan Sugeng, pihaknya menginginkan keterangan dan kejelasan dari pihak Bank Riau Kepri terkait pengadaan software Rp4,7 miliar ini, tanpa ada yang ditutup-tutupi. Begitu juga dengan pengadaan lainnya, bila tidak ada masalah maka tentu tidak perlu ada yang ditutupi. “Karena, Bank Riau Kepri ini kan mengelola uang rakyat,” tegas dia.

Dilanjutkan Sugeng, sebaliknya jika memang ditemukan kejanggalan dari pengadaan software Rp4,7 miliar tersebut maupun pengadaan lainnya, pihaknya akan menyerahkan ke Gubernur Riau untuk melakukan tindakan, karena Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Bank Riau Kepri merupakan SK gubenur. Kemudian, jika ada pelanggaran hukum, maka akan diserahkan ke pihak Kejaksaan.

“Kalau masuk ranah hukum, tentu pihak kejaksaan yang turun, untuk mengaudit kelayakan software yang dimaksud,” tambah Sugeng yang berharap Bank Riau Kepri lebih terbuka dan kooperatif dengan publik maupun media.

“Yang jelas, sudah kita agendakan hearing dengan Bank Riau Kepri. Kita harapkan di bulan Februari 2020 ini, sambil melengkapi informasi yang kita terima di Komisi III,” pungkas dia.

BACA JUGA: Ada Kejahatan Perbankan di Bank Riau Kepri? Syamsuar: Tetap Harus Diproses Hukum

Diberitakan bertuahpos.com sebelumnya, pengadaan software teknologi informasi Bank Riau Kepri yang menghabiskan dana hampir lima milyar diduga mengalami beberapa kendala. Bahkan, akibat aplikasi dari software tersebut yang belum dapat diterapkan untuk beberapa hal khususnya devisi treasury, mengakibatkan tingginya potensi human error.

Human error tersebut dapat berimplikasi menyebabkan kerugian materi maupun non materi. Beberapa sumber terpercaya internal BertuahPos.com di Bank Riau Kepri juga menyebutkan, persoalan pengadaan software senilai hampir limar milyar tersebut menjadi temuan atau pemeriksaan, khususnya karena ada malfunction.

Sebab, pengadaannya mahal sekali dengan nilai Rp 4,7 miliar, tetapi minim dan ada malfunction sehingga Bank Riau Kepri terkena denda dari pihak otoritas. Denda tersebut juga diperkirakan cukup besar.

Malfunction itu diantaranya, aplikasi tersebut belum dapat mengeluarkan report terkait laporan sehingga penyusunan LBU 07 (Surat Berharga) juga dilakukan secara manual. Hal ini mengakibatkan tingginya potensi human error.

Perjanjian antara Bank Riau Kepri dengan perusahaan penyedia software dengan nomor Bank 156/PKS/2014. “OJK sebenarnya tahu masalah (pengadaan perangkat treasury). Pengadaannya mahal sekali, tapi manfaatnya minim dan sering malfuction sehingga berakibat saat ini BRK sering terkena denda dari pihak otoritas,” ujar sumber BertuahPos yang namanya tak mau disebutkan.

Sejak seminggu lalu hingga saat ini, BertuahPos mencoba berbagai cara untuk mengkonfirmasi ke Sekretaris Perusahaan Bank Riau Kepri dan Devisi Hukum, namun tak ada satupun tanggapan ataupun jawaban yang diberikan. Baik pesan, telephon hingga mendatangi, tak ada satupun yang bersedia dikonfirmasi.

Begitu juga ketika dikonfirmasi ke jajaran Direksi, Direktur Kepatuhan, Direktor Operasional dan Direktur Kredit, tak ada yang bersedia. Pihak Devisi Hukum Bank Riau Kepri hanya mengatakan tidak tahu dan membalas pesan dengan mengatakan tidak memiliki kapasitas untuk menjawab.(tim)

Berita Terkini

Selasa, 25 Januari 2022 12:33

Kado Spesial Awal Tahun, Rifan Financindo Kembali Menjadi Juara Pialang Teraktif

PT Rifan Financindo Berjangka mendapat kado spesial di awal tahun 2022 dengan menerima pengumuman bahwa kembali meraih posisi pertama…

Selasa, 25 Januari 2022 12:14

Cek di Sini, Kalau Mau Tahu Harga Karet di Riau Sepekan ke Depan

Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengeluarkan data harga bahan olahan karet rakyat atau Bokar. Harga ini berlaku untuk sepekan ke depan.

Selasa, 25 Januari 2022 12:03

Ha? Akun IG Giring Ganesha Hilang, PSI Gelabakan

Akun IG Giring Gaseha (@giring) hilang. Kejadian ini cukup mengagetkan bagi PSI. Sebab, belum parnah terjadi hal seperti itu.

Selasa, 25 Januari 2022 11:35

Obati Bisul dengan Barang-barng Dapur Ini

Yang pernah mengalami bisul, pasti merasakan berapa nyerinya. Bisul timbul karena darah kotor.

Selasa, 25 Januari 2022 11:20

Harga TBS Sawit di Riau Naik Lagi, Usia 10-20 Tahun Rp3.456

Harga TBS sawit di Riau naik lagi. Kenaikan tertinggi terjadi untuk buah kelapa sawit umur 10-20 tahun. Kenaikan disebabkan oleh beberapa faktor.

Selasa, 25 Januari 2022 11:03

Mendagri Malaysia Bahas Ilegal Fishing di Selat Malaka, Apa yang Mereka Sepakati?

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Malaysia Datok Sri Hamzah Bin Zainudin menyatakan negaranya konsen untuk memberantas ilegal fishing

Selasa, 25 Januari 2022 09:37

500 Hektare Kebun Kelapa di Inhil Akan Direplanting Tahun Ini

Sebanyak 500 hektare kebun kelapa petani di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau akan direplanting tahun ini.

Senin, 24 Januari 2022 20:12

Angka Kematian Omicron Rendah, ‘Tak Perlu Panik & Khawatir’

Angka kematian akibat Covid Omicron tergolong rendah. Masyarakat diminta tak panik.

Senin, 24 Januari 2022 19:04

Logam Tanah di Lumpur Lapindo Dikaji, Benarkah Jadi ‘Harta Karun’? 

Potensi logam tanah di lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur mencuri perhatian banyak pihak.