• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kebun Sawit Riau Terluas di Indonesia, Tapi Pendapatan Daerah Tak Seimbang, Syamsuar Sentil: Tolong Sampaikan ke Ibu Menteri!

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
23 Agustus 2022
kebun sawit riau terluas

Gubernu Riau Syamsar saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi: Sinergi Pemberdayaan Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) Kemenkeu Satu di Sektor Kelapa Sawit di Provinsi Riau, di halaman kantor Kanwil DJPb Provinsi Riau, Pekanbaru, Selasa, 23 Agustus 2022/FOTO: Diskominfotik Riau.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Gubernur Riau Syamsuar menyentil soal data luasan kebun sawit di Riau yang tidak sinkron dengan pendapat daerah. Sejatinya, dengan kebun sawit di Riau terluas di Indonesia saat ini, memberikan manfaat besar untuk daerah. Namun itu belum terjadi.

Hal ini disampaikan Syamsuar saat menghadiri Sosialisasi: Sinergi Pemberdayaan Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) Kemenkeu Satu di Sektor Kelapa Sawit di Provinsi Riau, di halaman kantor Kanwil DJPb Provinsi Riau, Pekanbaru, Selasa, 23 Agustus 2022. 

“Saya bertanya juga, kenapa Riau dipilih sebagai daerah pertama untuk terselenggaranya kegiatan ini. Apakah karena sawit banyak.Tapi kalau sawit banyak, tentu harus bermanfaat juga untuk masyarakat Riau. Meski ada keseimbangan pendapatan negara dengan daerah,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Syamsuar menyebut bahwa pemanfaatan lahan sawit Riau yang luas harus memberikan dampak seimbang terhadap pendapatan daerah, yang juga akan berdampak terhadap masyarakatnya. “Kalau sawit banyak, tapi berdampak pada lingkungan, tak ada gunanya juga,” katanya.

Syamsuar kemudian membacakan data luasan kebun sawit i Riau dari berbagai versi. Di mana dari masing-masing instansi pemerintah memiliki data berbeda-beda terhadap luasan tutupan sawit Bumi Lancang Kuning.

Berdasarkan data kementerian pertanian, kata dia, tutupan sawit di Riau seluas 3,4 juta hektare. Sedangkan data yang dimiliki oleh Pemprov Riau seluas 3,8 juta hektar. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengantongi data tutupan sawit di Riau lebih luas yakni hingga 3,9 juta hektar, meskipun data ini masih dianggap belum final.

“Dulu (kegiatan) yang seperti ini juga pernah dibuat, seluruh kepala daerah diundang agar seluruh lahan sawit di Riau ini terinventarisir. Kakanwil Pajak dulu juga pernah ngomong ke saya, bagaimana agar data wajib pajak, antara pajak daerah dan pajak nasional, sama.”

“Saya mendukung. Waktu itu pimpinan KPK hadir, Dirjen Pajak hadir, dan semua bupati di Riau hadir. Semuanyanya tandatangani komitmen. Tapi sampai hari ini belum jalan. Ini perlu juga disampaikan ke Ibu Menteri,” kata Syamsuar.

Syamsuar mengungkapkan, tercatat lahan sawit HGU (atau mereka yang tercatat membayar pajak) jumlahnya baru 1,1 juta hektar. Sementara HPL jumlahnya sekitar 1 juta hektar lebih. Dia mendorong, bagaimana pendapatan negara dari sektor pajak perkebunan sawit bisa lebih dimaksimalkan lagi.

“Makanya sekarang saya bilang, ‘negara ini butuh duit’, iya kan. Rp502 triliun lebih saja untuk subsidi BBM. Itu berat, lho. Sementara duit yang ada sekarang (lost potensi dari pajak perkebunan kelapa sawit di Riau) kenapa kita biarkan,” tuturnya.

“Sama halnya sekarang dengan kebun dalam kawasan hutan. Itukan ada denda administratif. Kenapa tidak dikejar ke situ. Kolaborasi dengan KLHK. Supaya duit negara masuk, dan bagi hasil untuk daerah juga dapat. Kalau tidak dapat, bagaimana, kami merenung aja lah.”

Dia menambahkan, di beberapa sektor, untuk target pendapatan negara khusus di Provinsi Riau selalu tercapai, misalnya penerimaan negara yang digarap oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Bahkan, kata Syamsuar angka meningkat hingga 4000%.

“Makanya saya juga bertanya-tanya, mengapa Menteri Keuangan mau datang ke Riau. Mungkin karena target negara di Riau tercapai semua. Tapi target daerah tidak tercapai. Ini juga sudah kami sampaikan,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Syamsuar meminta agar suara-suara di daerah juga bisa disampaikan ke pemerintah pusat agar pendapatan daerah bisa meningkat. Hal ini tidak lain agar potensi-potensi yang ada di Riau juga tetap bisa dinikmati oleh masyarakatnya.

“Selama ini kan tak seimbang antara realisasi investasi di Riau dengan kondisi infrastrukturnya. Harusnya seimbang. Biar sama-sama enak kita. Ini menjadi PR bersama lah.” 

“Kemarin waktu Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) ke Riau sangat ingin menyampaikan hal ini. Tapi mungkin tak jodoh, karena saat beliau ke sini kami ada pertemuan Gubernur se-Indonesia dengan Pak Presiden di Bali. Jadi kami harap, tolong yang seperti ini juga disampaikan ke Ibu Menteri,” ujarnya.***

Tags: GUBERNUR Riau Syamsuarkebun sawit terluaslahan sawit riaupajak sawitpendapatan daerahpenerimaan daerah sektor pajak
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"
Regional

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

...

Read moreDetails
kebun sawit riau terluas

Riau Minta Pusat Turunkan Beban Daerah Sektor Pajak

Investor ekonomi syariah, SE ekpor CPO

Soal Larangan Ekspor CPO, Syamsuar Sebut Kalau Ada Warga Tak Makan yang Malu Bupati: Bukan Saya!

Gubernur Riau Syamsuar resMi melantik Djoko Edy Imhar sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa [PMD] Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Dukcapil] Provinsi Riau.

Djoko Edy Imhar Resmi Dilantik Sebagai Kadis PMD Dukcapil Riau

kualitas sdm migas

Syamsuar: Persiapan SDM Migas Bukan Cuma untuk Kerja di PHR

Fokus sasaran wisatawan domestik

Riau Perkuat Sasaran Wisatawan Domestik untuk Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Next Post

Tarif Parkir Tak Jelas, Pengunjung Pacu Jalur Teluk Kuantan Kecewa

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.