Jokowi Emosi ke Pertamina Soal Proyek Kilang Minyak Mendek: Alasannya Ada Aja!

Sabtu, 20 November 2021 15:23
Jokowi Emosi ke Pertamina Soal Proyek Kilang Minyak Mendek: Alasannya Ada Aja!
Presiden Jokowi saat melakukan junjungan ke Kilang Minyak Tuban (Foto: kompas.com)

BERTUAHPOS.COM — Perisden Joko Widodo mengungkapkan kekesalannya setelah mengetahui bahwa proyek kilang minyak milik PT. Pertamina (Persero) di Tuban, mandek. Dia mengungkapkan ada berbagai alasan untuk menutupi terhambatnya pembangunan kilang minyak tersebut.

Hal ini diungkapkan Jokowi saat melakukan kunjungan ke kawasan itu. Turut hadir dalam pengarahan itu antara lain Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utara Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi.

Proyek ini merupakan proyek pembangunan kilang minyak baru (Grass Root Refinery/GRR) yang mana pembangunannya merupakan bentuk kerja sama antara Pertamina dengan perusahaan Rosneft—sebuah perusahaan minyak asal Rusia—berlokasi di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Jokowi mengatakan, awal mula Rosneft ingin berinvestasi bersama Pertamina, namun tak disambut dengan cepat oleh Pertamina. Malah sekarang pembangunannya baru terealisasi 5%.

Baca: MUI Sebut Kegiatan Pribadi Tak Terkait dengan Kepengurusan

“Pertamina sudah bertahun-tahun yang namanya Rosneft di Tuban ingin investasi. Sudah mulai, saya ngerti Rosneftnya ingin cepat, tapi kitanya nggak pengen cepat,” jelas Jokowi dalam siaran di saluran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu 20 November 2021.

Dia menambahkan, investasi yang digelontorkan dalam proyek itu sebesar Rp168 triliun. Namun realisasi baru kira-kira Rp5,8 triliun. Jokowi pun menghela nafas panjang. Menurut Jokowi, mandeknya proyek kilang ini, karena berbagai alasan. Salah satunya pemerintah diminta untuk membangun sejumlah infrastruktur yang bisa menghubungkan kepada proyek tersebut.

Namun, menurut Jokowi alasan mendasar proyek ini mandek bukan karena permintaan pembangunan infrastruktur, melainkan akibat budaya bisnis yang dijalankan Pertamina tidak pernah berubah, atau hanya mengerjakan proyek sesuai rutinitas saja.

“Alasannya ada saja, minta kereta api lah, minta jalan tol lah. Baru mulai berapa persen Rp5 triliun itu, 5% aja belum ada, nggak ada masalah kok. Memang fasilitas seperti itu, pemerintah yang harus membangun, nggak ada masalah,” jelas Jokowi.

“Ini ada masalah karena ini, tapi kan problemnya bukan itu. Problemnya comfort zone, zona nyaman, zona rutinitas itu yang ingin kita hilangkan. Masih senang dengan comfort zone, udah nggak bisa lagi,” tuturnya.

Tak jauh dari proyek tersebut, kata Jokowi ada pula proyek yang lagi-lagi Pertamina lelet untuk mengeksekusi proyek kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (PT TPPI). Malah, proyek itu sudah ada sejak dirinya pertama kali dilantik menjadi presiden periode pertama pada 2014 silam. Dan proyeknya saat ini, meski sudah jalan, namun belum rampung.

“Di dekatnya lagi ada TPPI juga sama, investasinya US$3,8 miliar. Juga bertahun-tahun ini sudah sebelum kita ada, kemudian ada masalah, belum jalan-jalan juga,” kata Jokowi mengungkapkan kekesalannya.

Di hadapan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, Jokowi bercerita bahwa saat itu dia sampai membentak Dirut Pertamina sebelumnya karena lelet melakukan eksekusi. Padahal, menurut Jokowi, jika TPPI sudah berhasil dibangun, akan menjadi solusi bagi Indonesia untuk mensubstitusi barang-barang impor, sehingga neraca transaksi Indonesia tidak membengkak.

“Saya nggak mau dengar cerita itu lagi, saya sudah dengar dari cerita dirut-dirut sebelumnya. Saya blak-blakan, memang biasa,” kata Jokowi sambil menarik nafas panjang lagi.

Jokowi juga bercerita bahwa sudah dilakukan tender sebanyak dua kali di proyek tersebut. Namun hasilnya begitu-begitu saja. Dirinya menegaskan bahwa selalu memantau perkembangan proyek TPPI.

Oleh karena itu dia heran kenapa proyek sebagus itu tidak dieksekusi dengan cepat. Padahal Pertamina akan mendapatkan keuntungan dari situ. Negara pun dapat keuntungan dari subtitusi impornya yang pada akhirnya membuat neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan membaik. (bpc2)

Berita Terkini

Kamis, 02 Desember 2021 19:23

2 Korban Dilaporkan Meninggal dalam Insiden Kebakaran Gedung Cyber 1

Dua korban meninggal adalah pengunjung gedung

Kamis, 02 Desember 2021 18:06

Al-Azhar Kecam Serbuan Israel di Mesjid Ibrahimi

Serangan itu merupakan tindakan terang-terangan terhadap kesucian Islam.

Kamis, 02 Desember 2021 17:24

Obat Alami Untuk Leher yang Kaku dan Tegang

Terlalu lama duduk di depan laptop, atau tidur dengan posisi yang salah bisa membuat leher terasa kaku dan sakit

Kamis, 02 Desember 2021 17:14

Matangkan Pembukaan S2 Manajemen Dakwah, FDK UIN Suska Riau Studi ke Fidkom UIN Syahid

Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska Riau) menggesa pembukaan program studi magister (S2).

Kamis, 02 Desember 2021 16:30

KS Tiga Naga Degradasi, CEO Klub Minta Pemain Bertahan

CEO KS Tiga Naga, Rudi Sinaga meminta pemainnya untuk tetap bertahan, walau musim depan mereka akan berlaga di Liga 3.

Kamis, 02 Desember 2021 16:20

Tips Cara Gampang Terhindar Dari Sakit Batu Ginjal

Tak ada siapa pun yang ingin terkena penyakit, apalagi jenis sakit yang menyerang organ vital dalam tubuh seperti batu ginjal.

Kamis, 02 Desember 2021 15:33

Persembahan Spesial Hotel Khas Pekanbaru, Minuman Laksamana Mengamuk

Hotel Khas Pekanbaru memiliki persembahan istimewa, minuman khas Melayu Riau, Laksamana Mengamuk.

Kamis, 02 Desember 2021 15:28

Matangkan Rencana Politik, 3 Syarat Maju Pilpres 2024 Menurut Ridwan Kamil

Ridwan Kamil—Gubernur Jawa Barat ungkap rencana politiknya dalam beberapa tahun ke depan.

Kamis, 02 Desember 2021 14:37

Di City, Pep Guardiola Kalahkan Rekor Sir Alex Ferguson

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola memecahkan rekor kemenangan milik Sir Alex Ferguson di Manchester United (MU).

Kamis, 02 Desember 2021 13:10

Soal Kekosongan Jabatan Kadiskes, Syamsuar Pastikan Tak Ganggu Penanganan Covid-19

“Kami pastinya penanganan covid-19 akan tetap berjalan seperti biasanya.”