Kejati Riau: Tuduhan Kongkalikong Penanganan Bansos Siak, Fitnah!

Senin, 29 November 2021 16:39
Kejati Riau: Tuduhan Kongkalikong Penanganan Bansos Siak, Fitnah!

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Adanya pernyataan yang menyebutkan Kejaksaan Tinggi Riau telah menghentikan perkara dugaan korupsi Bansos Siak tahun 2014-2019 dan kongkalikong dengan gubernur dalam penanganannya, merupakan sebuah fitnah.

Hal ini ditegaskan Kasi Penyidikan Bidang Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi Riau, Rizky Rahmatullah SH, dihadapan Wakajati Riau, Hutama Wisnu SH MH, didampingi Asisten Pidana Khusus, Trijoko SH MH, Asisten Intelijen, Rahardjo Budi  Kisnanto SH MH dan Kasi Penkum dan Humas Marvelous SH, pada konferensi pers, Senin 29 November 2021.

Dikatakan Rizky, penyidikan dugaan korupsi Bansos Pemkab Siak tersebut masih terus berlanjut, bahkan hingga hari ini masih dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Jadi, yang menyebutkan perkara ini sudah dihentikan tidak benar. Sama sekali tidak benar! Sampai pagi ini kami sudah melayangkan 1.364 surat panggilan saksi terkait dugaan korupsi bansos Siak ini,” ujar Risky.

Lebih lanjut diungkapkannya, saat ini sudah ada beberapa langkah strategis dalam penanganan perkara ini, diantaranya dengan mengundang ahli perbankan dan ahli pidana untuk berdiskusi terkait temuan yang diperoleh selama penyidikan perkara ini.

Baca: Wabup Husni Merza Hadiri Pelantikan Pengurus NPC Kabupaten Siak

Risky juga mengakui, Penyidikan dirasakan beberapa pihak agak lama, hal ini karena penyidik sangat berhati hati dalam penanganannya. “Kami juga sangat memahami bahwa perkara ini rawan ditunggangi politik. Karena itu, kami pastikan bahwa dalam hal ini Penyidik netral dan independen dan tidak ada intervensi,” tegasnya.

Terkait waktunya yang cukup lama lanjut Rizky, hal ini disebabkan karena luasnya objek penyidikan perkara dan lamanya rentang waktu anggaran. Untuk diketahui, dalam Bansos Pemkab Siak ini ada 15 item yang diperiksa, dengan rentang waktu pengangkatan tahun 2014 hingga 2019.

Adapun 15 item pemeriksaan tersebut antara lain, Bansos untuk rumah tangga miskin lanjut usia dan terlantar. Jumlah penerimanya 700 sampai 1.000 orang setiap tahunnya.

Kemudian Bansos untuk penyandang caca, fakir miskin, yatim piatu, Bansos untuk suku terasing, Bansos untuk mahasiswa PTIQ dan IIQ, Bansos untuk mahasiswa luar negeri, Bansos beasiswa S1, S2, D3, Bansos beasiswa S1 akhir skripsi, S2 akhir, D3 akhir, Bansos untuk karya ilmiah dengan jumlah penerima ribuan orang. Selain bansos juga disidik belanja hibah dengan 40 item penerima

Jadi inilah mengapa penyidikannya terasa lama, karena memang jumlah saksi-saksinya cukup banyak. Kami mohon dukungan masyarakat untuk penanganan  perkara ini. Seluruh perhatian, pikiran dan tenaga difokuskan dalam perkara ini meski dalam waktu bersamaan dilakukan penyelidikan dan penyidikan perkara korupsi lainnya,” ujarnya. (bpc17)

Berita Terkini

Sabtu, 29 Januari 2022 09:28

Pesona Air Terjun Sarasah Murai Dalam Hutan Lembah Harau Sumbar

Sumatera Barat memang dikenal dengan potensi wisata alam. Termasuk Lembah Harau di Payakumbuh yang ada lokasi wisata Air Terjun Sarasah Murai

Sabtu, 29 Januari 2022 08:36

Viral Video Anak-anak Bahagia Main Lempar Bola Salju di Kompleks Mesjid Al Aqsa Kota Gaza

Beberapa waktu lalu viral video anak-anak bermain di Kompleks Mesjid Al Agsa di Gaza

Sabtu, 29 Januari 2022 07:18

Khawatir Muncul Stigma Buruk, PBNU Minta Kepala BNPT Buka Identitas Pesantren Terafiliasi Kelompok Teroris Hingga Simpatisan ISIS

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak BNPT membuka identitas 198 pondok pesantren yang diduga terafiliasi kelompok teroris

Sabtu, 29 Januari 2022 06:10

Arini Subianto Janda Terkaya di Indonesia, Ini Sumber Kekayaannya

Arini Saraswati Subianto merupakan satu di antara perempuan terkaya di Indonesia. Harta kekayaan mencapai triliunan Rupiah

Sabtu, 29 Januari 2022 04:09

A Sampai Z Dayana Kazakhstan, Selebgram Dadakan Hingga Diserang Haters dan Akun IG Mendadak Lenyap Saat Kerusuhan Berdarah

Dayana Kazakhstan tersandung masalah. Gadis cantik Kazakhstan itu diserang haters hingga berbuntut gerakan unfollow

Sabtu, 29 Januari 2022 03:32

Andika Kangen Band Kompak Bersama Anaknya, Netizen: Dia Mungkin Gagal Jadi Suami, Tetapi Tidak Gagal Sebagai Ayah

Andika Mahesa mengunggah momen kebersamaan dirinya dengan anak perempuannya, Kirana

Sabtu, 29 Januari 2022 02:07

Wacana Efisiensi Tenaga Honorer, BKD Sebuat Tergantung OPD Masing-masing

Tenaga honorer di pemerintahaan dihapuskan. Ini masih sebatas rencana. Realisasinya di tahun 2023.

Sabtu, 29 Januari 2022 01:02

Punya Budget Rp3 Jutaan, Ini Daftar HP Samsung yang Dilengkapi Fitur NFC

HP Samsung dilengkapi fitur NFC muncul di berbagai segmen. Mulai entry level hingga flagship.

Sabtu, 29 Januari 2022 00:03

HIPMI Minta Pemerintah Kendalikan Impor Baja di Tengah Industri Domestik Perbaiki Kinerja

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) minta pemerintah kendalikan laju impor baja, serta mempertegas kebijakan terkait itu.

Jumat, 28 Januari 2022 23:31

Seorang Lansia di Jepang Tembak 2 Orang Petugas Medis yang Disandera, Begini Kronologinya

Dua dari tiga orang sandera yang merupakan petugas medis tewas. Ketiganya menjadi sandera oleh seorang pria lanjut usia (lansia) di Kota Fujimino