Gajah Betina Tua Kembali Ditemukan Mati di Pelalawan

Kamis, 17 Juni 2021 10:04
Gajah Betina Tua Kembali Ditemukan Mati di Pelalawan
Seekor gajah betina berusia 45 tahun ditemukan mati di sebuah kebun karet di Desa Lubuk Kembang Bungo, Ukui, Pelalawan, Riau. (BKSDA Riau)

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Seekor gajah betina tua berusia 45 tahun ditemukan mati di sebuah kebun karet di Desa Lubuk Kembang Bungo, Ukui, Pelalawan, Riau.

BKSDA Provinsi Riau menyatakan setelah gajah itu ditemukan mati pada 24 Mei 2021 lalu, langsung dilakukan nekropsi terhadap bangkai hewan bertubuh tambun itu.

“Awalnya, warga menginformasikan ada gajah liar yang masuk ke kebun warga. Upaya pengusiran dilakukan dengan meriam spiritus dan berhasil menggiring gajah keluar dari kebun warga,” kata Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Riau Hartono, dalam keterangan resminya dikutip Kamis, 17 Juni 2021.

Gajah itu digiring keluar area perkebunan warga menuju ke sebuah lahan bekas hutan tanaman rakyat di kawasan desa Sekijang. Dari pantauan tim patroli Estate Baserah, juga menyaksikan bahwa gajah itu di sekitar kawasan hutan bergerak menjauh dari kebun rakyat

Baca: Gerah, Ustadz Hilmi: Korupsi Triliyunan Mereka Tak Bersuara, Umat Islam Berdonasi Ribut Sekali

BACA JUGA:  Angka Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Riau Kembali Naik, Ini Penjelasan Satgas

Pada tanggal 24 April 2021, seorang anggota dari Balai Besar Taman Nasional Tesso Nilo bernama Popon, dia menjumpai gajah itu di area kebun warga di Desa Gunung Melintang. “Tapi sejak saat itu gajah itu tidak dijumpai lagi,” kataknya.

Seorang petugas Baserah Central Nursery (BCN) juga pernah melihat gajah itu setelah tanggal yang disebut Popon. Dia berada di kawasan sendimen pond BCN, sekitar 5 Mei 2021 lalu, dan digiring masuk kembali ke dalam hutan oleh karyawan BCN.

Sekitar sebulan setelahnya, tanggal 24 Mei 2021, gajah itu ditemukan dalam keadaan mati di area kebun karet dekat dengan areal perumahan karyawan BCN. “Lokasi penemuan gajah di Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan,” tegas Hartono.

“Hari itu juga kita langsung menurunkan tim Balai Besar KSDA Riau dengan didampingi oleh tim RAPP melakukan olah TKP dan nekropsi terhadap bangkai gajah. Dari hasil nekropsi dan pemeriksaan secara patologi yang dilakukan oleh tim medis Balai Besar KSDA Riau. Diduga penyebab kematian gajah betina yang berusia sekitar 45 (empat puluh lima) tahun tersebut adalah gangguan pada organ hati (hepar) dan sistem pernapasan,” ungkapnya. (bpc2)