• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Senin, November 2, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dua Aktivis Greenpeace Dilaporkan ke Polisi Buntut Kritik Pidato Jokowi Soal Deforestasi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 November 2021
Foto: Agroindonesia

Foto: Agroindonesia

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Dua aktivis Greenpeace dilaporkan ke polisi setelah melayangkan kritik terhadap pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal deforestasi KTT Perubahan Iklim atau COP26, Glasgow, Skotlandia.

Adapun dua aktivis lingkungan dari Greenpeace Indonesia itu; Leonard Simanjuntak dan Kiki Taufik. Mereka dilaporkan ke polisi atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan menimbulkan keonaran.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Senin, 15 November 2021, bahwa laporan itu dilayangkan oleh Sekjen Komite Pemberantasan Mafia Hukum Husin Shahab dengan pasal 14 dan 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Selain itu, dia yang juga diketahui pernah menjadi calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga menggunakan pasal 28 ayat (2) juncto pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Kritik kalau benar, akurat, baru kritik. Kalau enggak benar, kan bisa berita bohong. Iya, (dilaporkan pakai undang-undang) ITE karena ada beberapa kelompok yang juga merasa dirugikan,” kata Husin.

Perkara ini bermula saat Greenpeace mengkritik pidato Jokowi soal deforestasi di Cop 26. Greenpeace menilai klaim Jokowi yang menyebut deforestasi di Indonesia yang mengalami penurunan tidaklah benar.

Greenpeace menyebut, deforestasi di Indonesia justru meningkat dari yang sebelumnya 2,45 juta ha (2003-2011) menjadi 4,8 juta ha (2011-2019). “Padahal Indonesia sudah berkomitmen untuk menekan laju deforestasi,” kata Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 2 November 2021.

Adapun tren penurunan deforestasi dalam rentang 2019-2021, Leo menyebut, hal itu tidak lepas dari situasi sosial politik dan pandemi yang terjadi di Indonesia sehingga aktivitas pembukaan lahan terhambat. Namun, kata dia, tetap saja angka deforestasi pada 2002-2019 tetap tinggi. Pada rentang waktu itu, terdapat deforestasi hampir 1,69 juta hektar dari konsesi HTI dan 2,77 juta hektare kebun sawit.

“Selama hutan alam tersisa masih dibiarkan di dalam konsesi, deforestasi di masa depan akan tetap tinggi,” kata dia. Di lain kesempatan, Greenpeace juga menyebut sejumlah pernyataan Presiden Joko Widodo dalam KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia hanya klaim. Greenpeace membantah pernyataan Jokowi, mulai dari soal karbon, kebakaran hutan, hingga deforestasi Indonesia. Mereka menyebut ucapan Jokowi omong kosong.

“Boleh dikatakan bahwa klaim-klaim Jokowi seluruhnya adalah omong kosong,” kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia M Iqbal Damanik dalam konferensi pers Tanggapan atas Pidato Presiden Jokowi di COP 26, Selasa, 2 November 2021.

Data yang Digunakan Greenpeace dan Pelaporan Hukum

Juru kampanye hutan Greenpeace Indonesia, Asep Komarudin mengatakan iklim demokrasi Indonesia telah dirusak dengan langkah Sekjen Komite Pemberantasan Mafia Hukum Husin Shahab yang telah mempolisikan dua anggota Greenpeace karena mengkritik pidato Presiden Jokowi. “Pelaporan seperti ini merusak iklim demokrasi, seharusnya kritik terhadap pemerintah tidak ditanggapi dengan laporan polisi,” kata Asep kepada CNNIndonesia.com, Minggu, 14 November 2021.

Meski begitu, Asep mengaku pihaknya siap menghadapi pelaporan tersebut. Ia menegaskan data yang telah disampaikan oleh Greenpeace ke publik merupakan data yang valid. “Kami akan hadapi laporan ini meski saat ini kita sedang dalam krisis iklim yang membutuhkan aksi nyata dari pemerintah ini yang lebih utama yang membutuhkan perhatian dan aksi nyata ketimbang lapor melaporkan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak yang juga sebagai terlapor turut membantah bahwa data yang dipaparkan oleh pihaknya tidak valid dan hoaks. Bahkan, kata Leo, data tersebut dikeluarkan oleh KLHK sendiri. “Jadi data data deforestasi itu kami gunakan data resmi, KLHK sendiri,” kata Leo.

Leo menjelaskan, Greenpeace memakai pendekatan moratorium izin hutan di tahun 2018. Kemudian pihaknya menggunakan perbandingan 8 tahun ke belakang. Pihaknya melihat, dalam rentang waktu 8 tahun sebelum dan 8 tahun sesudah moratorium justru terjadi peningkatan deforestasi. Padahal, kata dia, jika moratorium diberlakukan seharusnya deforestasi menurun. (bpc2)

Tags: COP26deforestasi KTTDua aktivis GreenpeaceGlasgowJokowikritik pidatoperubahan iklimpresiden Joko WidodoSkotlandia
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Populasi Burung Puffin dalam Ancaman Akibat Pemanasan Global
Berita Pilihan

Populasi Burung Puffin dalam Ancaman Akibat Pemanasan Global

...

Read moreDetails
Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Ancaman Karhutla akibat El Nino, Kepala Daerah Diminta Bertindak Tegas

Ancaman Karhutla akibat El Nino, Kepala Daerah Diminta Bertindak Tegas

Gubri Sebut Dumai Gerbong Ekonomi Riau, Potensi Besar Belum Tergarap Maksimal

Gelombang Panas Laut Hantam Pasifik Barat Daya, Ekosistem dan Ekonomi Pesisir di Ambang Kolaps

Next Post

Progres Baru 42 Persen, Komisi IV DPRD Riau Minta Dinas PUPR-PKPP Optimalkan Kinerja

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.