Ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikha Wardan Pimpin Rapat Lanjutan Gerakan Satu Hati Jilid II

Selasa, 29 Juni 2021 14:50
Ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikha Wardan Pimpin Rapat Lanjutan Gerakan Satu Hati Jilid II

BERTUAHPOS.COM, INHIL – Ketua TP-PKK Inhil Hj Zulaikha Wardan SSos ME Pimpin Rapat Lanjutan Gerakan Satu Hati Jilid II, di Ruang Rapat Kediaman Dinas Bupati Jalan Kesehatan Nomor 1 Tembilahan, Senin (28/6/2021).

Pada tahun ini, Gerakan Satu Hati direncanakan akan digelar sejalan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2021″.

“Penanganan stunting merupakan salah satu gerakan dari pemerintah pusat dan provinsi. Kemarin kita sudah melakukan pencanangan percepatan penurunan stunting. Jadi Gerakan Satu Hati Jilid II ini merupakan tindak lanjut dari pencanangan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh TP-PKK Provinsi Riau melalui zoom meeting kemarin,” ujar Zulaikha mengawali arahannya.

Menurut data dari Dinas Kesehatan, di Kabupaten Inhil jumlah balita adalah 68.316 anak dengan rincian; sebanyak 588 anak balita kurng gizi yang tersebar di seluruh kecamatan, dan 19 anak balita gizi buruk yang terdapat di beberapa kecamatan.

Baca: Malaka Dihancurkan Portugis, Sultan Mahmud Hijrah ke Kampar

“Berdasarkan keadaan ini, PKK bersama OPD terkait, dalam hal ini DPMD, DP2KBP3A, dan Dinas Kesehatan melakukan penuntasan gizi buruk ini yang kemungkinan akan menjadi stunting. Maka kita anggap Gerakan Satu Hati ini yang kita anggap efektif. Karena Gerakan Satu Hati Jilid I di bulan Februari 2020 lalu bisa kita lihat hasilnya cukup baik,” papar Ibunda Kabupaten Inhil ini.

Rencana penanganan gizi buruk ini ialah dengan pemberian nutricia nutrinidrink kepada 19 balita gizi buruk selama 3 bulan.

Diharapkan dengan gerakan ini akan dapat menaikkan berat dan tinggi badan balita gizi buruk supaya tidak sampai menjadi stunting, yang tujuan akhirnya agar di Kabupaten Inhil tidak ada lagi balita dengan gizi buruk sehingga bebas stunting.

“Menurut saya ini adalah momen yang paling tepat karena memang mendesak dan prioritas, jadi harus segera ditangani. Sebenarnya kita sudah menganggarkan untuk kegiatan ini, tapi gara-gara Covid penganggaran kena rasionalisasi, padahal ini penting. Jadi sekarang kita harus menghitung berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk penanganan balita gizi buruk ini,” ujar Zulaikha menjelaskan dengan tegas. (Advertorial)