Hingga Pagi Ini, Tagar #PercumaLaporPolisi Masih Trending

Minggu, 10 Oktober 2021 07:15
Hingga Pagi Ini, Tagar #PercumaLaporPolisi Masih Trending
SSUCv3H4sIAAAAAAAACoxVyW7bMBC9F+g/GDxXAFdJzD8U6KE9FTlQJG0TlkRBpNIaQf691EKJsuOkN2vmzZvhm8WvX78cDqASzkjwdHgdv8K3qevB+V54Y9tght8We69bpfvUopXxtjeiTo2V8PLcikYHYzvU9Wh+m5zAeeEHp12SzJ0H73XvvJWXYCaRRShb6Tur6rVonDcT+WbVnXXGd2frrUsdUrQTxeQJDrSy16K5psjOtoqlBvcwtrFuS7VaESb9MSWozGkXv6Uyf70YDYkwUnh9CkrupIl9+T1/H6JjeZoPLvBD267WYOGeKx+q0fNT69aBaJ/zPCD5bpzUdS1abQf3HtcesHLOP55XUU+6laOqawogQ7+8edGN6C/ap2+ZJMMr1/P84y3RpNe1FvOwLFGAQymRyGWGFBEZxVpkZSlZJrRi6AgrimE5Uc41gcufMFpNqunVDu0prQPkBWZzUPKULkzkNPwJDkJIN3FAzkpIYlxSthiUsUnGFytFPU1lAup6I81UyOtisf487VYMk6FQ349qgpgU1NZ2ogrtfjocA6eO9rNwLsBVtKeDFTbZNkme1vpJ0oUVqDB54yciGJU5IZARmEPKGQbpzp5N4JnKiQUOXW2F0mrX75ttRqwgHELO2KbbbrFnACIkAex2fAXkCeBm3SOG0g1zt70Rk/DEIxB9LK5ocg9WX8J9fxoWUB5v4N2ViAC8AeLBmH1B/CT77e2YMZSgIqlwOSOLLy/QskLrBRuqxoRu/EeHSp5W9k6HOCzYo9I54uiz5nCM8Ycd5rikn72f0xI96lAYMfhIG75/3dZ1ihinBN+fnim5UR/8T4FfoWEIFxgStO7nTjhAIBm14Zs/6gYaXbfXCyuDcgjiHPMVom7kAwTxghJWwA2SqgdQTiFlKK7rO+IBQsYBK+FGEbUDCPEyHMByi47SgVAdynESFIUDmORCorLMwjWWGVVShyusaYYYLXSBKnhU82Fc1DTjBIIjZ3kZ7ksmUIEzeiQo45UsMgqrojrmWGGGQtTbPwAAAP//AwAMeMyplAgAAA==

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Akibat viral kasus ‘tiga anak saya diperkosa’, tagar #PercumaLaporPolisi masih trending hingga Minggu, 10 Oktober 2021 pagi.

Hingga pukul 07.00 WIB, tagar #PercumaLaporPolisi sudah dicuitkan hingga 20 ribu kali.

Para netizen mengungkapkan kekecewaan mereka dengan sikap aparat kepolisian dalam menangani kasus pemerkosaan di Luwu ini.

“You are not solving the problem. You are repeating the order.

Baca: Fadli Zon: Jangan Seolah Republik Ini Didirikan Soekarno Saja

#PercumaLaporPolisi,” tulis akun @OpoWoi.

“disappointed but not surprised #PercumaLaporPolisi,” tulis akun @notlovable.

“Anggaran Polri itu buat apa saja, ya? Semoga bukan buat beli senjata nakutin petani & nelayan yg membela hak melawan perusahaan sawit/tambang. Atau buat minggirin rakyat jelata di jalanan ketika ngawal iring-iringan pejabat. #PercumaLaporPolisi,” tulis akun @faridgaban.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan kasus viral ‘tiga anak saya diperkosa’ di Luwu, Sulawesi Selatan bisa sudah sesuai prosedur.

“Sejauh ini, apa yang dilakukan itu sesuai dengan standar prosedur ketika penyidik menangani suatu kasus perkara,” kata Rusdi.

Meski demikian, Rusdi mengatakan pihaknya akan melakukan koreksi jika ada sesuatu yang diluar prosedur.

“Tentunya apabila memang ada hal-hal di luar daripada SOP yang harus dilakukan anggota ya tentunya akan dikoreksi tindakan,” tambah dia.

Rusdi juga mengatakan penghentian penyelidikan bukan final. Begitu ada bukti baru, kasus ini bisa dibuka kembali.

“Apabila memang ditemukan bukti-bukti baru, maka penyidikan bisa dilakukan kembali,” ujar dia.

“Tapi sampai saat ini memang telah dikeluarkan surat perintah untuk penghentian penyidikan kasus tersebut. Karena apa? Karena penyidik tidak menemukan cukup bukti bahwa terjadi tindak pidana pencabulan,” tambahnya. (bpc4)